Tryout Unas SMP Masih Jeblok


SURABAYA – Hasil tryout ujian akhir nasional (unas) untuk jenjang SMP di Surabaya kembali kurang menggembirakan. Di antara 33.626 siswa SMP peserta tryout, baik negeri maupun swasta, 25.207 siswa tidak lulus.

Dibandingkan hasil tryout gelombang pertama, persentase kelulusan tryout kedua itu memang menurun. Sebelumnya, persentase ketidaklulusan mencapai 80 persen. Hasil tryout kedua turun menjadi 74,96 persen. Namun, tetap saja data tersebut membuat Dinas Pendidikan (Dispendik) waswas.

Kepala Dispendik Kota Surabaya Sahudi menyatakan, ada beberapa penyebab hasil tryout siswa SMP itu relatif tidak meningkat. Di antaranya, sistem pembelajaran yang tidak mengajarkan para siswa untuk berkompetisi. Selama ini, siswa masih menganggap tryout tersebut hanya coba-coba sehingga tidak perlu diseriusi.

Padahal, kata Sahudi, tryout itu salah satu bahan latihan untuk mengukur kemampuan siswa. ”Seharusnya, pembelajaran yang kompetitif ini diajarkan pada siswa sejak dini sehingga siswa Surabaya benar-benar siap bersaing,” ujarnya.

Sahudi menegaskan, saat ini sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah-sekolah di Surabaya jauh lebih baik daripada daerah lain. Bahkan, bisa dibilang cukup lengkap. Dengan fasilitas yang lengkap tersebut, seharusnya siswa semakin berpacu untuk bersaing secara positif. Namun, faktanya masih kurang menggembirakan. Bisa jadi, ketersediaan sarana dan prasarana itu membuat banyak siswa terlena.

Sahudi berharap, hasil tryout yang tetap jeblok itu benar-benar bisa menjadi cambuk bagi para siswa dan sekolah untuk terus belajar dan meningkatkan nilai. Sejauh ini, Dispendik juga merasa telah berusaha keras dengan berbagai cara agar nilai mereka bisa meningkat. Tapi, pada saat unas nanti, semua hasilnya bergantung sepenuhnya pada siswa.

Tryout kedua siswa SMP itu dilakukan mulai 25 Maret. Ada 285 SMP negeri dan swasta yang ikut. Di antara 33.626 siswa yang ikut tryout, hanya ada 8.419 orang yang rata-rata nilainya di atas standar kelulusan minimum, yaitu 5,50. Selebihnya berada di bawah standar.

Angka ketidaklulusan itu paling besar disumbang sekolah swasta. Di antara 243 sekolah swasta yang ikut tryout gelombang kedua ini, ada 18.475 siswa (85,45 persen) yang tidak lulus. Peserta SMP terbuka malah lebih parah. Dari 189 siswa yang ikut tryout, 188 siswa di antaranya tidak lulus. Artinya, hanya satu orang yang lulus.

Tingkat kelulusan untuk sekolah negeri relatif lumayan. Jumlah pelajar di sekolah negeri mencapai 12.005 siswa. Mereka datang dari 42 SMP negeri. Di antara jumlah tersebut, yang tidak lulus 6.732 orang atau setara 56,08 persen. (sha/hud)

Posted in Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
April 2009
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,213 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: