Indonesia Butuh 590 Ribu Teknisi Kehutanan


MAKASSAR (Pos Kota) – Indonesia mengalami krisis tenaga kehutanan. Dalam 15 tahun terakhir ini dunia pendidikan hanya mampu menyediakan 5.000 orang tenaga kehutanan.

Padahal, kata Direktur Pendidikan SMK Depdiknas, Joko Sutrisno, Indonesia membutuhkan tenaga teknisi kehutanan yang sangat banyak. Dengan luas area hutan produktif sekitar 59 juta hektar setidaknya membutuhkan 590 ribu teknisi kehutanan.

“Potensi pasar tenaga kerja untuk teknisi kehutanan sangat terbuka lebar. Ini peluang yang harus dimanfaatkan,” kata Joko ketika berkunjung ke Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA) Makassar.

Untuk memenuhi kebutuhan teknisi kehutanan, Depdiknas lanjut Joko, akan mendirikan SMK kehutanan. Untuk sementara akan dibangun di Jabar,Samarinda, Pekan Baru, Makasar dan Manokwari. Selain itu juga akan dibuka jurusan kehutanan di SMK-SMK Pertanian.

“Sampai saat ini kita belum punya SMK Kehutanan. Yang ada sekolah kehutanan milik Departemen Kehutanan,” tambah Joko.
Menurut Joko pendirian SMK Kehutanan sangat tepat sebagai upaya membuka lapangan kerja kelas menengah.

Sebab dari hasil evaluasi lulusan sekolah menengah yang rata-rata 1 juta per tahun, hanya 30% atau sekitar 300 ribu saja yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Sedang 700 ribu lainnya terjun ke lapangan kerja.

SKMA Makassar sendiri, kata Kepala Balai Diklat Kehutanan Makassar, Bambang MB sudah menjadi SMK Kehutanan. Dari 40 peluang yang ada hingga kini jumlah pendaftarnya sudah 700 orang.

Posted in Pendidikan
Archives
Categories
November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,213 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: