Libatkan Perguruan Tinggi di UN SMA/MA


Jakarta, Penjaminan kredibilitas pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA/SMK mulai dilakukan tahun 2009..
dengan melibatkan perguruan tinggi. Upaya ini ditempuh agar perguruan tinggi tidak ragu memakai hasil ujian nasional siswa SMA/SMK sebagai pertimbangan seleksi masuk.

”Pada pelaksanaan UN SMA/ MA, perguruan tinggi tidak lagi sebagai tim pemantau independen. Perguruan tinggi terlibat juga sebagai penanggung jawab, berkoordinasi dengan dinas pendidikan provinsi. Ini sebagai langkah awal untuk membuktikan bahwa UN dilakukan secara jujur sehingga hasilnya tidak lagi diragukan pihak lain, termasuk perguruan tinggi,” kata Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Djemari Mardapi di Jakarta, Selasa (6/1).

Menurut Djemari, hasil UN tahun ajaran 2008/2009 belum serta-merta dipakai perguruan tinggi sebagai salah satu pertimbangan dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru. Keterlibatan perguruan tinggi pada penyelenggaraan UN SMA/MA tahun ini diharapkan bisa memperbaiki citra pelaksanaan UN.

Perguruan tinggi, kata Djemari, punya wewenang untuk membentuk tim kerja UN, menentukan penanggung jawab lokasi, dan pengawas ruangan ujian yang berkoordinasi dengan pemerintah kota/kabupaten, serta menjamin obyektivitas dan kredibilitas pelaksanaan UN di wilayahnya. ”Koordinasi perguruan tinggi untuk pelaksanaan UN SMA/MA nanti dilaksanakan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri,” ujar Djemari.

Tes masuk ke perguruan tinggi seperti seleksi nasional masuk PTN (SNMPTN) juga menguji kemampuan Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, dan IPS yang sebenarnya sudah diujikan di UN SMA/SMK/MA. Akibatnya, pelaksanaan UN jenjang SMA dinilai mubazir karena tidak dimanfaatkan perguruan tinggi. Padahal, berdasar Pasal 68 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.

Jika hasil UN bisa diakui perguruan tinggi, seleksi masuk PTN bisa diarahkan untuk tes potensi akademik atau kemampuan skolastik calon siswa.

Djoko Santoso, Ketua Majelis Rektor PTN, mengatakan, pihaknya harus melihat dulu bagaimana kredibilitas pelaksanaan dan hasil UN SMA/MA sebelum memakainya sebagai salah satu pertimbangan masuk ke jenjang pendidikan tinggi. ”Ini kan untuk peningkatan mutu pendidikan bangsa. Perguruan tinggi juga mesti terlibat,” katanya. Pada UN tahun ajaran 2008/2009, siswa dinyatakan lulus dengan nilai rata-rata minimal 5,5. (ELN) – Kompas Edisi Cetak-

Posted in Info, Pendidikan, Tahukah Anda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
January 2009
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,142 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: