Dewan Pendidikan Turun Tangan


Evaluasi Try Out Dispendik

PASURUAN – Tudingan miring tentang pelaksanaan try out unas di Kota Pasuruan, membuat dewan pendidikan ikut turun tangan. Mereka menilai, memang ada kekurangan dalam pelaksanaan try out tersebut. Itu sebabnya, dinas pendidikan (Dispendik) dituntut menambah frekuensi try out agar siswa tidak kebingungan.

“Kami sudah melakukan evaluasi khusus untuk pelaksanaan try out tersebut. Hasilnya, kami temukan beberapa jenis kekurangan,” kata Ketua Dewan Pendidikan Misranto.

Akademisi dari Unmer Pasuruan ini menuturkan beberapa bentuk kekurangan tersebut. Salah satunya yang paling utama adalah ketidaksesuaian materi soal-soal try out dengan standar kompetensi lulusan (SKL). Akibatnya, banyak siswa yang kebingungan mengerjakan soal-soal tersebut.

Salah satu contoh ketidaksesuaian tersebut adalah penyamaan soal pelajaran matematika untuk SMA, dan SMK. Padahal, dalam kurikulumnya materi pelajaran matematika itu tidak sama.

Informasi yang sampai ke Radar Bromo menyebutkan, evaluasi tentang pelaksanaan try out oleh dewan pendidikan itu dilatarbelakangi oleh pengaduan beberapa pengurus musyawarah guru mata pelajaran (MGMP).

Seperti yang diberitakan Radar Bromo kemarin, MGMP sendiri sudah merasa diabaikan fungsinya oleh Dispendik. Mereka menilai sudah ditelikung Dispendik, dengan tidak dilibatkan dalam proses pembuatan soal. Protes itu pun meluncur, sampai akhirnya menjadi pembahasan di tingkat dewan pendidikan.

“Hal yang penting adalah pemberdayaan MGMP. Tugas mereka untuk berpartisipasi dalam kesuksesan hasil ujian nasional harus ditingkatkan. Dengan begitu, kesesuaian antara soal-soal try out dengan SKL bisa mereka awasi juga,” tegas Misranto.

Atas kritik dewan pendidikan ini, Kepala Dispendik Kota Pasuruan Bashori Alwi menyatakan sudah melakukan evaluasi atas pelaksanaan try out tersebut.

“Kami mengakui ada hal-hal yang masih harus diperbaiki. Kami akan segera menambah frekuensi try out untuk kalangan pelajar dalam waktu dekat,” ungkap Bashori.

Dia mengakui jika mekanisme pelaksanaan try out yang benar-benar independen dengan melibatkan pihak ketiga itu baru kali pertama dilaksanakan. Sehingga, jika kemudian ada kelemahan, menurutnya sudah wajar.

“Tapi, kami tidak mau menutup mata atas permasalahan ini. Dan segera menyusun rencana try out lanjutan, sebelum siswa menghadapi ujian nasional yang sesungguhnya,” tegas Bashori. (via/nyo)

Posted in Pendidikan, Prestasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
March 2009
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,204 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: