Pemenang Habibie Award 2008


Penemu Primata Hybrid

Jatna Supriatna dilahirkan di Bali pada 7 September 1951. Setelah menyelesaikan studi Sarjana Muda di tahun 1976 dan studi Sarjana di tahun 1978 pada Fakultas Biologi Universitas Nasional, Ia memulai kiprahnya sebagai Asisten Ahli di Lembaga Biologi Nasional LIPI. Pada 1984 melanjutkan studi di University of New Mexico, Alburquerque Amerika Serikat. Ia meraih gelar Master of Science (MSc) tahun 1986 dan gelar Ph.D tahun 1991 dalam bidang Biological Anthropology.

Sejak tahun 1981, Jatna Supriatna mengajar di Jurusan Biologi, FMIPA Universitas Indonesia. Keberhasilannya dalam mengaplikasikan penemuan-penemuan ilmiahnya dalam kegiatan konservasi ditunjukkan dalam kontribusinya berturut- turut sejak 1994 sebagai Country Director dan Executive Director Konservasi Internasional Indonesia dan sejak tahun 2002 menjabat sebagai Regional Vice President. Jatna Supriatna adalah salah seorang ilmuwan biologi terkemuka dunia bidang fauna, ikan, reptil maupun primata non-manusia yang meletakkan dasar ilmiah program konservasi di Indonesia.

Ketertarikan pria peraih Doktor dari University of New Mexico, Amerika Serikat pada primata makin ditunjukkannya dengan melakukan penelitian bidang morfologi dan biogeografi monyet spider (Ateles spp) di Smithsonian Institute Washington DC, Amerika Serikat.

Tak cukup sampai disitu, penelitian tentang primata terus dilakukannya. Hingga akhirnya untuk program doktoralnya, Jatna menjadikan Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya sebagai laboratorium alam yang bermanfaat dalam mendeduksi proses evolusi. Penelitian difokuskan pada morfogenetik dan perilaku dua spesies (Macaca maura dan Macaca tonkeana), memibuktikan bahwa telah terjadi intergradasi sekunder di perbatasan penyebaran dan hybridisasi telah terbentuk meluas di sekitar Danau Tempe di Sulawesi Selatan. Penemuan primata hybrid ini telah menarik perhatian dunia. Sebab, peristiwa hybridisasi tersebut memungkinkan terjadinya perubahan genetik dan perilaku serta sifat-sifat biologi lainnya.

Peristiwa ini hanya terjadi pada monyet baboon yang lazimnya ditemukan di Ethiopia. Penemuan yang sangat berarti dari tim-tim peneliti yang beliau ikuti adalah Virus baru dari keluarga Simian TCell leukemia T-Lymphotrophic virus pada monyet ekor panjang Jawa Barat. Penemuan beberapa monyet hybrid di Sulteng, Sulsel, dan Sulut. Spesies baru monyet dan primata langka lainnya di kepulauan Togean dan sekitarnya Serta jenis reptilia terbang yang di beri namanya, Draco supriatnai. sya

Drs Jatna Supriatna, MSc, PhD
Bidang Ilmu Dasar

Permudah Identifikasi Korban Bom

Wanita kelahiran Pare, Kediri (Jawa Timur) pada 2 November 1951 ini adalah penemu Disaster Perpetrator Identification (DPI), istilah baru dalam dunia forensik. DPI dipergunakan untuk mengidentifikasi korban akibat ledakan bom bunuh diri dalam waktu singkat melalui pecahan atau sisa ledakan tubuh manusia. DPI melengkapi Disaster Victim Identification (DVI) istilah untuk identifikasi korban mati bencana masal. Melalui DPI ini, Herawati bersama dengan anggota timnya, berhasil meletakkan dasar-dasar pemeriksaan DNA forensik untuk identifikasi pelaku bom bunuh diri (Bom Kuningan di Kedutaan Besar Australia).

Seperti diketahui, ledakan bom bunuh diri di depan kedutaan Australia yang terjadi dengan hebat itu telah mengakibatkan jatuhnya banyak korban. Proses identifikasi sulit dilakukan karena hanya fragmen-fragmen kecil jaringan manusia yang hangus yang dapat dikumpulkan dari tempat kejadian perkara. Penyidikan DNA forensik dari jaringan yang jumlahnya sedikit dan rusak berat memerlukan keahlian tersendiri dari segi pendekatan ilmiah maupun teknologi. Namun demikian, berkat ketelitian dan kecermatan Herawati Sudoyo dan anggota tim bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri), peristiwa Bom Kuningan yang menggemparkan tersebut berhasil terungkap.

Kini, dengan keahlian yang dimilikinya, Herawati menjadi wakil Indonesia dalam jaringan kerjasama regional Asia untuk Profil DNA Forensik. Hera merupakan salah seorang pelopor dihidupkannya kembali Lembaga Eijkman pada tahun 1993 dan kini menjabat sebagai wakil direktur di lembaga penelitian yang bergerak di bidang biologi molekuler tersebut.

Peraih gelar Magister Sains dari Universitas Indonesia dan program Doktor di Universitas Monash, Melbourne Australia, menjadikan pendidikan dan penelitian sebagai pilihan hidupnya. Ketertarikannya dalam memahami hubungan antara keanekaragaman genom manusia dan dampaknya pada penyakit yang dimiliki masyarakat pada etnis tertentu, terus berlanjut hingga kini dengan dukungan pendekatan arkeologis dan antropologis.

Herawati juga merupakan Ketua Tim Unit Identifikasi DNA Forensik Lembaga Biologi Molekul Eijkman sejak tahun 2004. Ia juga mengajar di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) sejak tahun 2005, dan merupakan anggota AIPI (Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia).

Dalam dunia internasional kemampuan Herawati diakui melalui keanggotannya di Human Genome Organization (HUGO), Asia-Pacific International Molecular Biology Network (A-IMBN), Asia-Pacific Biosafety Association (APBA), HUGO PANAsia Single Nucleotide Polymorphism (SNP) Consortium, dan menjadi wakil Indonesia pada Study Group of Molecular Diabetology in Asia, serta Regional East Asia Forensic DNA group, dan penganugerahan Australian Alumni Award 2008 sya

Dr Herawati Sudoyo, MS, PhD
Bidang Kedokteran

Penghancur Jarum Suntik

Bambang Widiyatmoko adalah salah seorang Peneliti LIPI dan juga Kepala Bidang Instrumentasi Fisis dan Optelektronika. Pada Januari 2006, sekembalinya dari pendidikan Doktoral di Jepang, pria kelahiran Boyolali pada 30 April 1962 ini di tahun pertamanya di LIPI, ia menghasilkan produk alat penghancur jarum suntik yang dikembangkan dengan teknologi sederhana dan telah didaftarkan hak patennya di Indonesia.

Alat ini mampu melebur bagian metal jarum suntik dalam waktu dibawah 10 detik dengan suhu tinggi, sehingga kuman-kuman yang terbawa dipastikan mati. Pembuatan alat ini terinspirasi oleh banyaknya penularan berbagai penyakit terutama HIV melalui jarum suntik. Walaupun masih diproduksi di LIPI, namun produk ini telah banyak dipakai di berbagai klinik dan rumah sakit. Dalam penelitian teknologi masa depan, ia mendirikan group penelitian teraherzt-photonics (THz-Photonics) yang memfokuskan penelitiannya dalam pengembangan instrumantasi optic khususnya untuk kebencanaan dan bidang komunikasi fiber optic. Alat utama yang diciptakan adalah Optical Spectrum Analyzer, dimana dana diperoleh dari program Riset Unggulan Terpadu.

Alat-alat pendukung lainnya seperti Tunable laser, Optical Amplifier, DFB laser system juga telah selesai dibuat dalam 2 tahun sekembalinya di LIPI. Ia pun berhasil membangkitkan gelombang mikro mampu tala dengan laser diode, dimana prinsip ini sebagai dasar untuk membangkitkan Teraherzt-wave.

Dengan dipatenkannya alat penghancur jarum suntik tersebut, total Bambang Widiyatmoko telah memiliki 30 Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), baik dalam negeri maupun luar negeri. Tiga penemuannya telah dipatenkan di Amerika Serikat, tiga hak paten International WPO, 23 hak paten di Jepang dan satu di Indonesia.

Bambang Widiyatmoko menyelesaikan studi S2 dengan beasiswa dari pemerintah Indonasia melalui program STAID ke Negara Jepang yaitu di Departemen Applied Electronics, Graduate School of Engineering, Tokyo Institute of Technology. Pada tahun 1997 ia kembali memperoleh beasiswa Monbusho untuk meneruskan program S3 di tempat yang sama. Studi S3 diselesaikan pada 28 Maret tahun 2000 dengan thesis berjudul ‘’generation of wide span optical frequency comb using non-linear frequency conversion.’’ Melanjutkan hasil studi S3 nya, beliau melakukan pengembangan, produk teknologi optoelektronik dengan dukungan antara lain dari Japan Science Technology Corporation dan NEDO, Jepang . sya

Dr Bambang Widiyatmoko, MEng
Bidang Ilmu Rekayasa

Penari yang Rektor

Berbeda dengan ketiga ilmuwan lainnya yang meraih penghargaan Habibie Award kali ini, Prof Sardono W Kusumo dilahirkan pada 6 Maret 1945 di Surakarta Solo ini tidak melalui jalur kuliah formal. Namun kiprahnya selama 30 tahun sebagai penari koreografer yang kreatif, peneliti dan pendidik di bidang seni budaya mengantarnya memperoleh gelar Profesor.

Kini menjabat Rektor Institut Kesenian Jakarta (IKJ), sejak tahun 1968 beliau telah menjadi anggota termuda Dewan Kesenian Jakarta, beliau dikenal pula sebagai pengembara lintas budaya. Dengan latar belakang sebagai penari klasik Jawa, Sardono mengabdikan pertemuannya dengan budaya Bali, Dayak Kenyah di Kalimantan Timur, Dani dan Asmat di Irian Jaya, serta seniman internasional seperti Peter Brooks dan Arianne Mnouchkine sebagai suatu dialog kebudayaan.

Sardono juga dikenal sebagai tokoh pembaharu yang mencari nurani Indonesia dalam seni tari. Proses kreatif dalam koreografinya tak hanya sekedar obsesi estetis, namun merupakan ekspresi filosofis. Perhatian yang ia tujukan kepada perubahan ekosistem di bumi dan dampaknya terhadap keseimbangan budaya melahirkan karya-karya, seperti Meta Ekologi (1979), Hutan Plastik (1983), Hutan yang Merintih (1987).

Di dalam bidang penelitian, Sardono telah melakukan kajian dan eksperimen yang cukup berpengaruh di dalam dunia tari. Karya tulisnya yang berjudul Hanoman, Tarzan, Phitecantropus memberi inovasi bagi seniman Indonesia untuk mengamalkan pengalaman pribadinya ke dalam sebuah tulisan ilmiah. Selain sebagai Rektor IKJ, Sardono juga mengemban jabatan sebagai Ketua Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Seni di Indonesia.

Ia menggerakkan institut-institut Kesenian di seluruh Indonesia untuk menyusun standar pendidikan bersama yang bersifat nasional dan juga menggagas serta menyelenggarakan festival tari di dalam dan di luar negeri. Penghargaan Internasional yang diterimanya antara lain Prince Claus Awards, Distinguished Artist Award dan International Society of Per forming Arts sya

Prof Sardono Waluyo Kusumo
Bidang Ilmu Budaya

Sumber : Republika (26 November 2008)

Posted in Prestasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,145 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: