Tanpa Tugas Bikin Murid Semangat


37217largeGunakan Waktu untuk Yang Lain

Coba tebak, hal apa yang paling disukai anak sekolah selain tanggal merah? Sebagai salah satu di antara yang masih berseragam, seharusnya tahu dong. Kalau ada yang jawab jam kosong pelajaran, hampir benar. Tapi, jawaban yang paling tepat adalah… guru yang nggak pernah ngasih tugas! Hayo ngaku, bener kan?

Yup, sebagian besar (69,6 persen) responDet mengaku suka dengan guru yang antitugas. Alasannya, hal itu dianggap nggak memberatkan, bisa bikin belajar lebih santai, dan memberi waktu luang. Pengin tahu gimana asyiknya? Simak penuturan Muhammad Rezeki Shahputra. Pelajar SMAN 2 ini sangat bahagia nggak pernah dapat tugas.

Karena itu, Rezeki memfavoritkan pelajaran bahasa Indonesia. Tanpa tugas bukan berarti belajarnya nggak sungguh-sungguh lho. Menurut Rezeki, guru bahasa Indonesia-nya top banget. Hebatnya, metode sang tetap bisa bikin anak didiknya pintar.

“Nggak pernah sama sekali membebani muridnya dengan tugas-tugas. Semua materi dijelaskan di kelas dengan jelas dan gamblang. Tanpa tugas, murid-murid sudah pada ma- nggut-manggut tanda mengerti. Itu baru guru yang keren,” ujar Rezeki.

Rezeki nggak hanya memuji. Dia juga memberikan kritik kepada sang guru. Seharusnya, para murid tetap diberi tugas. Menurut dia, kurang afdal kalau nggak ada perkerjaan rumah alias PR. Sebab, dengan begitu, para murid bisa berlatih soal.

Sepertinya, para murid sangat bahagia tanpa tugas. Mereka seperti mendapat berkah. Hal ini juga dirasakan Libela Octantry Tito. Pelajar SMAN 17 ini juga suka terhadap guru yang nggak memberikan tugas. Menurut dia, guru seperti itu sangat pengertian. Sebab, dengan metode tersebut, belajarnya bisa lebih santai.

Bela -sapaan Libela- memang merasa berat kalau belajar dengan tugas menumpuk. “Buktinya, aku jadi rajin membaca bahan pelajaran buat besok. Aku juga bisa ngulang pelajaran yang sebelumnya. Coba kalau ada PR, pasti udah bingung gimana nyelesaiinnya,” kata Bela.

Supaya tetap bisa memahami bahan ajar dengan baik tanpa tugas, Bela rajin menjawab pertanyaan dalam buku tugas siswa.” Yah semampunya aja, nggak harus selesai semua. Cuma buat pemanasan,” ujarnya.

Yang suka dengan metode pengajaran tanpa tugas nggak cuma Bela dan Rezeki. Mirza dari salah satu sekolah di Surabaya Timur juga suka. Guru bahasa di sekolah Icha, sapaan Mirza, paling anti dengan tugas-tugas.

“Paling-paling di kelas cuma diterangin, trus disuruh ngerjain. Kalau kerjaannya nggak selesai di kelas, baru dijadiin PR. Tapi, besoknya PR itu nggak bakalan ditagih. Soalnya, gurunya lupa. Jadi sama aja nggak ada PR kan?” cerocos cewek penyuka pelajaran hafalan tersebut.

Icha beralasan lebih bisa memanfaatkan waktu itu untuk yang lain. Menurut Icha, tugas hanya buang-buang waktu aja. Kalau pelajaran atau latihan, mending di selesaikan di sekolah.

“Kalau malas ngerjain tugas, ujung-ujungnya juga nyalin punya teman. Jadi, sama aja bohong. Nggak bikin pintar, tapi hanya buang-buang waktu. Mending buat ngerjain yang lain. Misalnya, baca bahan buat besok atau ngulang pelajaran hari ini,” ucap cewek berzodiak Libra itu. (kiy/kkn)

Posted in Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,031 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: