Bob Sadino Dorong Entrepreneur Lulusan SMK


JAKARTA–MI: Pengusaha Bob Sadino siap mendukung program Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) untuk memperbanyak wira usahawan (entrepreneur) dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Tanah Air.

Itu dilakukan seiring dengan bertambahnya jumlah pengangguran di tengah krisis ekonomi yang melanda hampir di seluruh dunia.

Karena itu, pengusaha dengan pakaian ciri khas celana pendek jins dan kemeja lengan pendek yang ujung lengannya tidak dijahit itu siap menjadi konsultan lepas bagi Depdiknas.

Bob dalam diskusi interaktif bersama Sekretaris Jenderal Depdiknas, Dodi Nandika dan kelompok wartawan unit pendidikan di Jakarta, Jumat (21/11), menitipkan imbauan agar guru SMK harus mengubah paradigma pengajarannya, yaitu bisa membimbing siswanya ke lapangan.

“Guru tidak boleh sekadar mengajarkan teori. Guru-gurunya harus dibuka dulu mindset-nya (pola pikirnya) . Harus ada shock therapy (kejutan atau tekanan) agar guru tak sebatas mengajar, tapi juga terjun langsung membimbing, mengarahkan, dan bisa membuat siswa mandiri,” kata sosok entrepreneur yang memulai usahanya dari serangkaian kegagalan demi kegagalan hingga akhirnya meraih sukses dengan bisnis supermarket dan
apartemen.

Pemilik Kem Chicks supermarket yang juga mantan supir taksi dan karyawan Unilever itu berkat kerja kerasnya kemudian berubah menjadi pengusaha yang disegani di negeri ini.

Menurut Bob, pendidikan di SMK harus bertumpu kepada tiga pilar pendidikan. Pilar itu adalah learning to know (belajar untuk tahu), learning to do and to be together (belajar untuk melakukan sesuatu dan melakukan bersama masyarakat), dan learning to be (belajar untuk menjadi).

Om Bob begitu sapaannya, anak bungsu dari lima bersaudara ini, hanya punya satu tekad, bekerja mandiri. Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan.

“Di saat melakukan sesuatu pikiran seseorang berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah pengembangan dari apa yang telah ia lakukan. Kelemahan banyak orang, terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera
melangkah,” kata Bob.

Ia mengatakan, mengembangkan pendidikan kejuruan yang dipadukan dengan kemampuan wirausaha bisa menjadi kekuatan ekonomi Indonesia. “Oleh karena itu, siswa harus diberi pelajaran dan pengalaman yang nyata agar bisa mandiri dan kelak menjadi entrepreneur profesional,” ujarnya. (Ant/OL-01)

Posted in Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,031 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: