Sekolah Gratis bagi Siswa Miskin di Sumut Kemungkinan tak Terwujud


Medan, (Analisa)

Program sekolah gratis untuk siswa miskin di Sumut mulai tingkat SD, SMP, SMA/SMK pada 2009, dikhawatirkan sebatas wacana saja. Soalnya persiapan untuk mewujudkan program tersebut oleh instansi teknis di provinsi, maupun di 28 kabupaten dan kota, sampai kini belum juga rampung. Padahal waktu untuk melaksanakan program hanya tersisa dua bulan lagi.

Kemungkinan tak terwujudnya program sekolah gratis bagi siswa miskin di Sumut pada 2009 itu terungkap dalam pertemuan dengan Dinas Pendidikan Sumut di Aula Transparansi Badan Infokom Sumut, Selasa (4/11).

Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumut Drs Delta Pasaribu melalui staf Rimadi Hia, dan Maju Siregar mengaku, sampai kini data siswa miskin yang jadi prioritas program sekolah miskin tersebut belum ada.

“Datanya (jumlah siswa miskin) masih disusun 28 kabupaten dan kota, dan pertengahan Desember 2008 nanti, akan diserahkan ke Dinas Pendidikan Sumut,” kata Rimadi Hia.

Ketika ditanya apakah setelah data diterima, program sudah langsung bisa dijalankan. Menurut Rimadi masih perlu dilakukan verifikasi data yang diberikan 28 kabupaten dan kota. “Akan diverifikasi dulu kebenaran datanya, baru program bisa dijalankan,” ucapnya.

Belum tersedianya data jumlah siswa miskin di Sumut untuk program sekolah gratis ini, masih satu di antara banyak masalah yang kemungkinan bakal muncul dalam mewujudkan salah satu visi-misi Gubsu H Syamsul Arifin SE, yakni Rakyat Tidak Bodoh.

Sebab, selain data jumlah siswa miskin belum tersedia, seperti apa indikator siswa miskin juga belum ada. Karena, penentuan kriteria miskin oleh beberapa instansi di pemerintahan, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, atau pun Badan Pusat Statistik (BPS), berbeda satu dengan lainnya.

Hal ini pun diakui Rimadi. Namun demikian, ia memastikan bahwa kriteria miskin untuk menentukan data jumlah siswa miskin penerima program sekolah gratis, akan memakai data BPS.

“Kita akan berkoordinasi dengan BPS soal data jumlah siswa miskin dengan yang diberikan 28 kabupaten dan kota,” jelasnya.

Dua Prioritas

Ditambahkan Maju Siregar, program sekolah gratis dengan skema pendanaan 80 persen oleh APBD kabupaten dan kota, serta 20 persen oleh APBD provinsi (sudah diplot sebesar Rp43 miliar di APBD Sumut 2009), akan dijalankan dengan dua prioritas.

Prioritas pertama, ditujukan kepada siswa SD dan SMP, dengan skenario pembiayaan biaya pribadi siswa miskin (PBPSM). Sedangkan prioritas kedua kepada siswa SMA/SMK sederajat.

Maju mengaku, realisasi program akan diutamakan terhadap pencapaian prioritas pertama, yakni menitikberatkan bantuan kepada biaya pribadi yang dikeluarkan siswa miskin, seperti membeli baju seragam, sepatu dan lainnya.

“Untuk finalisasi prioritas pertama, kita kini sedang menganalisis kebutuhan per siswa miskin. Karena pengeluaran pribadi siswa miskin berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya,” ungkap Maju.

Dikaitkan apakah program ini tidak tumpang tindih dengan program pro kerakyatan seperti pengucuran Bantuan Langsung Tunai (BLT), Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri yang saat ini sedang dijalankan, Maju meyakinkan tidak akan terjadi.

“Mudah-mudahan tidak tumpang tindih, karena bantuan akan diberikan langsung kepada siswa yang bersangkutan,” katanya. (ir)

Posted in Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 469,901 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: