Anggaran Pendidikan Sumut Rp 700 Miliar Belum Final


Medan ( Berita ) : Anggaran pendidikan Sumatera Utara sebesar Rp 700 miliar sebagaimana yang belakangan sering disebut-sebut bakal tercantum dalam Rancangan APBD Sumut dipastikan belum merupakan angka final.

“Angka itu belum final karena kita masih akan melakukan koreksi-koreksi,” ujar Ketua Komisi E DPRD Sumut, Rafriandi Nasution, SE, MT ketika memimpin rapat dengar pendapat dengan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Medan, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumut dan Dewan Pendidikan Sumut, di Medan, Rabu [05/11].

Hadir pada kesempatan itu Kepala LPMP, Sumut Mahdi Ibrahim, Ketua Dewan Pendidikan Sumut, Nazaruddin Hisyam dan Kabid Program dan Evaluasi P4TK, Mian Siahaan. Rapat juga dihadiri Wakil ketua Komisi E, AH Hutagalung serta anggota MH Harahap, R. Simbolon, U. Hasibuan, H. Said, Sukran J. Tanjung, MK Kasuda dan B. Rajagukguk.

Menurut Rafriandi Nasution, rencana anggaran pendidikan tersebut masih harus “dibedah” lagi bersama-sama semua “stakeholder” dunia pendidikan di Sumut. Bedah anggaran pendidikan tersebut akan dilakukan dalam sebuah rapat koordinasi, singkronisasi dan integrasi program pendidikan Sumut yang rencananya akan dilangsungkan di Medan, paling lambat akhir bulan ini.

Rapat koordinasi tersebut, menurut anggota dewan dari Fraksi PAN itu, akan melibatkan seluruh “stakeholder” dunia pendidikan di Sumut, termauk kalangan organisasi kependidikan, diklat, perguruan tinggi dan para praktisi. Dengan demikian para “stakeholder” tersebut dapat memahami program-program apa saja yang tahun depan akan dijalankan Dinas Pendidikan Sumut.

Dinas Pendidikan Sumut sendiri diminta untuk mempresentasikan program-program yang akan diusung dengan anggaran yang mencapai Rp700 miliar atau sekitar 20 persen dari total APBD Sumut 2009 yang diperkirakan sebesar Rp3,5 triliun. “Pada kesempatan itu kita akan tahu dengan pasti untuk apa dana yang sebesar Rp700 miliar itu, apa betul-betul penting atau tidak dan tepat sasaran atau tidak. Kalau memang dianggap tidak penting atau tidak tepat tentu akan kita kritisi, dan tidak tertutup kemungkinan anggarannya dialihkan atau bahkan dipotong,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa segala sesuatunya harus terukur. “Kita tentu tidak ingin kasus-kasus dugaan korupsi di Dinas Pendidikan Sumut seperti yang belakangan santer dibicarakan dan bahkan ada yang sudah ditahan kembali terulang di masa datang,” ujarnya.

Kepala LPNM Sumut Mahdi Ibrahim maupun Ketua Dewan Pendidikan Sumut Nazaruddin Hisyam mengaku sangat sependapat dengan rencana “bedah” anggaran pendidikan Sumut tersebut.

Menurut Nazaruddin, bisa perlu program-program yang dinilai tidak pas dirombak total. “Titik perhatian kita di sini adalah menyelamatkan pendidikan Sumut dan anggaran yang sangat besar itu tidak sampai sia-sia apalagi disia-siakan,” tegasnya.

Sementara menurut Mahdi Ibrahim, harus ada sinergitas dan koordinasi yang kongkrit dalam pemanfaatan anggaran pendidikan yang sangat besar itu, sehingga pada akhirnya anggaran itu betul-betul tepat sasaran. ( ant )

Posted in Pendidikan
Archives
Categories
November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 469,976 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: