SMK Dulu, SMA Menyusul


SECARA bertahap, pemkot berencana menggratiskan biaya pendidikan di kota ini. Namun, hingga tahun depan, dana yang dialokasikan untuk pendidikan gratis hanya akan menutup kebutuhan untuk level sekolah dasar hingga menengah plus SMK. Untuk siswa SMA, pemkot baru bisa membantu siswa yang benar-benar tidak mampu.

Kepala Bappeko Tri Rismaharini menjelaskan, keuangan Pemkot Surabaya sebenarnya cukup untuk menjalankan program pendidikan gratis mulai level SD hingga SMA (termasuk SMK). Namun, yang paling diprioritaskan dan digarap lebih dahulu adalah level SD, SMP, dan SMK. “Untuk SD dan SMP, memang sudah tidak ada masalah. Persoalannya adalah di jenjang SMA. Tahun depan, kami masih berupaya memperbanyak siswa SMK untuk mengejar target perbandingan 60:40 dengan SMA,” kata Risma.

Dengan pertimbangan itulah, program penggratisan untuk SMA ditunda. Jika komposisi perbandingan SMK : SMA sudah tercapai 60 : 40, pihaknya berjanji menggratiskan biaya pendidikan untuk SMA. “Semua kami lakukan bertahap. Secepatnya biaya pendidikan untuk siswa SMA juga gratis,” ujarnya.

Risma menambahkan, rencana menggratiskan biaya pendidikan itu tak hanya berlaku untuk sekolah negeri, tapi juga swasta. Namun, pengelolaan keuangannya dibagi menjadi dua. Sekolah negeri akan ditangani dinas pendidikan, sedangkan dana penggratisan sekolah swasta ditangani badan pengelola keuangan.

Khusus untuk sekolah negeri, jumlah anggaran yang dibutuhkan Rp 132 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk membiayai kebutuhan sekolah tiap anak di semua level. Rinciannya, 176.528 anak usia SD (7-12 tahun) dengan bantuan Rp 29 ribu per bulan, 40.593 anak usia SMP (13-15 tahun) dengan bantuan Rp 70.500 per bulan, dan 16.167 siswa SMK dengan bantuan Rp 152 ribu per bulan. “Untuk SMA, yang kami bantu masih sebatas siswa tak mampu. Jumlahnya 7.144 siswa. Bantuannya Rp 85 ribu per bulan,” terang Risma.

Perlakuan yang sama diberikan kepada siswa di sekolah swasta. Nilai sumbangan yang diberikan kepada tiap siswa juga sama persis. “Yang beda hanya teknisnya. Bentuk bantuannya adalah hibah yang dikelola badan pengelola keuangan,” katanya.

Meski nilai nominal bantuan per siswa sama, kebutuhan dana untuk program penggratisan sekolah swasta ternyata lebih besar daripada sekolah negeri. Dalam setahun, pemkot harus mengalokasikan dana Rp 152 milir untuk program tersebut. Dana sebesar itu digunakan untuk membiayai pendidikan 85.691 anak usia SD, 69.791 usia SMP, 10.749 siswa SMA tak mampu, dan 28.985 siswa SMK. “Dengan kebijakan penggratisan itu, kami berharap semua anak usia sekolah dapat mengenyam pendidikan dengan semestinya,” tegas Risma. (kit/fat)

Posted in Pendidikan
Archives
Categories
November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,213 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: