Kreatifitas IME USU


Pembuatan alat musik keteng-keteng.

WASPADA ONLINE
ALAT musik Keteng-Keteng merupakan alat musik tradisional Batak Karo. Untuk memperkenalkan dan membudayakan alat musik tersebut, Ikatan Mahasiswa Etnomusikologi (IME) Fakultas Sastra (FS) Universitas Sumatera Utara (USU) bersama SMP Negeri 1 Sibiru-biru Kecamatan Delitua Kabupaten Deliserdang melaksanakan kegiatan pertunjukan seni dan workshop, di SMP Negeri 1 Sibirubiru, beberapa waktu lalu.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pertunjukan Seni tradisi dan memperkenalkan kebudayaan di masyarakat pendidikan. Selain menggelar workshop pembuatan alat musik Karo Keteng-keteng, mereka juga mempertunjukan seni dan tari.

Pertunjukan dimulai dengan pertunjukan seni musik dan tari dari etnis Karo oleh siswa SMP Negeri 1 Sibirubiru. Selain mempertunjukan berbagai seni musik dan tari, para siswa juga mempersembahkan drama masyarakat Karo dengan judul “Ertutur” yang dalam bahasa Indonesianya saling memperkenalkan diri secara adat (silsilah) antara muda-mudi.

Guru kesenian SMP Negeri 1 Sibirubiru menyebutkan, drama tersebut menceritakan bagaimana muda-mudi masyarakat Karo dalam pergaulan, yang mana seorang pria akan mempertanyakan silsilah si gadis begitu juga dirinya akan menjelaskan tentang dirinya sehingga di antara merka saling kenal. “Drama ini dipertunjukkan agar para siswa mengenal bagaimana dahulunya muda-mudi di Karo menjalin kasih sebelum menikah,” katanya.

Sementara dalam kesempatan itu, IME mempertunjukan beberapa tarian tradisional Karo di antaranya, tari Marimari dan Odakodak. Tarian yang dibawakan mahasiswa mendapat sambutan dari pengunjung.

Tari Marimari merupakan satu tarian dalam upacara ritual perumah tendi (memanggil roh). Dalam tarian tersebut menunjukan seorang guru (dukun) membujuk agar roh datang dan kembali ke jasadnya “Mari tarian untuk memanggil roh dalam upacara ritual biasanya dalam usaha pengobatan,” kata Staf pengajar di Departemen Etnomusikologi USU, Joe Anto Ginting.

Selanjutnya, dalam kesempatan itu IME melaksanakan workshop pembuatan salah satu alat musik Karo Keteng-keteng.

Sebanyak 80 siswa dengan tekun mengikuti instruksi teknik pembuatan alat musik yang terbuat dari bahan bambu itu, selanjutnya para siswa mempraktikannya sehingga menjadi alat usik yang siap untuk dimainkan. Selanjutnya alat musik yang telah selesai dimainkan secara bersama-sama dengan memainkan irama Odakodak.

Ketua IME juga sebagai ketua pelaksana kegiatan, Fery Erickson Panggabean menyebutkan, kegiatan ini sangat penting dilaksanakan dengan tujuan melestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia terkhusus yang ada di Sumatera Utara (Sumut). “Dengan dilakukannya kegiatan ini, diharapkan kelestarian budaya kita akan tetap terjaga,” ungkapnya.

Posted in Musik, Pendidikan, PTN dan PTS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
April 2009
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 469,976 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: