Dispendik Diseminasi DBE


SURABAYA – Pembinaan mutu sekolah-sekolah di Metropolis terus digenjot melalui sejumlah program. Selain menerapkan sertifikasi mutu (ISO), Dispendik mengembangkan program Desentralize Based Education (DBE). Pada tahap awal, Dispendik menargetkan program tersebut bisa menjangkau 400 sekolah.

Kabid Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (P3) Dispendik Surabaya Tetty Rachmi Wulan mengatakan, salah satu manfaat program DBE adalah meningkatkan pengetahuan sekolah-sekolah dalam hal manajemen. Manfaat lainnya, memberdayakan komite sekolah dan masyarakat untuk mengembangkan pendidikan di sekolah yang bersangkutan.

“Tetapi, bentuk pemberdayaan komite ini bukan melalui sumbangan, melainkan kerja sama dalam peningkatan mutu dan manajemen sekolah,” ujar Tetty kemarin (20/11). Dia menjelaskan, semula DBE merupakan program kerja sama dengan USAID untuk pendidikan di Surabaya. Tahun ini, ada 13 sekolah yang dibina USAID. Karena program DBE tersebut dinilai bagus, tahun depan Dispendik merasa perlu mengadakan diseminasi. “Namun, program ini hanya untuk SD dan SMP,” tuturnya.

Tetty menambahkan, Dispendik akan menyeleksi sekolah-sekolah yang akan mengikuti program tersebut. “Baik sekolah negeri maupun swasta boleh ikut. Kami akan melatih seratus sekolah dulu untuk tahap awal,” ujarnya. Selanjutnya, lanjut dia, seratus sekolah itu dituntut mampu memperbaiki kualitas. Setelah itu, program tersebut dilanjutkan ke sekolah-sekolah sekitarnya.

Dia mengatakan, sebenarnya Dispendik ingin melatih seluruh sekolah. “Tapi, karena keterbatasan waktu dan pendanaan, jadi bertahap 400 sekolah dulu. Jika berjalan mulus, tidak menutup kemungkinan tahun-tahun mendatang program ini akan terus dijalankan dengan penambahan jumlah sekolah,” katanya.

Selain kepala sekolah dan guru, komite sekolah akan dilibatkan dalam pelatihan nanti. Mereka akan dilatih cara membuat RAPBS (rancangan anggaran pendapatan dan belanja sekolah) serta materi-materi lain. Untuk kepentingan itu, bidang P3 mendapatkan alokasi dana Rp 2,196 miliar. Namun, di antara jumlah itu, tidak semuanya dipakai untuk program DBE. Sekitar Rp 1,13 miliar digunakan untuk penyelenggaraan pelatihan, seminar, lokakarya, diskusi, rembuk pendidikan, dan diseminasi DBE. “Dana yang sudah dihabiskan masing-masing bidang untuk perbaikan mutu kan sudah banyak. Jadi, harapannya, pendidikan di Surabaya semakin meningkat,” terangnya. (sha/hud)

Posted in Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,204 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: