BEM se-Indonesia Bahas Ekonomi Islam


Radar Malang
MALANG – Puluhan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari 35 perguruan tinggi (PT) se-Indonesia menggelar Lokakarya BEM di Universitas Negeri Malang (UM) yang berakhir hari ini. Salah satu agenda besarnya adalah membahas alternatif penerapan ekonomi Islam untuk menghindari datangnya badai krisis lanjutan karena penerapan sistem ekonomi kapitalis.

Sebagai narasumber, panitia menghadirkan Dwi Condro Triono (anggota Asosiasi Peneliti Ekonomi Syariah) dan Hendri Saparini (pengamat ekonomi dari Econit). Pandangan-pandangan ekonomi juga mereka gali dari mantan General Manajer PT Indosat Marwan Batubara.

Condro dalam presentasinya Sabtu (29/11) di gedung A3 UM mengungkapkan, sistem ekonomi kapitalis sangat rapuh. Sebab makin jauh meninggalkan sektor riil. Dua mesin kapitalis, yakni perbankan dan pasar modal, memainkan uang dan hutang hingga memunculkan harga psikologis.

Dalam praktinya, kata dosen luar biasa UGM ini, hanyalah jual beli “kertas”, bukan barang yang riil. Apabila bank atau pasar modal bangkrut, maka semuanya yang terkait akan ikut bangkrut. Akibatnya pun bisa sangat parah. Sebab konon uang yang terlibat dalam transaksi non riil mencapai 700 kali lipat dibanding sektor riil.

Ekonomi Islam ditawarkan karena menganut sistem keseimbangan. Bukan yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Ada tiga pilar utama ekonomi Islam. Pertama adalah kepemilikan (individu, umum, negara). Kedua adalah pemanfaatan kepemilikan (konsumsi, produksi). Dan ketiga adalah distribusi kekayaan di tengah-tengah manusia (ekonomis : mekanisme pasar, non ekonomis: individu masyarakat dan negara).

Ketua BEM UM Greny Nuradi mengatakan, mahasiswa harus sudah paham dengan kondisi riil bangsa dan negara-negara di dunia. Termasuk kondisi ekonomi yang kini sedang terguncang. Dari hasil lokakarya, pihaknya berupaya memberikan rekomendasi kepada pemerintah.

Besok, hasil rekomendasi itu akan dipaparkan kepada para anggota DPRD Kota Malang melalui sebuah audensi. Diharapkan, para politikus Kota Malang tercerahkan dengan rekomendasi dari BEM se-Indonesia. Dari lokakarya itu, mahasiswa diharapkan punya peran dalam menentukan kepemimpinan nasional yang bisa mewujudkan kemandirian perekonomian bangsa. “Hasil rekomendasi itu nanti juga dibawa oleh semua BEM ke daerah masing-masing,” ungkap Greny. (yos/war)

Posted in Info, Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,145 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: