Nuh: Tidak Boleh Ada Diskriminasi Pendidikan


REMBANG – Biar masyarakat cerdas dan pendidikan semakin merata, maka sistem pendidikan tidak boleh diskriminatif. Tidak boleh yang satu diistimewakan, sementara yang lain dianaktirikan. Perlakuan pendidikan harus sama. Baik sekolah yang di bawah departemen pendidikan maupun departemen agama.

Demikian disampaikan Menkominfo Prof Dr Muhamad Nuh. “Pada masa pemerintahan sekarang (SBY), bertekad untuk menghilangkan diskriminasi,” ungkap Nuh, saat mengisi pengajian pada acara peringatan Maulud Nabi Muhammad, HUT Ponpes Al Anwar Ke-42 dan peresmian Ponpes Al Anwar 2 di Desa Gondangrejo, Kecamatan Sarang, kemarin malam.

Tekad pemerintah itu dapat dilihat dari sejumlah program yang dilaksanakan secara merata. Seperti bantuan operasional sekolah (BOS) maupun beasiswa. Pemerintah juga memberikan perhatian kepada pondok pesantren. Karena pemerintah menyadari bahwa pondok pesantren menjadi benteng nasionalisme, moral dan akhlak. Jasa pesantren terhadap bangsa ini cukup besar.

Nuh, juga mengingatkan, bahwa Indonesia adalah negara besar. Namun, tidak setiap yang besar memiliki makna besar. Ada yang besar memiliki makna kecil. Yakni, kedunguan. Sebaliknya ada yang kecil memiliki makna besar. Yakni, kecerdasan dalam kesyukuran. Kalau ada yang kecil memiliki makna kecil, merupakan kelaziman. Begitu juga yang besar memiliki makna besar juga kelaziman.

“Kita ingin Indonesia yang besar memiliki makna yang luar biasa besar,” tandasnya.

Untuk mencapai itu semua, lanjut dia, bangsa ini diminta untuk membuang stigma negatif. Seperti infiority complex atau penyakit rendah diri dalam segala hal. Sebab, penyakit orang yang kalah biasanya sering menyalahkan orang lain. Seperti orang yang mencari jarum di luar rumah, padahal jarumnya jatuh di dalam kamar. Mereka tidak mau mencari jarum di kamar, disebabkan karena kamarnya gelap.

Selain memberikan ceramah, Bersama KH Maemoen Zuber, M Nuh juga menandatangani prasasti peresmian pesantren Al-Anwar 2. Sejumlah politisi dan cendikiawan dan kiai terlihat hadir. Seperti pengurus DPW PPP Jawa Tengah, KH Hisyam Ali dan Masrukhan Syamsuri, Wakil Sekjen DPP PPP, H Arwani Thomafi (Gus Aan), dan Prof Dr Kacung Marijan dari Surabaya.(sol)

Posted in Pendidikan
One comment on “Nuh: Tidak Boleh Ada Diskriminasi Pendidikan
  1. rochmatsalim says:

    Menurutku bukan masalah diskriminasi, tetapi lebih pada penyaluran dan penyediaan media atau jenjang pendidikan yang sesuai bakat anak sejak kecil. Tidak seperti sekarang ini, anak 3 tahun dianggap belum tahu cita-cita dan bakatnya.

    Silakan baca Tabularasa di http://guruiler.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
March 2009
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 469,976 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: