Tingkat Kelulusan Baru 60-70 Persen


Hasil Try Out Ujian Nasional SMA di Bontang
BONTANG-Perlu upaya ekstra keras agar target kelulusan 100 persen pada ujian nasional (UN) 2009 di Bontang bisa tercapai. Setidaknya demikian gambaran hasil try out UN SMA se-Bontang yang telah beberapa kali digelar. Tingkat kelulusan sejumlah sekolah baru 60-70 persen.

“Masih ada waktu sekitar 50 hari untuk mengejar target kelulusan. Kami optimistis bisa tercapai,” kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Bontang Anwar Sanusi saat berbincang dengan media ini mengenai upaya mendongkrak hasil try out yang belum maksimal.

Menurut data, tingkat kelulusan 70 persen sekaligus tertinggi dicapai oleh SMA Vidatra, yayasan milik PT Badak LNG. Kemudian diikuti SMA YPK (Pupuk Kaltim) yang meluluskan 65 persen dan SMAN 1 di angka 60 persen. Di Bontang, tiga sekolah ini adalah parameter pendidikan, khususnya untuk tingkat SMA.

Menurut Anwar, karena try out digelar Januari hingga Februari tingkat kelulusan 60-70 persen adalah hal wajar. Sehingga orang tua, guru maupun murid tak perlu terlalu cemas.

“Materi pelajaran ‘kan memang belum habis. Awal Maret materi baru 80-85 persen, pertengahan April 100 persen. Jadi sangat pas jika UN digelar minggu terakhir April,” kata Anwar.

Meski demikian, untuk menyikapi agar hasil try out itu bisa didongkrak semaksimal mungkin, beberapa sekolah sudah menggelar beberapa program. Selain sistem pamong, yakni pelajar dengan nilai di atas rata-rata mengajari temannya yang bernilai anjlok, ada juga sistem kelas khusus.

Sistem terakhir ini diaplikasian di beberapa sekolah, tentu dengan berbagai formulasi. Di Vidatra, misalnya, siswa yang nilainya anjlok diberi tambahan jam pelajaran di luar jam belajar normal. Satu kelas hanya diisi 10 siswa dan dibimbing 1 guru khusus.

Di YPK, siswa yang nilainya tak mencapai target kelulusan diikutkan kelas intensif, dengan penekanan mata pelajaran tertentu yang dianggap belum mereka kuasai. Hal serupa juga dilakukan di SMAN 1.

Berkaca dari pengalaman, kata Anwar, umumnya kelas esktra seperti itu cukup ampuh mendongkrak nilai siswa. Di luar itu, para guru dan sekolah yang bersangkutan juga dituntut bisa memotivasi siswa.

Misalnya dengan memberi reward bagi siswa yang meraih posisi 10 besar dan sejenisnya. Dinas Pendidikan Bontang sendiri disebutnya juga sudah pasti memberi intensif kepada sekolah yang mampu meluluskan 100 persen siswanya.

Sekadar gambaran, UN untuk SMA/sederajat akan digelar serentak pada 20-24 April 2009 dan ujian susulannya 27 April-1 Mei 2009. Sementara SMK pada 20-22 April 2009, dengan ujian susulan 27-29 April 2009.

Di Bontang terdapat 12 SMU dan 4 di antaranya berstatus sekolah negeri, sementara SMK ada 7 (2 negeri).

Pengumuman kelulusan UN dijadwalkan pada minggu kedua atau selambat-lambatnya minggu ketiga Juni 2009. (ms)

kaltimpost

Posted in Pendidikan, Prestasi
One comment on “Tingkat Kelulusan Baru 60-70 Persen
  1. bontang-cerdas says:

    Senin, 23 Maret 2009 jam 14.00 bertempat di AULA Pemkot Bontang, semua calon pengawas UN, kepala sekolah, tim independen di undang untuk mendengarkan sosialisasi dan petunjuk teknis pelaksanaan Ujian Nasional 2009. Berbicara dalam forum ini adalah Wakil Walikota Bontang dan 2 orang dari Dinas P&K kota Bontang.

    Penting dicatat, bahwa Wawali menekankan pada kualitas lulusan dibandingkan kuantitas lulusan. Yang bisa diartikan sebenarnya, Ujian Nasional 2009 tidaklah harus lulus 100% kalau memang tidak memenuhi syarat untuk lulus. Yang penting bisa melulusakan 10 orang yang berkualitas yang nantinya bisa merubah kualitas kota Bontang dibandingkan meluluskan ratusan orang tapi tidak berkualitas, yang di kemudian hari justru akan memperburuk kualitas kota Bontang.

    Kualitas lulusan tidak sepenuhnya tergantung pada sarana (juga dana), tapi lebih tergantung pada bentuk layanan yang diberikan guru kepada para siswanya. Seperti apakah layanan yang baik itu?

    Setiap tahun menjelang pelaksanaan UN selalu ada sosialisasi pengawas ruangan. Dan selalu bisa dipastikan bahwa, pejabat Dinak P&K kota Bontang bakalan ngomong “Kalau ngawasi ujian jangan galak – galak !!!!!!” Terkesan kalimat ini ditujukan kepada pengawas-pengawas dari instansi tertentu yang terkenal kalau ngawas memang disiplin. Saya tidak setuju kalau disiplin disamakan dengan galak (binatang, beast, monster !!!). Disiplin menurut saya adalah memberlakukan tata tertib sebagaimana adanya. Dan masih menurut saya, dengan disiplin yang baik akan bisa menghasilkan manusia-manusia yang bermutu dan berkualitas unggul. Apa yang terjadi kalau mengawas Ujian Nasional tidak dengan disiplin? Peserta saling ‘contekan’ disuruh membiarkan saja asal tidak bikin gaduh (pernah diucapkan dulu …… oleh siapa lupa !).

    5 tahun lalu tidak pernah ada ‘pesan khusus’ buat pengawas untuk tidak galak – galak. Tapi di era ini kok selalu diintimidasi kalau ngawas jangan galak-galak ya?! Apa dia dulu produk yang beginian juga ya?
    Pengawas UN di Bontang itu sepertinya tidak penting alias tidak diperlukan banget. Mengapa? Karena Pengawas UN tidak diperbolehkan ini dan itu, meskipun dalam tata tertib dan tugas pengawas Pengawas diharuskan melakukan “ini” dan “itu” jika ada peserta tes yang “tidak menaati tata tertib”. Tapi kenyataannya, setiap ada pengawas yang bergerak sedikit saja dari kursinya, apalagi sampai jalan-jalan atau berdiri di dekat seorng peserta yang dicurigai, heboh deh beritanya. Pengawas tersebut bakal dibicarakan oleh seluruh komunitas sekolah, terutama Kepala Sekolah (yg tidak konsisten pada ajarannya), juga sampai pula ke panitian UN Diknas. Weh … rumit lah pokoknya. Jadi mungkin UN itu diawasi saja oleh panitian Diknas, gak usah sekolah-sekolah disuruh negirim guru untuk dijadikan pengawas.

    Gimana ya kalau untuk mensuksekan UN ada kepala sekolah yang mengumpulkan anak2nya yang termasuk pandai untuk menjadi Joki / sindikat sukses UN ? Ih ….. ngeri deh rasanya!!!! Amit – amiiiiit! Tapi terjadi lho di kota Bontang ini. Padahal dicanangkan Bontang Cerdas ….. Cerdas ?? Nantinya akan jadi apa ya, cerdas inteleknya apa cerdas akalnya seperti kancil? Tergantung manajemennya lah hal itu. Kalau di menej cerdas inteleknya ya jadilah bontang in cerdas secara intelek, tapi kalau di menej cerdas akal bulusnya yahhh … akhirnya bontang pasti akan penuh dengan orang2 yang berakal bulus. Cerdas ngakali orang lain, cerdas ngakali rakyat, cerdas ngakali pemerintah, cerdas memperkaya diri sendiri …… CERDAS !!!!!

    Ada juga nih berita seputar pelaksanaan UN 2009 di Bontang. Ada suatu sekolah yang muridnya dulu masih nginduk ke suatu sekolah negeri tapi sekarang sudah menyelenggarakan sendiri. Katanya murid di skul tersebut dapat SMS dari murid skul induknya. Ih … kok bisa ya masih ada sms an gitu? Tapi ya mungkin berhubungan dengan petunjuk sang kepala tadi yg membuat para muridnya yg pinter “BOLEH” membantu temannya. Jadi sangt mungkin aja kalo dia punya teman or pacar di sono, maka dia kasih juga tuh jawaban. Aneh dunia ini. Itulah contoh ornag yang CERDAS …… ????

    Kita tunggu saja hasilnya. Eh …. ngomong2 ada yang tahu no hp nya Pak Walikota atau Wakil Walikota gak ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
March 2009
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,031 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: