Menuju World Class University Melalui UMB-PTS


AWAL tahun ini, kiprah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia mulai dengan terobosan baru. Terobosan itu ditujukan guna peningkatan mutu pendidikan tinggi, dimulai dari input mahasiswa sebagai obyek knowledge transfer di perguruan tinggi. Dengan kata lain, sejumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tak ingin pamor seleksi mahasiswanya selalu di bawah bayang-bayang Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Sebelumnya, PTS selalu memilih jalur ujian mandiri guna menseleksi mahasiswa baru. Adagium itu kini mulai memudar ketika sejumlah PTS merapatkan barisan dalam satu komando. Tujuannya, antara lain kebersamaan dan peningkatan mutu input mahasiswa di PTS. Imbasnya, sejumlah PTS menginginkan seleksi mahasiswa tidak hanya jalur mandiri, melainkan dirangkai pula dalam kebersamaan ujian seleksi.

Hal itulah yang coba digedor dan digalang Perhimpunan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Nusantara (P-SPMBN) yang pada tahun-tahun sebelumnya menyelenggarakan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) dan Ujian Masuk Bersama (UMB) 5 PTN, kini melirik kebersamaan PTS, dalam wadah UMB-PTS (Ujian Masuk Bersama-Perguruan Tinggi Swasta).

UMB-PTS tersebut ditandai dengan sepakatnya 27 PTS ternama (promising) di 9 wilayah yang bekerja sama dengan P-SPMBN untuk melaksanakan ujian secara terpadu dan nasional. UMB-PTS tahap pertama ini telah dilaksakan dalam sehari untuk dua kemampuan, IPA dan IPS, pada 14 Februari lalu. Tahap kedua, UMB-PTS juga akan digelar pada Juli mendatang.

Adapun, ke-27 PTS yang ikut dalam UMB-PTS dan meliputi 9 wilayah itu yakni, Universitas Islam Sumatera Utara, Universitas Medan AREA, Universitas HKBP Nommensen (untuk regional Medan), Universitas Bandar Lampung, Universitas Malahayati (Lampung), Universitas Yarsi, Universitas Katholik Atmajaya, Universitas Trisakti, Universitas Tarumanegara, Universitas Pancasila, Universitas Nasional, dan Institut Tekhnologi Indonesia (Jakarta).

Kemudian, Universitas Parahyangan, Institut Tekhnologi Nasional (Bandung), Universitas Islam Sultan Agung (Semarang), Universitas Achmad Dachlan, Universitas Atmajaya Yogyakarta, Universitas Widya Mataram (Yogyakarta), Universitas Slamet Riyadi (Solo), Universitas Islam Malang, dan Universitas Merdeka Malang (Malang).

Selanjutnya, untuk wilayah Surabaya adalah Universitas Surabaya, Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Jatim, Universitas 17 Agustus, Universitas Wijaya Kusuma, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Surabaya, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya.

Mengenai UMB-PTS ini, Sekretariat P-SPMBN Prof Soesmalijah Soewondo mengatakan, UMB-PTS merupakan tes kesiapan untuk mengikuti pendidikan tinggi dan juga sebagai penentu penerimaan calon mahasiswa berdasarkan prediksi dan keberhasilan dalam studinya di perguruan tinggi.

Keistimewaannya, UMB-PTS adalah mengedepankan jaminan mutu, memperluas kesempatan dan kemudahan akses untuk memasuki PTS di seluruh Indonesia, ujian dapat dilakukan dimana saja tanpa harus datang ke PTS yang diminati, dapat memilih sampai tiga program studi PTS dengan cukup membayar satu kali, dan tentunya menghemat biaya dan waktu.

”Tidak hanya itu, peserta UMB-PTS pun tidak dibatasi tahun kelulusannya, jika dia berminat maka dia bisa mendaftar pada UMB-PTS ini. Untuk tahap pertama nanti, pengumuman UMB-PTS dapat langsung dilihat melalui website http://www.pspmbn.com atau http://www.spmb.or.id mulai 13 Maret 2009 pukul 23.59 WIB,” tambah Soesmalijah.

Koordinator Panitia UMB-PTS Prof Usman Chatib Warsa menambahkan, UMB-PTS yang pertama kali tersebut, memperebutkan 28 ribu kursi bagi mahasiswa PTS dalam 361 program studi di 27 PTS ternama di Indonesia. Adapun prosentase kuota yang disediakan masing-masing PTS berbeda-beda, mulai dari 30 persen hingga 100 persen kuota mahasiswa PTS dijatahkan bagi mahasiswa yang mengikuti seleksi UMB-PTS.

”Namun, apa yang kami targetkan tersebut tidak tercapai, karena peserta yang ikut hanya sebanyak 700 peserta. Kendati demikian, kita tetap mengedepankan kualitas, bukan berarti semua peserta bisa masuk, karena hanya sedikit yang menjadi peserta. Pengalaman ini sama seperti dengan 30 tahun, ketika Sipenmaru (tes seleksi masuk PTN) diperkenalkan, karena masih banyak yang belum tahu,” tambah Usman.

Kualitas itu, ditambahkan Usman, adalah tujuan UMB-PTS dilakukan secara terpadu dan nasional, agar dapat menjaring putra-putra daerah terbaik yang ingin belajar lintas daerah di PTS-PTS ternama. Upaya peningkatan kualitas PTS memasuki era globalisasi itu juga diwujudkan, ketika tes seleksi yang diujikan kepada mahasiswa, memiliki bobot yang sama dengan bobot soal UMB 5 PTN ataupun soal SNM-PTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri).

”Artinya, dengan tes yang sulit dan profesional melalui seleksi UMB-PTS itu, maka input (mahasiswa) yang didapatkan PTS akan lebih baik, sehingga PTS pun dapat bersaing dengan PTN dari sisi mutu. UMB-PTS ini pun akan membuat efisien dan efektif, karena mempermudah akses calon-calon mahasiswa dari seluruh Indonesia, yang tidak harus datang ke PTS yang dituju ketika mendaftar dan tes,” kata Usman.

Senada dengan Usman, Rektor Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim Agus Sudarto mengungkapkan, keinginan UPN Veteran Jatim bergabung dalam UMB-PTS tak lepas untuk meningkatkan kemitraan sesama PTS dan menjadikan PTS tidak hanya ternama dari sisi regional, namun juga berskala nasional.

”Prestasi pada skala nasional ini tentunya akan mengantarkan prestasi PTS di kancah internasional, sebagai salah satu syarat menuju world class university, serta mengubah image PTS yang dicap asal-asalan dari sisi mutu mencetak lulusan perguruan tinggi,” ucap Agus Sudarto saat jumpa pers di Sekretariat P-SPMBN, beberapa waktu lalu.

Mengenai sejumlah PTS ternama yang belum bergabung, seperti Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Usman mengatakan, PTS yang belum bergabung beralasan masih ada sejumlah langkah adjusment (penyesuaian) terlebih dahulu, dan mempertimbangkan akan bergabung pada UMB-PTS berikutnya pada 11 Juli 2009 mendatang.

”Inilah yang akan coba kita bujuk, sekaligus kita juga telah memperbaiki strategi dari tes UMB-PTS tahap pertama yang masih belum banyak diketahui masyarakat. Karena itu, kita sudah menyiapkan berbagai strategi ke depan, agar banyak mahasiswa yang melirik UMB-PTS ini sebagai pilihan utama dalam melanjutkan pendidikan tinggi yang berkualitas,” tambah Usman.

Kendati demikian, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas Fasli Jalal menyambut positif apa yang telah dilakukan 27 PTS dengan menyelenggarakan UMB-PTS itu. Fasli mengaku senang, karena langkah PTS itu sebagai langkah maju. Pasalnya, akses calon mahasiswa mendapatkan kesempatan belajar di PTS berkualitas sangat terbuka, dan terdapat standar kualitas soal yang merata.

”Inilah yang harus terus ditunjukkan oleh PTS-PTS untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di tengah persaingan global melalui input mahasiswa yang masuk, sebagai langkah menuju world class university,” kata Fasli. (Sdk/OL-02)

Posted in Pendidikan, PTN dan PTS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
March 2009
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 469,976 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: