61 Ribu Anak Usia SMA Tak Sekolah


GROBOGAN – Angka siswa lulusan sekolah menengah pertama (SMP) yang tidak melanjutkan ke jenjang sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Grobogan, ternyata sangat besar. Jumlahnya mencapai 60 persen dari keseluruhan siswa usia sekolah di sana.

Dari data Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, angka anak usia sekolah SMA (usia 16-19) atau lulusan SMP, mencapai 95.183 siswa. Dari angka itu, hanya 28 ribu, yang kemudian melanjutkan ke tingkat SMA. Jadi, ada sekitar lebih dari 61 ribu anak usia SMA yang tidak bersekolah.

Menurut Kasi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, Purwo Sutrisno, kondisi ini dipicu berbagai faktor. Selain faktor ekonomi, motivasi siswa untuk melanjutkan sekolah juga minim. “Terlebih tidak ada dukungan dari keluarga atau orang tua untuk menyekolahkan anaknya,” terangnya kemarin (8/3).

Disebutkan Purwo, banyak dari anak putus sekolah itu, berada di daerah pinggiran Grobogan. Umumnya, mereka lebih memilih untuk bekerja dari pada melanjutkan sekolah, sehingga dapat menghasilkan uang untuk membantu perekonomian keluarganya.

Selain faktor ekonomi dan motivasi, akses ke sekolah di sejumlah wilayah di pinggiran kabupaten juga kurang. Ia mencontohkan, di Kecamatan Brati, sama sekali tidak ada fasilitas SMA di sana. Tujuh kecamatan lain meliputi Kecamatan Penawangan, Tegowanu, Kedungjati, Tanggungharjo, Klambu, Tawangharjo, dan Kecamatan Ngaringan, juga belum memiliki SMA Negeri.

Jika ada, lanjut Purwo, sekolah lanjutan itu adalah sekolah swasta, semisal madrasah aliyah (MA) swasta. Namun begitu, banyak warga yang berada di daerah perbatasam, angka putus sekolah cukup rendah.

Seperti yang terlihat di Kecamatan Klambu misalnya. Mereka memilih sekolah ke kabupaten lain “Misalnya saja ke Kudus. Karena aksesnya yang gampang, mereka memilih sekolah ke sana,” jelasnya.

Untuk menekan angka putus sekolah ini, pihak Disdik Grobogan kini terus mengupayakan pendidikan luar sekolah, seperti Kejar Paket B (tingkat SMP) dan Kejar Paket C (setingkat SMA).

“Angka kontribusi Kejar Paket B dan C mencapai 10 persen. Agar lebih menarik minat warga, mereka juga kita bekali dengan keterampilan kerja,” imbuhnya. (ans/mer)

Posted in Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
March 2009
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,031 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: