Peran Pendidikan Strategis


PALEMBANG(SINDO) – Pendidikan merupakan sarana utama dalam peningkatan daya saing suatu bangsa.Ini terkait dengan peran strategis yang dimiliki pendidikan.

Pendidikan juga dipandang sebagai instrumen paling efektif untuk mengentaskan rakyat dari kebodohan, keterbelakangan, kemiskinan,dan berbagai bentuk ketertinggalan lainnya. ”Sudah seharusnya setiap individu diberi kesempatan yang luas untuk memperoleh pendidikan agar dirinya mampu menjelma menjadi makhluk yang bermartabat,” ujar Gubernur Sumsel terpilih AlexNoerdinsaatmenyampaikan makalahnya dalam event nasional The 8th Annual ConferenceonIslamicStudies( ACIS) di Palembang kemarin.

Namun, ujar Alex, hingga saat ini mutu pendidikan nasional masih belum menggembirakan. Itu bisa dilihat dari indeks pendidikan, kualitas sumber daya manusia (SDM),dan daya saing bangsa Indonesia yang masih cukup jauh tertinggal dibandingkan bangsa lain.

Untuk itu, lanjut dia, segenap komponen bangsa masih dituntut untuk lebih serius dalam membangun dan menyelenggarakan pendidikan nasional. Rendahnya kualitas dan daya saing SDM Indonesia di tengah persaingan global adalah sesuatu yang ironis. Mengingat, sudah menjadi semacam kesepakatan global bahwa human capital adalah kunci penting untuk mewujudkan abad 21 menjadi milik Asia.

Hal ini,ungkap Alex,membuktikan bahwa penyelenggaraan pendidikan selama ini belum sepenuhnya mampu membekali lulusan dengan kompetensi dan performansi yang sesuai dengan tuntutan global.”Para stakeholder pendidikan lebih cenderung berpegang pada angka melek huruf atau tingkat kelulusan sebagai ukuran keberhasilan dibandingkan pada sub yang lebih luas,seperti tingkat produktivitas dan kemampuan inovasi,”paparnya.

Kondisi demikian, kata Alex, harus disikapi dengan perbaikan atau pengembangan Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) oleh pakar dan praktisi pendidikan, termasuk di antaranya melalui ACIS. Didukung dengan wawasan keislaman yang luas, para peserta ACIS diharapkan mampu merumuskan pokokpokok pikiran,terutama yang mencerminkan internalisasi nilai-nilai Islam,inovasi,kreativitas, dan kontekstualisasi dalam penyelenggaraan pendidikan.

Sementara itu, pengamat pendidikan Sumsel Jalaluddin menyatakan, pendidikan merupakan sarana yang efektif dalam pembentukan generasi muda muslim berkualitas. Pendidikan merupakan upaya pengembangan potensi individu serta sebagai sebuah sarana pewarisan nilai-nilai budaya dari generasi tua kepada generasi muda.

Namun, kata dia, pascakemerdekaan, sejak berdirinya Departemen Agama (Depag), pendidikan Islam mengalami kondisi yang labil karena kehilangan identitasnya akibat terjebak dalam status milik ”negeri”atau ”swasta”. (febria astuti)

Posted in Pendidikan
Archives
Categories
November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,145 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: