Pelataran Persembahan Jaman Majapahit Ditemukan


3064762pLaporan wartawan Kompas Alb. Hendriyo Widi Ismanto

BLORA, KOMPAS – Balai Arkeologi atau Balar Yogyakarta yang mengeksplorasi situs-situs di Pegunungan Kendeng Selatan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menemukan pelataran persembahan yang diperkirakan berasal dari zaman akhir kejayaan Kerajaan Majapahit. Lokasi penemuan itu berada di Dukuh Nglaren, Desa Sentono, Kecamatan Kradenan.

Pelataran itu berada di bukit karst (kapur) di atas belokan Sungai Bengawan Solo. Di sekitar pelataran itu terdapat tumpukan batu bata dan sejumlah batu andesit yang berserak. Arkeolog Balar Yogyakarta, Gunadi, Rabu (19/11) di Blora, mengatakan Balar baru menggali sebagian pelataran itu dan menemukan tumpukan batu yang membentuk anak tangga. Batu itu terdiri dari batu andesit atau batu gunung berapi dan bata yang besarnya sekitar satu setengah kali besar batu bata biasa. “Batu-batu itu disusun di atas lantai batu karst yang sudah diratakan,” kata dia.

Gunadi mengemukakan perpaduan tiga batu itu menunjukkan semakin pesatnya peradaban dan pencampuran budaya Hindu-Buddha. Perpaduan batu itu menunjukkan juga pengaruh kerajaan yang mendirikan pelataran itu sangat luas. Pengaruh itu tampak dari penggunaan batu andesit yang tidak mungkin berasal dan didapat di Blora, melainkan diimpor dari daerah yang ada gunung apinya. Hal itu mengingat daerah Blora merupakan daerah karst.

“Kami masih akan melanjutkan penelitian dan penggalian lagi. Selain itu, kami akan menggandeng sejumlah ahli lain untuk menentukan tahun dan zaman asal bangunan itu,” kata dia.

Posted in Geografi
4 comments on “Pelataran Persembahan Jaman Majapahit Ditemukan
  1. BEJO SUTRISNO says:

    aku bangga jadi anak blora,kota aku kaya sejarah yang berharga.
    aku di bekasi rindu banget ama yang ada di blora,emuaah…..

  2. CAH RANDUBLATUNG says:

    Mohon blora bangkitlah dengan situs situs purbanya,dimana orang yang tau leluhur dan sejarah itu negara yang besar yang tidak mudah di serang negara luar

  3. ahmad nadzib says:

    jika gunung kendeng dijadikan bahan pembuatan semen maka gunung itu hanya bisa menjadi sejarah dan tinggal nama saja, maka dengan adanya peningalan2 sejarah kuno perlu kita perjuangkan dan perlu kita lestarikan budaya lokal jangan sampai terjajah dari segi sosial,ekonomi dan moral pertahankan kearifan lokalmu saudara2ku yang ada di kawasan kendeng, kami warga jepara mendoakan semoga tetp aman lestari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,142 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: