Pembangunan 22 unit sekolah bantuan Unicef terbengkalai


BIREUEN – Sebanyak 22 unit sekolah bantuan Unicef anggaran 2008 hingga saat ini masih terbengkalai. Kabid Pendidikan Pra Sekolah Dasar dan lanjutan Dinas P dan K Bireuen mengemukakan hal itu kepada Waspada, di kantornya, Jumat (31/10).

Dikatakan, pihaknya sedang mengumpukan data sekolah yang terlantar untuk diajukan kembali kepada Unicef selaku donatur. Menurut Azhar, pelaksanaan pembangunan 19 unit SD dan 3 Madrasah Ibtidaiyah dikelola langsung Unicef setelah melapor untuk melaksanakan pembangunan 19 unit SD dan 3 unit MI yang masih terbengkalai hingga kini tidak ada laporan sama sekali dari Unicef.

Ke-22 unit sekolah bantuan Unicef yang masih terbengkalai, kata Azhar, MIN Desa Blang Guron, Kec. Gandapura, MIS Tanjong Beuridi, Kec. Peusangan Selatan, SD-7 dan SD-2 Peusangan Selatan, MIN Tufah, Kecamatan Jeunieb, SD-17 dan SD-18 Meunasah Krueng, Kec. Peudada.

Menyusul SD-6, SD-1, SD-4 dan SD-5 Kec. Peusangan Siblah Krueng, SD-11 Peusangan, SD-13 Jeunieb, SD-7 Jeumpa, SD-5 Gandapura, SD-9, SD-6, SD-8, SD-11, SD-12 dan SD-13 Ara Lipeh Kec. Makmur.

Wakil Ketua DPD Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Kabupaten Bireuen, Anwar Yusuf yang juga mantan anggota DPRK Bireuen asal Gandapura kepada Waspada kemarin mengemukakan, terbengkalainya pembangunan 22 unit sekolah bantuan Unicef patut dipertanyakan.

Dari awal Unicef sudah melaporkan kepada Dinas P dan K kenapa jadi terbengkalai? Tanya Anwar Yusuf. Pihak Dinas P dan K “Le Teungeut ngon jaga”. Artinya; Artinya lalai memonitor di lapangan. Setelah terbengkalai “baro teukeujot” (baru terkejut).
Kinerja Dinas P dan K Bireuen dinilai lalai, sehingga 22 unit sekolah di pedesaan terpencil yang sudah berjalan hampir setahun baru dilaporkan terbengkalai.

Masyarakat Blang Guron, Kec. Gandapura dan beberapa kecamatan lainnya meminta pihak Dinas P dan K dan Unicef untuk bertanggung jawab terhadap terbengkalainya pembangunan 22 sekolah.

“Akibat terbengkalainya pembangunan ke-22 sekolah telah berdampak buruk terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah pedesaan terpencil,” papar Anwar Yusuf.
Pihak BRR NAD-Nias sebelum berakhirnya masa tugasnya sebaiknya mendapat perhatian serius untuk mennggulangi ke-22 unit sekolah yang sudah terbengkalai. “Tidak ada alasan pembangunan sekolah terbengkalai,” tegas Anwar Yusuf.
s:waspada online

Posted in Pendidikan
Archives
Categories
November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 469,901 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: