Pabrik Bahan Bakar Nuklir Pertama Iran Diresmikan


Teheran (SIB)
Presiden Iran Mahmoud Ahmedinejad telah meresmikan pabrik bahan bakar nuklir pertama negara itu. Seorang pejabat senior mengatakan, Iran telah memasang lebih banyak sentrifugal untuk pengayaan uranium. Ahmadinejad mengumumkan peresmian itu dalam upacara di Isfahan, Kamis (9/4) bertepatan dengan peringatan Hari Nuklir Nasional.
Ahmedinejad telah berulangkali mengatakan, Iran tidak berusaha membuat senjata nuklir. Pengumuman itu dikeluarkan sehari setelah Amerika dan lima negara lain menawarkan perundingan nuklir langsung dengan Iran. Dalam pidato yang disiarkan televisi, Ahmadinejad mengatakan,“Hari ini kami memuji…pencapaian tahap terakhir putaran bahan bakar nuklir”.
Ahmadinedjad mengatakan Iran telah menguji coba dua tipe baru sentrifugal atau mesin pemrosesan uranium dengan kapasitas lebih besar ketimbang sentrifugal yang sekarang digunakan. Presiden Iran itu juga mengatakan, Teheran siap bernegosiasi dengan pihak mana pun asal dilandasi dengan sikap saling menghormati dan keadilan.
Direktur Badan Nuklir Iran Gholamreza Aghazadeh yang juga berada di Isfahan mengatakan, Iran telah memasang sekitar 7.000 sentrifugal di fasilitas pengayaan uranium Natanz, 2.000 lebih banyak daripada yang diungkapkan sebelumnya. Aghazadeh juga mengatakan negara itu telah memperoleh teknologi untuk memproduksi sentrifugal yang lebih “akurat” yang digunakan untuk memperkaya uranium.
Selain di Isfahan, Ahmadinejad rencananya juga akan mengumumkan uji coba sebuah generasi baru sentrifugal di tempat pengayaan uranium di kota Natanz. Kedua proyek tersebut menunjukkan bahwa Iran tidak akan mundur dari tekanan Barat agar negara itu menghentikan program nuklirnya dan membantah tuduhan bahwa program nuklir Iran digunakan untuk membuat senjata nuklir.
Dalam kesempatan itu, Ahmadinejad mengatakan bahwa dunia kini memengakui Iran sebagai satu kekuatan besar global. “Hari ini, semua mengakui bahwa Iran adalah salah satu kekuatan global. Iran adalah kekuatan yang cinta damai baik di bidang kebudayaan, peradaban dan kedermawanan, serta tidak menyebabkan perang atau kekerasan,” katanya.
Menurutnya, dunia tahu bahwa Iran menentang kekerasan dan penggunaan senjata, serta kekuatan dalam persamaan kemanusiaan. Bangsa Iran, menurutnya, akan bersikap tegas untuk menghentikan upayanya dalam mewujudkan keinginan-keinginannya, kata presiden dalam pidatonya pada peringatan Hari Nuklir Nasional di Isfahan.
Dia mengatakan, Iran menyambut tanpa syarat perundingan-perundingan dan sikap yang jelas. “Mereka (negara-negara Barat) telah mengumumkan beberapa kali bahwa mereka bersedia untuk berunding dengan Iran. Tidak ada makhluk cinta kebebasan yang akan menyambut secara sepihak dan syarat perundingan yang bersifat mengancam.” “Tetapi jika adil, setara dan saling menghormati satu sama lain atas hak-hak mutlak diperhatikan, bangsa Iran akan selalu siap untuk melakukan perundingan,” katanya.
Analis Barat menuding, Iran telah melebih-lebihkan laporannya terkait nuklir untuk meningkatkan posisi tawar dalam proses negosiasi dengan negara-negara berkuasa dan diplomat PBB. “Tidak nampak ada perubahan yang dramatis dalam perkembangan program (nuklir) ini, kecuali beberapa tambahan sentrifugal yang telah diletakkan pada posisinya,” kata seorang diplomat membandingkan dengan laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang dirilis Februari lalu.
Negara-negara besar Barat menduga program nuklir Iran ditujukan untuk mengembangkan bom, dan minta pada Iran untuk menghentikan aktivitas pengayaan yang sensitif, yang dapat memiliki kegunaan sipil dan militer itu. Iran membantah tuduhan tersebut, dan berargumen program nuklirnya untuk bertujuan menambah pasokan energi listrik.
Serukan Kerja Sama Iran-suriah
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Kamis mengatakan di Isfahan, bahwa Iran dan Suriah hendaknya bergandeng tangan untuk membentuk suatu sistem dan tatanan baru di seluruh dunia. “Pada hari ini, musuh-musuh lemah dan terpecah. Iran dan Suriah harus bekerjasama untuk membentuk suatu sistem dan tatanan baru di dalam perubahan global yang berbeda,” katanya.
Kerjasama regional menjadi kunci utama bagi kemajuan negara-negara di kawasan, kata Presiden Ahmadinejad kepada Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallem, dalam pertemuan di sela-sela kunjungannya di Isfahan.
Dia mengatakan, musuh-musuh pada saat ini bingung dan terpecah-belah, namun bangsa Iran dan Suriah masih terus menuai kemajuan dan penyempurnaan dengan kemauan dan tekad yang keras. Al-Muallem dalam pernyataan balasannya menyerukan makin ditingkatkannya kerjasama antara Iran dan Suriah, terutama di sektor ekonomi. (Ant/AFP/m)

Posted in Tokoh & Pristiwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
April 2009
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,065 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: