Depdiknas Gagas Recognize Prior Learning


SURABAYA – Pemerintah memberikan perhatian serius terhadap banyaknya guru yang belum mengenyam pendidikan strata satu (S-1). Terutama, para guru SD. Melalui Ditjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PMPTK), Depdiknas berkonsentrasi mendorong para guru SD untuk bisa mengenyam S-1.

“Kami akan konsentrasikan penyekolahan guru pada guru-guru SD,” kata Direktur Profesi Pendidik Dirjen PMPTK Depdiknas Achmad Dasuki di sela-sela memberikan materi seminar Kebangkitan Guru di Balairung Telkom Divre V Jatim kemarin (30/11).

Menurut Dasuki, guru yang belum memiliki kualifikasi akademik S-1/D-IV saat ini masih besar. Di antara 2.783.321 guru di Indonesia, 63 persen belum S-1. Artinya, ada 1.753.492 guru yang belum memiliki S-1. Sebanyak 1.041.793 orang di antaranya adalah guru SD. Rinciannya, 793.991 guru PNS dan 247.802 guru belum PNS.

“Mereka perlu disegerakan untuk S-1. Sebab, selain masalah peningkatan mutu, ini kan berkaitan erat dengan masalah kesejahteraan mereka,” ujarnya. Maksudnya, kesejahteraan itu adalah sertifikasi guru. Nah, salah satu syarat sertifikasi adalah guru harus berpendidikan S-1. Jika seorang guru telah bersertifikat profesional, otomatis mereka akan mendapatkan tunjangan profesi pendidik (TPP).

Dasuki mengatakan, tahun ini ada 170 ribu guru yang disekolahkan ke jenjang S-1. Masing-masing mendapatkan jatah Rp 2 juta per tahun. Pada 2009, jumlah guru yang disekolahkan bakal meningkat. Begitu juga unit cost yang mereka dapat. Total, ada 328 guru yang akan disekolahkan. Sedangkan unit cost atau pembiayaannya meningkat menjadi Rp 3,5 juta per tahun per orang.

Kuota guru yang disekolahkan oleh pemerintah tersebut berbeda di tiap-tiap provinsi. Itu bergantung pada jumlah guru yang belum S-1 di provinsi bersangkutan. Penghitungannya, menurut Dasuki, sama dengan perhitungan kuota sertifikasi. “Nanti kami serahkan pada provinsi tentang pengiriman guru yang disekolahkan ini. Yang diutamakan adalah guru-guru yang sudah tua. Mereka akan didahulukan,” terangnya.

Guru-guru itu bisa memilih tiga program yang tersedia. Pertama, S-1 pendidikan jarak jauh (PJJ) Universitas Terbuka. Kedua, melalui tatap muka di LPTK (lembaga pendidik dan tenaga kependidikan). Ketiga, S-1 PJJ untuk pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). “Selain melalui tatap muka, kuliah kan bisa juga dilakukan melalui internet,” tuturnya.

Selain itu, ada alternatif lain untuk meng-upgrade kualitas para guru tersebut. Yakni, menghitung setiap diklat-diklat yang diikuti guru. Diklat itu tentu bukan sembarangan, melainkan diklat yang berhubungan dengan peningkatan profesionalisme guru. “Jadi, kalau seminar-seminar biasa, ya tidak kami hitung,” tegasnya.

Diklat tersebut akan dinilai menjadi SKS (satuan kredit semester). Dengan demikian, jika guru bersangkutan kuliah lagi untuk mengambil S-1, waktu kuliah tidak perlu lama. Sebab, mereka telah mempunyai tabungan SKS. Alternatif itu masih dibahas oleh konsultan Dirjen PMPTK. Jika sudah selesai, rancangan teknisnya akan dikonsultasikan dengan konsorsium LPTK. Jika konsorsium LPTK setuju, hal itu akan segera diajukan untuk menjadi peraturan menteri. “Ini namanya program recognize prior learning, yaitu menghitung kredit bawaan seperti diklat-diklat ini,” jelasnya. (sha/hud)

sumber :jawapos.com

Posted in Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,204 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: