Tim Olimpiade Indonesia Memboyong 42 Medali


Sabtu, 01 November 2008 | 17:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Tim olimpiade Matematika Indonesia meraih tiga emas dalam International Mathematics Competition (IMC) 2008 di Chiang Mai, Thailand. Selain emas, tim yang terdiri dari 38 orang siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama ini juga membawa pulang 17 perak, dan 22 perunggu.

Emas Indonesia dipersembahkan oleh Fransisca Susan dari SMP Santa Ursula Jakarta dan Christa Lorenzia Soesanto dari SMPK Tirta Martha BPK Penabur Jakarta. Keduanya bertanding untuk kategori individu tingkat dasar Thailand Elemantary Mathematic International Competition. Sedangkan emas ketiga disumbangkan oleh tim satu dari kategoti tim tingkat dasar juga. Tim ini terdiri dari Stefano Chiesa Suryanto, Richard Akira Heru, Christa Lorenzia Soesanto dan Nicolas Tarino.

Menurut Direktur Pembinaan Taman kanak-kanan dan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Mudjito prestasi anak-anak ini sangat memuaskan. “Dari 38 siswa yang dikirim hanya dua siswa yang belum beruntung mendapatkan medali,” ujarnya saat menyambut kedatangan tim olimpiade ini di Bandar Udara Soekarno-Hatta Tangerang, Sabtu (01/11).

Menurut Mudjito anak-anak ini sengaja dikirim mengikuti lomba ini untuk memberikan penghargaan pada mereka yang telah menang dalam lomba yang sama di tahun lalu dan menguji anak yang akan ikut dalam International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) 2008 di Mataram pada 8-14 November ini. “Tim 2007 ikut lagi sebagai reward atas prestasi mereka tahun lalu, sedangkan tim 2008 untuk uji coba dan latihan”.

Walaupun sebenarnya dalam perlombaan kali ini tim ditargetkan mendapat enam emas, lanjut Mudjito namun prestasi tiga emas ini membuktikan bahwa tim telah berupaya melakukan yang terbaik. “Apalagi perlombaan ini diikuti 25 negara dari seluruh dunia, termasuk tujuh negara dari eropa,” ujarnya. Ajang seperti ini, kata Mudjito juga menjadi pembuktian tingkat kecerdasan anak-anak Indonesia dalam bidang ilmu matematika di tingkat Internasional.

Sebagai penghargaan atas prestasi anak-anak ini, lanjut Mudjito departemen pendidikan nasional akan memberikan beasiswa untuk mereka semua. “Hadiah lain memang belum ada tapi semua anak, bukan hanya yang dapat emas, akan mendapatkan beasiswa dan terus dibimbing untuk prestasi mereka kedepan,” ujarnya.

Sementara itu Fransisca mengatakan bahwa perlombaan kali ini lebih menantang daripada perlombaan yang diikutinya sebelumnya. “Aku sempat tegang karena negara yang ikut lebih banyak, soal-soalnya juga lebih susah,” ujarnya. Namun dari sekian tim yang ikut, lanjut gadis cilik yang biasa dipanggil Susan ini tim Cina dan Taiwan muncul sebagai kompetitor yang paling berat.

Fransisca yang juga memenangi emas untuk kategori tim ini telah dua kali ikut dalam perlombaan matematika tingkat internasional. Menurut Herman Gozali, ayahnya, Fransisca telah mengemari matematika sejak taman kanak-kanak.

“Saya tidak pernah mengarahkan, tapi setelah tahu minatnya saya lalu membantunya untuk mendapatkan pembina agar dia tidak salah dalam mempelajari matematika,” ujar Herman. Untuk pembinaan bagi anak sulungnya ini, lanjut Herman dia dibantu oleh departemen pendidikan nasional. “Selain prestasi untuk bangsa keberhasilan Susan ini juga sangat membanggakan bagi kami sekeluarga”.

Wakil Ketua tim olimpide, Elvira mengatakan sanga bangga dan bersyukur atas prestasi anak-anak didiknya. “Mereka sudah melakukan yang terbaik dan tak pernah putus semangat,” ujarnya. Bahkan Elvira juga tetap optimis dalam olimpiade di Mataram timnya akan kembali menunjukkan prestasi yang baik. “Walaupun waktunya berdekatan saya lihat mereka semua tetap siap untuk berkompetisi dengan penuh semangat”.

Dalam perlombaan kali ini tim Indonesia juga meraih group prize. Medali ini diberikan kepada tim setelah dilakukan penilaian dengan mengabungkan nilai setiap anak dalam satu tim ditambah dengan nilai tes timnya. Perlombaan ini diselenggarakan oleh pemerintah Thailand pada 25-30 Oktober 2008.

Lomba dibagi dalam dua bagian yaitu untuk usia 13 per 1 Oktober 2008 disebut dengan Thailand Elemantary Mathematic International Competition (TEMIC). Dan usia 16 per 1 Oktober 2008 yang disebut dengan Thailand Invitational World Youth Mathematics Inter-City Competition (TIWYMIC). Perlombaan diikuti oleh 25 negara yang mengirim 56 tim untuk TEMIC dan 89 Tim untuk TIWYMIC dengan jumlah peserta mencapai 580 siswa. Negara yang terlibat antara lain Australia, Afrika Selatan, Cina, Belanda, Jerman, Korea Selatan dan Iran.

Sumber:Tempointeraktif

Posted in Pendidikan, Prestasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,204 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: