Guru Diminta Download Sendiri


Untuk Buku BSE yang Belum Diterbitkan

SURABAYA – Seruan menggunakan buku sekolah elektronik (BSE) tak diimbangi dengan kemudahan untuk memperolehnya. Akibatnya, para guru hanya bisa menganjurkan agar siswa memakai buku yang materinya sama dengan yang mereka pegang.

Memang masih sedikit yang mencetak buku yang bebas diambil dari internet itu. Kalaupun ada, kebanyakan hanya buku-buku SD dan SMP. Untuk SMA, hampir tidak ada yang mencetak.

“Jumlah BSE cetak kan masih terbatas, apalagi SMA. Jadi, saya meminta agar anak-anak memakai buku apa saja asalkan materinya sama dengan yang dipakai guru,” ujar Kepala SMAN 15 Surabaya Muchtar Sahab.

Dia menjelaskan, selama ini siswanya kesulitan mendapatkan BSE cetak. Makanya, Muchtar mengizinkan siswa memakai buku apa pun. Asalkan, buku itu bisa membantu mereka mengikuti pelajaran.

Namun, jika ada BSE SMA cetak yang telah terbit, dia meminta siswa untuk membelinya. Demi persiapan unas tahun ini, pihaknya memberikan pelajaran tambahan secara intensif kepada siswa kelas tiga.

“Siswa kelas satu pun sudah kami drill biar nanti siap ketika menghadapi ujian akhir,” terangnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya Sahudi menyatakan, BSE harus tetap digunakan. Pasalnya, BSE merupakan buku-buku yang sudah disaring dari pusat. Dimungkinkan, nanti buku-buku itu dijadikan bahan acuan soal-soal unas oleh pemerintah.

“Makanya, materi utama tetap harus diambil dari BSE. Lagi pula, buku itu kan murah. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak membeli,” ungkap Sahudi.

Selain itu, dana BOS buku yang diterima sekolah bisa dipakai untuk membeli BSE cetak tersebut. Sehingga, nanti siswa yang benar-benar tidak mampu bisa memakai BSE cetak milik sekolah. Untuk buku-buku yang belum diterbitkan, Sahudi meminta agar guru mengunduh di internet, kemudian difotokopi sejumlah siswa.

Keputusan tersebut, papar Sahudi, semata-mata bertujuan membantu siswa. Jika nanti soal-soal unas benar-benar diambil dari BSE, tentu siswa lebih terbantu. Sebab, materi di dalamnya telah dipelajari semua.

BSE merupakan salah satu program pemerintah pusat untuk meringankan harga buku pelajaran. Caranya, membeli royalti penulis. Dengan demikian, penerbit tidak perlu lagi membayar royalti. Buku itu kemudian diterbitkan secara online. Harapannya, seluruh lapisan masyarakat bisa mengunduhnya. Sayang, sampai sekarang BSE versi cetak masih jarang diterbitkan. (sha/nw)

Posted in Pendidikan
Archives
Categories
November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,204 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: