SDN Robatal 1 Lumpuh


Radar Madura

Sekolah Disegel Pemilik Tanah

ROBATAL-Lahan SD jadi sengketa, murid yang jadi korban. Akibat sengketa lahan yang tak belum juga usai, kemarin giliran aktivitas di SDN Robatal 1, Kecamatan Robatal, Sampang, lumpuh. Kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak bisa dilakukan karena sekolah disegel pemilik lahan.

Ratusan siswa dan guru SDN Robatal 1 hanya pasrah. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa atas kasus tersebut. Seharian kemarin siswa hanya berkeliaran di sekolah. Tidak belajar.

“Kita tidak bisa berbuat apa pun, karena ini menyangkut hak orang lain,” ujar Ach. Munir SPd, kepala SDN Robatal 1.

Sejak menjabat sebagai kepala sekolah pada 1993, dua kali Munir mengalami penyegelan sekolah oleh pemilik tanah. “Pertama pada 2007 lalu. Kedua pada November (2008) lalu,” ungkapnya.

Sebenarnya, pada 1 Desember pihaknya sudah diberi tahu tentang rencana penyegelan sekolah tersebut. Hanya, Munir tidak bisa berbuat apa-apa. “Ini bukan urusan saya lagi,” ujarnya.

Sementara itu H Subaidi, putra salah satu kerabat pemilik tanah yang kebetulan merupakan guru bantu di SDN Robatal 1 mengatakan, penyegelan pihaknya merasa dikecewakan. Beberapa tuntutan terkait penyelesaian sengketa tanah belum dipenuhi pemkab.

“Saya sudah pernah mengajukan tuntutan terkait penyelesaian sengketa tanah ini. Tapi, sampai sekarang tidak digubris,” ujar Subaidi. Salah satu tuntutannya adalah Subaidi sebagai guru bantu diloloskan menjadi PNS (pegawai negeri sipil).

Plt Kepala Dinas P dan K Hermanto Subaidi yang dikonfirmasi melalui Kasubdin TK/SD Zainal Fatah mengatakan, sengketa tanah di SDN Robatal 1 segera diselesaikan. Karena itu, dia mengimbau jangan sampai ada aksi yang mengganggu KBM.

Zainal yang datang ke lokasi penyegelan sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan pemilik tanah. Sebab, akibat penyegelan itu, KBM SD Robatal 1 lumpuh total.

“Kedatangan kami ke lokasi untuk menyelesaikan perkara penyegelan. Sebab, itu berdampak pada KBM siswa. Kalau untuk urusan sengketa tanah, nanti ada tim khusus yang akan menyelesaikannya,” ujar Zainal.

Berdasarkan hasil mediasi yang dilakukan dinas P dan K, kepala desa setempat akan mengupayakan sengketa tanah tersebut tidak berdampak pada penyegelan sekolah. “Hasil mediasi tidak mengacu pada sengketa tanah. Hanya membicarakan tentang aksi penyegelan. Yang pasti, kita akan mengupayakan agar hari ini KBM berjalan seperti biasanya,” terang Zainal.

Dijelaskan, penanganan kasus engketa tanah sudah dituangkan dalam edaran bupati nomor 590/929/434.001/2007. Dalam surat edaran yang ditujukan pada camat se Kabupaten Sampang itu disebutkan, jika terjadi tindakan anarkis (penutupan sekolah) oleh pihak yang merasa memiliki hak, agar segera dilaporkan ke pihak yang berwajib (kepolisian setempat) agar ditindak sesuai aturan yang berlaku.

“Dalam surat edaran tersebut tercantum aturan-aturan yang dipakai terkait maraknya gugatan atas kepemilikan tanah. Jadi, silakan melalui jalur hukum saja,” kata Zainal Fatah. (ri/mat)

Posted in Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,204 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: