Dispendik Ogah Tunda Akreditasi


Meski Bersamaan dengan Penilaian ISO

SURABAYA – Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya memutuskan tetap melaksanakan akreditasi sekolah sesuai jadwal. Mereka menolak keinginan sejumlah sekolah yang meminta akreditasi ditunda karena bersamaan dengan penilaian ISO.

”Beberapa waktu lalu memang ada kepala sekolah yang meminta pengunduran jadwal akreditasi sekolah dengan alasan pengurusan ISO,” ujar Kasi Kurikulum dan Pembinaan Dikmen Dispendik Dakah Wahyudi.

Menurut dia, beberapa sekolah negeri akreditasinya akan berakhir tahun ini. Sekolah-sekolah itu pada 2004 lalu mendapatkan akreditasi A yang baru habis setelah empat tahun. Sekolah ini memang telah mengusulkan pada penerimaan kuota akreditasi gelombang 1 dan 2, namun tidak kebagian. Baru sebulan lalu pemerintah provinsi memberikan kuota tambahan untuk 41 sekolah. Secara otomatis, sekolah-sekolah yang akreditasinya habis langsung diusulkan.

”Kami kan tidak bisa mengundur atau memajukan, karena untuk SMA yang melakukan akreditasi adalah provinsi. Jadi, mereka yang menjadwal, bukan kami,” terang Dakah.

Menurut Dakah, alasan bahwa SMA-SMA yang mengurus ISO tidak bisa mengurus akreditasi tidak bisa diterima. Pasalnya, pengurusan akreditasi merupakan salah satu elemen untuk memenuhi dokumen pelengkap ISO. Jadi, tidak mungkin suatu sekolah dinyatakan mempunyai standar mutu yang telah ber-ISO, tapi ternyata akreditasinya mati. ”Kalau seperti ini kan lucu, berstandar ISO tapi tidak berakreditasi,” ungkapnya.

Justru adanya tambahan kuota ini, lanjut Dakah, menjadi peluang tersendiri bagi sekolah-sekolah tersebut. Pada kuota sebelumnya Dispendik memang mendahulukan sekolah-sekolah akreditasi C atau B. Untuk sekolah akreditasi A menunggu kuota tambahan dari provinsi. Ketika kini kuotanya turun, seharusnya sekolah-sekolah tersebut merespons positif dan segera mendaftar.

Bulan lalu Dispendik meng-ISO-kan 18 sekolah. Sembilan di antaranya SMA. Untuk SMA kawasan ada SMAN 19, SMAN 4, SMAN 17, SMAN 15, dan SMAN 13. Untuk kategori SBI ada SMAN 5 dan SMAN 15. Dan sekolah yang termasuk kategori sekolah potensi adalah SMAN 6 serta SMAN 2.

Penyerahan berkas-berkas akreditasi itu berakhir kemarin. Setelah menyakinkan sekolah-sekolah tersebut, Dakah menyatakan bahwa pada akhirnya mereka setuju mengikuti akreditasi. Beberapa berkas yang diwajibkan telah terkumpul. Hari ini hingga 13 November nanti ada visitasi dari badan akreditasi provinsi.

”Yah, kita harap saja mereka ini bisa mendapatkan akrediatasi A lagi,” ujarnya. (sha/oni)

Posted in Pendidikan
Archives
Categories
November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,213 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: