Mendiknas Resmikan “T-TEP” Pertama di Indonesia, Ketiga di Dunia


Yogyakarta (SIB)
Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo meresmikan pelatihan teknik mekanik otomotif ‘Toyota Technical Education Program (T-TEP) Body and Paint’ di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Depok Sleman sumbangan PT Toyota Astra Motor dan PT DuPont Indonesia.
“Program ‘T-TEP Body and Paint’ di SMA Negeri 2 Depok tersebut merupakan T-TEP berkonsep Body and Paint yang pertama dikembangkan dan dibangun di sekolah di Indonesia serta yang ketiga di dunia setelah Thailand dan China,” kata Mendiknas, Sabtu.
Pemerintah akan terus mendorong perkembangan SMK baik dari sisi kualitas maupun sarana dan prasarana pendukung. Kerjasama dengan PT Toyota Astra Motor tersebut merupakan langkah awal dan jika sukses akan diikuti oleh perusahaan-perusahaan besar lainnya.
Ia mengatakan, pada 2005 minat siswa masuk ke SMK sangat minim dan lebih memilih ke SMA hanya karena alasan gengsi.
“Realita pada saat saya diangkat menjadi Mendiknas, prosentase siswa SMK dan SMA adalah 39 persen SMK dan 61 persen SMA, karena itu saya imgin menggeser dan meningkatkan jumlah siswa yang sekolah di SMK,” katanya.
Melalui beberapa kampanye dan pemahaman kepada masyarakat, ditargetkan pada 2009 perkembangan siswa SMK di Indonesia adalah 60 persen untuk SMK dan 40 persen untuk SMA. Hingga 2008 sudah mulai nampak pergeseran dimana presentase jumlah siswa telah mencapai 44 persen untuk SMK dan 56 persen untuk SMA.
“Kami mencoba memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa SMK memiliki fleksibilitas yang tinggi, selain siap memasuki dunia kerja dengan berbekal kemampuan dan keahlian yang dimiliki mereka juga bisa melanjutkan ke perguruan tinggi jurusan apapun yang dikehendaki,” katanya.
Ia mengatakan, dengan pergeseran presentase jumlah siswa SMA dan SMK ini akan membantu mengurai sumbatan pada ‘leher botol’ pada saat penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi karena para lulusan SMA tidak akan sebanyak tahun-tahun lalu.
“Lulusan SMK yang siap memasuki dunia kerja akan membantu mengurangi jumlah siswa yang masuk perguruan tinggi sehingga akan mengurangi persaingan dan mengurai sumbatan pada ‘leher botol’ tersebut,’ katanya.
Sementara itu Bupati Sleman Ibnu Subiyanto mengatakan, pada tahun ini semakin banyak sekolah di Sleman dari jenjang SD hingga SMA dan SMK masuk 10 besar dalam perolehan nilai ujian nasional.
“Demikian pula dengan SMK telah meningkat kualitasnya dan berhasil meraih prestasi dalam berbagai lomba kompetensi baik tingkat provinsi maupun nasional. Bahkan 80 persen siswa SMK di Sleman meskipun belum lulus telah dipesan di dunia kerja,” katanya.
Ia mengatakan, prestasi yang ditunjukkan SMK tersebut telah mendorong masyarakat untuk memilih sekolah keterampilan ini sebagai pilihan studinya.
“Masyarakat juga semakin menyadari bahwa SMK merupakan pilihan tepat untuk membentuk siswa yang memiliki kompetensi dan profesional di bidangnya,” katanya. (Ant)

Posted in Tokoh & Pristiwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
October 2008
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,213 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: