PDIP Jajaki Hanura, PPP Gerindra, Golkar dan PAN


JAKARTA (RP) – PDI Perjuangan mulai merapatkan barisan. Jumat (10/4) malam, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto menemui Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Embrio koalisi melawan Partai Demokrat mulai dibangun.

“Memang belum ada hasil formal dari perhitungan manual. Tetapi, paling tidak sudah ada satu peta politik. Hari ini (malam tadi, red) saya ketemu Bu Mega, besok (hari ini, red) saya ketemu Pak Suryadharma,” katanya sebelum menemui Megawati.

Setelah satu jam menemui Megawati, Wiranto mengatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan salah satu rangkaian gerakan politiknya. “Saya tadi sampaikan kepada Bu Mega bahwa saya menjanjikan setelah Pemilu selesai, saya akan melakukan suatu komunikasi politik dengan semua Parpol,” katanya.

Wiranto lantas menyebut beberapa partai yang akan digandeng. Selain PPP, Wiranto juga akan menggandeng Partai Gerindra. Bahkan, dia mengaku akan menemui Ketua Dewan Pembina partai tersebut secara langsung, yakni Prabowo Subianto.

Kalau memang itu terjadi dan mereka membentuk koalisi, pertemuan tersebut bisa dibilang bersejarah. Sebab, pascakerusuhan Mei 1998 hubungan keduanya merenggang. Prabowo dianggap melawan Panglima ABRI yang saat itu dijabat Wiranto.

Namun, Wiranto menampiknya. Menurut dia, semua partai, termasuk Gerindra, akan digandeng. “Kenapa heran? (Kami) tidak ada masalah kok. Itu bisa diatur (pertemuannya, red). Hanura dan Gerindra kan sama-sama nasionalis dan religius. Sama-sama mengusung perubahan, sama-sama mantan,” katanya lantas tertawa.

Hal senada diungkapkan Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDIP Tjahjo Kumolo. Menurut dia, pertemuan Megawati dan Wiranto itu paling tidak membahas dua hal. Selain membahas pelaksanaan Pemilu, mereka juga membicarakan koalisi. “Kita realistis saja. Waktu dua bulan itu tidak lama. Kita harus segera membuat gerakan,” katanya.

Menurut Tjahjo, beberapa partai paling tidak sudah bisa dipastikan untuk berkoalisi. Mereka antara lain Parai Gerindra, PPP, Golkar, dan PAN. Karena itu, beberapa pimpinan partai itu akan menemui Megawati dalam waktu dekat.

Kata Tjahjo, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto direncanakan Sabtu (11/4) siang hadir sekaligus makan siang dengan Megawati. Sementara, sore harinya giliran Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar Surya Paloh bertemu Megawati. Sedangkan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla direncanakan Ahad (12/4) hadir bertemu Megawati.

Siap Menggugat
Selain rencana koalisi, PDIP dan Partai Hanura menggalang gerakan untuk mempertanyakan dan mengusut kemenangan kemenangan Partai Demokrat melalui quick count oleh beberapa lembaga survei. Hal itu juga terungkap saat Wiranto menemui Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Jakarta malam tadi sekitar pukul 18.45 WIB. Dia disambut Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo.

Sebelumnya, sejumlah pejabat partai nasionalis itu sudah tiba di rumah tersebut. Mereka, antara lain, Ketua DPP PDIP Effendi MS Simbolon dan Sekjen PDIP Pramono Anung. Wiranto yang mengenakan batik cokelat bertemu dengan Megawati sekitar satu jam.

Wiranto mengatakan, dirinya dan Megawati membicarakan sikap mengenai pelaksanaan Pemilu yang penuh ketidakberesan. Mulai banyaknya pemilih yang tidak bisa menunaikan hak pilihnya hingga anak-anak di bawah umur yang memiliki hak pilih.

Setelah bertemu, Wiranto dan Megawati sepakat untuk lebih tegas menyikapi pelaksanaan Pemilu. Yakni, dengan menginvestigasi kekacauan dalam pelaksanaan Pemilu. “Karena penyebarannya cukup luas, perlu disikapi dengan tegas,” katanya.

Wiranto mengatakan, Hanura akan menggandeng sejumlah partai lainnya untuk turut dalam gerakan investigasi itu. Dia menyebut sejumlah partai. Di antaranya, PPP. Rencananya, Sabtu (11/4) Ketua Umum PPP Suryadharma Ali akan menemui Wiranto.

“Besok (hari ini, Red) saya akan bertemu sembilan partai yang tergabung dalam poros penegak kebenaran. Kita akan menyikapi ini secara bersama-sama,” katanya. Sembilan partai itu, antara lain, PBR, PKNU, PDS, PMB, dan PPRN.

Menurut Wiranto, apa yang dilakukan tersebut bukan karena tidak terima dengan hasil Pemilu. Sebab, yang dia telusuri dan investigasi bukan hasil. Tapi, proses pelaksanaan Pemilu yang banyak diwarnai kekacauan.

“Masyarakat punya hak pilih. Tatkala pemilihan ini terganggu oleh sistem yang tidak akurat, tentunya rakyat harus tahu apa yang menyebabkannya. Kita membela hak rakyat. Mereka kan memiliki ruang pilih dalam proses politik ini,” katanya.(aga/agm/iro/jpnn)

Posted in Pemilu 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
April 2009
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,142 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: