Presiden Buka Olimpiade Astronomi/Astrofisika dan Resmikan Program Buku Murah


Jakarta (SIB)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta para pendidik untuk mendorong anak didiknya memahami pelajaran dan bukan hanya hafal materi ajar.
“Kembangkan rasa keingintahuan pada siswa dan hindari budaya menghafal,” kata Kepala Negara saat membuka Olimpiade Astronomi dan Astrofisika dan meresmikan program buku murah di Istana Negara Jakarta, Rabu.
Presiden menjelaskan budaya menghafal akan membuat siswa semata-mata hanya mengingat materi pelajaran tanpa memahaminya sehingga mudah dilupakan begitu saja.
“Itu mudah luntur dan tidak bisa diingat dalam jangka waktu yang lama,” kata Presiden.
Oleh karena itu, masih menurutnya, program buku murah yang diresmikan oleh Departemen Pendidikan Nasional dapat dimanfaatkan oleh guru dan para pendidik untuk mengembangkan sikap gemar membaca di kalangan siswa.
“Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Dalam sejumlah dialog saya dengan masyarakat ada beberapa hal yang sering dikeluhkan pada bidang pendidikan,” kata Yudhoyono.
Menurut Kepala Negara, masyarakat sering mengeluhkan buku pelajaran yang mahal dan sering berganti-ganti, gedung sekolah yang belum layak serta kesejahteraan guru yang masih memprihatinkan.
Karena itu, selain usaha dari pemerintah pusat, Presiden juga mengajak semua pihak bekerjasama memajukan pendidikan Indonesia.
Buku murah
Sementara itu usai acara, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan program pembelian hak cipta buku berkualitas untuk pendidikan akan dilanjutkan pada 2009.
“Saat ini sudah 407 judul buku yang telah dibeli hak ciptanya oleh pemerintah. Sepanjang 2007 hingga 2008 dianggarkan Rp20 miliar. Untuk 2009 dialokasikan Rp50 miliar untuk membeli hak cipta lainnya,” kata Mendiknas.
Buku-buku tersebut yang hak ciptanya telah dibeli, dapat diunduh secara gratis pada situs Depdiknas dan dapat diperbanyak tanpa memerlukan ijin pemerintah.
“Sudah banyak pedagang maupun penerbit, sudah mulai banyak penerbit atau percetakan yang mulai menyediakan buku ini dalam bentuk fisik, website, atau buku elektronik sekolah itu hanya cara untuk menyebarkan. Sedangkan penyebaran lainnya itu diarahkan pada penerbit, percetakan dan pedagang,” katanya.
Ia juga menambahkan sekolah-sekolah yang sudah punya laboratorium komputer bisa menggunakan secara online.
“Tapi bila belum ada silahkan beli saja. CD juga sekarang tersedia dimana-mana. CD juga boleh diperdagangkan,” ujar Bambang.
Namun Mendiknas mengingatkan harga penjualan buku yang ada dalam program tersebut tidak boleh melebihi harga eceran tertinggi yaitu rata-rata Rp19.000.
“Bila melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) tentu itu pelanggaran. Akan kita lihat dan kita pelajari pelanggarannya dalam bentuk pidana atau perdata. Kalau perdata, kita akan minta ganti rugi, tapi kalau pidana ya akan kita pidana dan penjarakan,” jelasnya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Rabu, meresmikan program massal buku murah yang diinisiasi oleh Departemen Pendidikan Nasional sebagai upaya memudahkan siswa dan guru mengakses buku paket pelajaran dengan mudah.
Sejumlah judul buku teks pelajaran bermutu yang dimasukkan dalam program ini hak ciptanya telah dimiliki oleh pemerintah.
Dalam program ini, judul-judul buku yang masuk dalam program ini dapat dilihat oleh para siswa dan pengajar melalui situs internet yang telah disediakan bahkan dapat diunduh secara gratis baik secara keseluruhan maupun bagian per bagian.
Para siswa dan pendidik dapat melihat akses di http://bse.depdiknas.go.id dan dapat mengunduh bahan pelajaran tanpa perlu meminta ijin pada pemerintah.
Selain peran pemerintah pusat, Departemen Pendidikan Nasional juga mengharapkan pemerintah daerah dapat berperan serta antara lain membantu menggandakan buku teks pelajaran elektronik dalam bentuk cakram dan membantu pencetakannya serta distribusi ke sekolah-sekolah di pelosok.
Saat ini pemerintah telah membeli hak cipta 95 judul buku teks pelajaran SD/Madrasah Ibtidaiyah, 72 judul buku teks SMP/Madrasah Tsanawiyah, 24 judul buku teks SMA/Madrasah Aliyah dan 216 judul buku teks SMK.
Buku-buku itu terdiri dari matematika, Bahasa Indonesia, IPA, Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Juga Bahasa Inggris, mata pelajaran adaptif, mata pelajaran produktif dan mata pelajaran normatif untuk jenjang SMK.
Secara keseluruhan terdapat 407 judul buku. Diknas juga mengeluarkan ketentuan melarang guru berdagang buku dan mempersilahkan siswa untuk membeli buku pada pengecer secara langsung.
Dalam acara tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono, Menkopolkam Widodo AS, Menristek Kusmayanto Kadiman, Menlu Nur Hassan Wirajuda dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. (Ant/d)

Posted in Prestasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
October 2008
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 469,901 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: