Yasya’ Bahrul Ulum, Juara Olimpiade Matematika Se-Jatim


Radar Kediri

Masih Senang Bermain, Tak Suka Ikut Bimbel

Suka ilmu hitung sejak kelas V SD, Mohammad Yasya’ Bahrul Ulum kemudian mengasah kemampuannya hingga ke luar kota. Berbagai gelar pun dia dapatkan. Terakhir, juara I Olimpiade Matematika 2008 tingkat SMP se-Jatim disabetnya.

IKA MARIANA, Kediri

————

Bunga adenium warna merah bermekaran di halaman rumah yang berada di Jalan Pemuda 41, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Ditempatkan di pot yang tertata rapi, bermekarannya bunga tersebut seperti menandakan keceriaan sang pemilik rumah yang baru saja meraih hasil gemilang dalam lomba yang diikuti.

Ya, Mohammad Yasya’ Bahrul Ulum, siswa kelas VIII-C SMP Negeri 3 Kediri, bocah yang tinggal di rumah tersebut, baru saja menorehkan prestasi bagus. Menjadi juara dalam ajang Olimpiade Matematika tingkat Jatim yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) ‘Vektor’ Universitas Negeri Malang.

Yasya’, demikian bocah ini biasa disapa, muncul dari kamar. Dia kemudian menghampiri Radar Kediri yang berada di ruang tamu. Kedua orang tuanya, Imam Chumaidi dan Sofiah, mendampingi bocah tersebut selama berbincang dengan Radar Kediri.

Selain berotak encer, Yasya’ memiliki tutur bahasa yang santun. Percakapannya mudah dimengerti. Setiap kali berbicara, semangatnya terasa menggelora. Matematika dan pengalamannya mengikuti berbagai lomba memang selalu membuat sulung dari dua bersaudara itu bersemangat.

“Matematika itu menyenangkan. Tak perlu banyak alat peraga,” begitu pendapatnya tentang matematika. Jadi, menurutnya, salah apabila ada anggapan matematika itu sulit dan menakutkan.

Pada olimpiade yang baru diikutinya itu misalnya. Dia berhasil masuk semifinal bersama 80 pelajar se-Jawa Timur. Mengerjakan soal matematika selama dua jam, dia lolos ke final dengan modal berada di peringkat ketiga.

Tapi, bagi dia, bukan hanya kemampuan matematika yang membantu selama ini. Nasehat sang ibulah yang dianggapnya sering membawanya menjadi juara. “Sebelum mengerjakan soal di babak final, saya bilang kerjakan soal yang mudah dulu dan teliti ulang. Baru mengerjakan soal yang susah,” jelas Sofiah tentang nasehatnya itu.

Yasya’dikenal pintar dan mudah menerima pelajaran. Sejak SD nilai-nilainya selalu tinggi. Tidak hanya di matematika, tapi juga di semua mata pelajaran. Dia juga selalu mendapat peringkat lima besar di kelasnya.

Kelas V SD, dia menjuarai lomba MIPA se-Kota/Kabupaten Kediri. Sejak itu, bocah yang kini berumur 14 tahun itupun sering mengikuti lomba serupa.

Lulus SD, dia masuk ke salah satu sekolah favorit di Kota Kediri. Serta berhasil masuk di kelas Internasional. Di sana bakatnya terus diasah. Selain mengikuti berbagai lomba matematika di tingkat regional dan nasional, dia pun lolos menjadi salah satu pelajar yang mengikuti Program Pembinaan Kompetensi Siswa dari Science Center Universitas Brawijaya.

Sudah empat kali dia mengikuti pelatihan di Malang. “Setiap bulan pembinaan selama seminggu. Terakhir tahap IIIB Juni lalu,” tutur sang ibu yang selalu mendampinginya saat lomba dan pembinaan.

Januari 2009 nanti pihak Unibraw sudah memanggil Yasya’ kembali untuk pembinaan. Tentu saja, itu menyita waktu belajarnya. Untungnya, walaupun menyita waktu belajarnya di sekolah, namun Yasya’ masih bisa meraih rangking II di kelasnya.

Kedua orang tuanya pun bangga atas berbagai prestasi dari buah hatinya tersebut. Sejak awal mereka, yang mencari nafkah dengan berwirausaha tersebut, telah menyadari bahwa anaknya memiliki bakat akademik. Usai menjuarai lomba matematika, mereka pun terus mendukung prestasi Yasya’.

Mendapat dukungan penuh, ABG berwajah manis inipun semakin giat. Yasya’ yang dulunya juga menyukai pelajaran IPA kemudian mengkhususkan diri ke matematika. “IPA dibagi lagi biologi dan fisika, jadi bingung. Akhirnya, konsen ke matematika saja,” akunya sambil tersenyum.

Sebelumnya, Yasya’ lolos di tingkat provinsi dalam Olimpiade Sains Nasional Tingkat SMP di Makassar, Sulawesi Selatan, Agustus lalu. Meskipun belum menjadi juara, namun penyuka sepakbola ini cukup puas bisa mewakili Jawa Timur dan bertemu dengan peserta dari seluruh Indonesia.

Saat ini, Yasya’ tengah bersiap mengikuti lomba matematika tingkat nasional yang diadakan sebuah yayasan Turki di Indonesia, Pasiad. Namun, jangan membayangkan persiapan ketat dilakukan oleh anak yang juga berbakat di catur ini. Seperti bocah seusianya, Yasya’ lebih sering bermain daripada belajar.

Pulang sekolah, dia kemudian makan siang. Setelah salat dan tidur siang, sorenya main bola sama teman-teman. Saat malam, Yasya’ juga jarang belajar. Lebih sering bermain dengan adiknya Mida Ainul yang baru kelas III. Atau nge-game di laptop.

Dia juga memilih mengaji di malam hari dan anti dengan bimbingan belajar (bimbel). Menurutnya, pelajaran di sekolah sudah ditambah. Belum lagi bimbingan khusus saat hendak mengikuti lomba. “Kalau ikut bimbel malah capek,” kilahnya.

Melihat perkembangan anak laki satu-satunya itu, kedua orang tuanya pun sangat bangga. Padahal, saat kecil dulu Yasya’ nakal dan selalu berulah. Namun kini, bukan hanya berhasil menjadi juara di berbagai lomba, Yasya’ pun sudah ditawari melanjutkan sekolah dengan beasiswa penuh oleh beberapa pihak.

Di sekolah, Yasya dikenal sebagai siswa yang pintar, santun, dan kemampuan agamanya pun bagus. Sekolah pun turut bangga dengan prestasinya tersebut. Mereka memberikan dukungan kepada bocah yang bercita-cita sebagai ahli teknologi informatika tersebut.

“Kami mendukung penuh Yasya’ untuk bisa terus mengambangkan potensinya dan memiliki banyak pengalaman, mulai dari mengikuti lomba dan pelatihan,” kata Kepala SMPN 3 Kediri Noto.

Menurut Noto, sekolah juga memberikan bimbingan kepada siswa untuk persiapan mengikuti olimpiade atau lomba mata pelajaran lainnya. Sebagai bentuk dukungan meraih prestasi di bidang akademis. (fud)

Posted in Pendidikan
3 comments on “Yasya’ Bahrul Ulum, Juara Olimpiade Matematika Se-Jatim
  1. RORO says:

    ,,emanghk T.O.P. B.G.T deght bwdh Yasya’..
    ,,quewth nge-fanst bgdth mhacght Yasya’
    ,,lUphe u puooll

  2. C10 says:

    itu bukan smp 3 kediri,tapi 1

  3. Uka says:

    seharusnya Dheg yasha itu dari Smpn 1 kediri bukan dari smpn 3.. mohon dibenahi..

    sedikit Informasi, Dheg yasha juga baru saja menang lomba matematika MATHOS yang diadakan SMAN 2 Kediri tanggal 14 Maret 2010

    Smangat terus ya dgeg…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 469,976 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: