Metode ‘Toeic’ Dongkrak Nilai Bahasa Inggris Siswa


Yogyakarta ( Berita ) : Penggunaan metode TOEIC (Test of English International Communication) dalam pengajaran bahasa Inggris di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta, terbukti memacu siswa lebih cepat berbahasa Inggris.

Hal ini diungkapkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum BOPKRI 2 Dorothea Sri Ismayawati di Yogyakarta, Selasa [04/11] . “TOEIC ini sebenarnya digunakan di SMK. Tapi kami melihat bahwa anak SMA juga membutuhkan ketrampilan berkomunikasi karena ini sangat penting untuk lulusan SMA yang langsung bekerja,” ujar Dorothea.

Dorothea menambahkan, sarana lengkap seperti laboratorium multimedia juga bisa mendongkrak pemahaman bahasa Inggris siswa.Sayangnya belum banyak sekolah lanjutan di Yogayakarta yang mengikuti jejak SMA BOPKRI 2 karena masalah dana.

Padahal dengan menggunakan multimedia pekerjaan guru bahasa Inggris sangat terbantu sehingga guru sifatnya hanya mengarahkan dan memberi motivasi kepada siswanya.

Menurut Dorothea, BOPKRI punya kebijakan berbeda dari sekolah kebanyakan yang memberikan pengajaran bahasa Inggris menggunakan metode TOEIC.

Metode TOIEC yang melatih kemampuan mendengar dan berkomunikasi sangat berguna untuk memahami percakapan sehari-hari atau membaca teks pendek. Setelah SMA BOPKRI memakai Toeic sejak 2002 terbukti ampuh untuk meningkat nilai bahasa Inggris siswa-siswanya.

“Anak-anak yang masuk sekolah ini tadinya nilai bahasa inggrisnya pas-pasan. Dengan metode itu setelah lulus nilai UN bahasa inggrisnya dapat 8,” ujar Dorothea bangga.

TOEIC saja menurut Dorothea belum cukup. Dengan memiliki dua laboratorium bahasa Inggris yang konvensional dan multimedia, siswa dirangsang untuk belajar mandiri memperdalam bahasa inggris dengan program-program yang tersedia dilaboratorium multimedia.

Dengan tersedianya laboratorium multimedia tersebut peran guru jadi berkurang. Meski demikian guru tetap diperlukan tetapi dengan syarat seorang guru harus kaya informasi yang bisa dijadikan sumber belajar.

“Guru lebih banyak berperan dalam hal menggali kompetensi dasar anak,” ucapnya.

Untuk mencetak siswa-siswa yang unggul dalam bahasa inggris diakui Doroteha diperlukan biaya yang tidak sedikit. Karena buku-buku bahasa inggris mahal-mahal. Hal itulah yang menyebabkan rata-rata orang malas mempelajari bahasa inggris.

“Sementara guru bahasa Inggris yang tidak berkembang itu kalau dirinya merasa sudah puas kalau anak didiknya sudah pintar. Padahal guru harus kreatif menggali sumber belajar sehinga bisa memperkaya wawasannya,” tegasnya. ( ant )

Posted in Pendidikan
Archives
Categories
November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,213 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: