The Habibie Center Serahkan Penghargaan Bagi 4 Inovator


The Habibie Center akan menyerahkan Habibie Award pada empat orang yang berprestasi dalam menciptakan sebuah inovasi. Penghargaan ini diprakarsai Yayasan SDM-IPTEK yang merupakan salah satu unit kerja atau center dilingkungan kerja The Habibie Center.

Demikian diungkapkan Ketua Dewan Pembina Yayasan SDM-Iptek The Habibie Center Wardiman Djojonegoro di Kemang, Jakarta Selatan hari Kamis (20/10). “Penghargaan ini diberikan untuk yang ke sepuluh kalinya,” kata Wardiman.

“Pemberian Habibie Award telah berlangsung selama sembilan tahun. Penghargaan ini diberikan pada perorangan dan badan yang dinilai sangat aktif dan berjasa dalam menemukan, mengembangkan dan menyebarluaskan berbagai kegiatan iptek yang baru,” ujar Wardiman.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di era orde baru itu juga mengatakan, ada lima bidang iptek yang diberikan penghargaan. Pertama, ilmu pengetahuan dasar, kedua ilmu kedokteran dan bioteknologi, serta ketiga, ilmu rekayasa, keempat, ilmu ekonomi, sosial, politik dan hukum, yang terakhir ilmu filsafat, agama dan kebudayaan.

“Berdasarkan penilaian juri hanya empat bidang yang akan mendapatkan penghargaan kali ini, yaitu ilmu pengetahuan dasar, ilmu kedokteran, ilmu rekayasa dan ilmu kebudayaan,” jelasnya.

Untuk pengetahuan dasar jatuh pada Jatna Supriatna yang telah menemukan terjadinya intergaradasi sekunder, terhadap dua spesies hybrid monyet, Macaca maura dan Macaca tonkeana yang hidup di Sulawesi Selatan.

Penemuan ini cukup mengejutkan dunia sebab peristiwa semacam ini hanya terjadi pada monyet baboon yang lazim ditemukan di Ethiopia. “Pak jatna menemukan monyet yang ukurannya sangat kecil, saya juga baru tahu itu,” tambah Wardiman.

Ditambahkan olehnya, pada ilmu kedokteran diberikan pada Dr Herawati Soedoyo yang telah melakukan inovasi dibidang Forensik DNA. Metode ini digunakan untuk mengenali korban ledakan bom atau kecelakaan. Metode ini telah digunakan untuk mengenali identitas pelaku bom kedutaan Australia.

Untuk kategori ilmu rekayasa diberikan pada Bambang Widiatmoko yang telah menciptakan produk berupa alat penghancur jarum suntik yang dikembangkan dengan teknologi sederhana.

Sardono W Kusumo, Rektor IKJ, mendapat penghargaan untuk bidang ilmu budaya, Sardono mendapatkan Habibie Award atas jasanya dalam menjalani kiprahnya sebagai koreografer yang kreatif selama 30 tahun.

Dikatakan Wardiman, pada saat penyerahan penghargaan, masing-masing penerima akan menjelaskan apa inovasi yang telah mereka lakukan secara rinci.

“Pemberian penghargaan akan dilakukan pada 25 November ini, para pemenang akan mendapatkan medali, piagam penghargaan dan uang senilai US $ 25.000,” tutup Wardiman.(*/PWP18/C/rdp05)

Sumber : Republika (22 November 2008)

Posted in Prestasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,031 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: