SMAN 2 Rebut Tiga Kategori


Final Red-A DetEksi Model Competition

SURABAYA – Untuk tahun ketiga berturut-turut, SMAN 2 Surabaya dan SMA St. Louis 1 Surabaya meraih posisi dua besar di Red-A DetEksi Model Competition, pemilihan duta sekolah di konvensi anak muda tahunan DetEksi Jawa Pos. Tadi malam, giliran Smada (sebutan SMAN 2) yang merebut gelar juara melalui Wening Nataningsih. Wakil Sinlui (sebutan SMA St. Louis 1), Patricia Ellen, berada di urutan kedua.

Bahkan, Wening tadi malam meraih tiga gelar sekaligus. Dia juga meraih gelar Model Persahabatan yang dipilih oleh sesama finalis, plus gelar Juara Favorit Pengunjung di Ballroom Supermal Pakuwon Indah Surabaya. Sovia Salamah, wakil SMAN 1 Surabaya, meraih juara ketiga.

Sejak kompetisi ini diselenggarakan pada 2006 lalu, Smada dan Sinlui selalu berebut juara. Pada tahun pertama, Nadya Wulan Febiana merebut gelar untuk Smada, sedangkan Isabella Monalisa Tanta dari Sinlui di urutan kedua. Tahun lalu, giliran Sinlui meraih juara lewat Brinna Anindita, menyisihkan Kartika Ayu dari Smada. Tahun ini, gelar kembali diraih Smada.

Final tadi malam berlangsung sangat kompetitif. Dari 20 finalis mengecil jadi sepuluh besar, mengecil lagi jadi lima besar, dan kemudian tiga besar sebelum penentuan pemenang. Finalis harus mempresentasikan sekolah masing-masing dan menjawab pertanyaan dari satu sama lain, atau menjawab pertanyaan juri.

Tim juri terdiri atas Azrul Ananda (wakil direktur Jawa Pos sekaligus produser Espresso DetEksi-Con 2k8), Tini B. Renan (pimpinan Viva Beauty Center), Nalini Muhdi Agung (psikiater), Danny Wibisono (kepala divisi pemasaran PT Vitapharm), dan Josephine Ratna (manajer Australian Education Centre).

Saat paling menentukan, saat juri harus memilih juara satu, dua, dan tiga, sempat ada perdebatan. Setiap kontestan diberi satu pertanyaan yang sama dari juri. Yaitu, “Ada orang yang bilang semua perempuan itu cantik. Padahal, kenyataannya ada yang memang jelek. Bagaimana pendapatmu tentang pernyataan tersebut tanpa sedikit pun menyinggung tentang inner beauty?”

Ketiga finalis ternyata memberi jawaban yang intinya sama. Pada dasarnya, setiap perempuan diciptakan Tuhan sesempurna mungkin, tinggal bagaimana berperilaku. Akhirnya, dewan juri pun memilih berdasarkan faktor-faktor lain.

“Kami memilih Wening untuk menjadi juara pertama, karena performanya paling stabil dari babak pertama. Selain itu, sesama finalis memilihnya sebagai Model Persahabatan, yang membuktikan Wening memang punya nilai tersendiri,” jelas Azrul.

Saat diumumkan menjadi juara, Wening langsung menangkupkan kedua tangannya ke atas. “Aku bangga bisa berdiri sebagai wakil Smada yang berhasil merebut kembali gelar juara. Alhamdulillah,” ujarnya. Final tadi malam sudah sold out sejak sepuluh hari sebelumnya. Sekitar 2.000 penonton yang hadir dihibur oleh penampilan The Changcuters dan D’Cinnamons. (hil/puz)

Posted in Pendidikan, Prestasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 469,901 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: