Pusat Magnet Bumi di Asia Tenggara


Oleh : Leo Sutrisno

Editorial Pontianak Post 9 April 2009 menurunkan berbagai dugaan tentang penyebab kecelakaan pesawat terbang di Indonesia dalam waktu belakangan ini. Disarankan, faktor manusia agar dicermati lebih mendalam. Disebutkan, “Kalau prosedur terbang sudah dijalankan ….. perlulah otoritas penerbangan mengutak-utik kemungkinan faktor manusianya. Benar, dalam kasus jatuhnya Fokker-27 TNI di Bandung atau tergelincirnya MD-90 Lion di Soekarno-Hatta dan Hang Nadim, cuaca memang sedang buruk. Tapi, bukankah ada petugas tower dan dalam kasus Fokker-27 TNI petugas (tower, LS) menyampaikan informasi clear untuk landing?”
Dari catatan kecelakaan penerbangan yang dilaporkan dalam media massa Indonesia, ada tiga kelompok penyebab, yaitu: pesawat yang sudah tidak layak terbang, cuaca buruk, dan komunikasi yang juga buruk. Pesawat tidak layak terbang terungkap pada penjelasan yang mengatakan ‘pesawat sudah tua’, ‘pesawat sudah tidak mendapat lisensi lagi di luar negeri’, atau ‘pesawat bekas pakai’. Cuaca buruk terungkap dengan laporan bahwa kecelakaan terjadi pada saat ‘hujan lebat’, ‘kabut asap’, atau ‘landasan tergenang air’. Komunkasi buruk tercermin dari penjelasan yang mengatakan ‘beberapa menit atau beberapa detik sebelumnya tiba-tiba komunikasi gagal atau terputus-putus’.
Sebagai penyebab, jika faktor manusia akan dimasukkan, maka akan mencakup tiga hal itu secara bersama-sama. Faktor manusia dapat membuat pesawat yang sudah tidak laik terbang tetap diterbangkan. Manusia juga dapat mengurangi kualitas pemeriksaan dan perawatan. Faktor manusia juga dapat mendorong ‘banda nekat’ terbang dalam cuaca yang tidak mendukung, asal berani. Faktor manusia juga dapat membuat para petugas komunikasi lengah, dsb. Mengapa?
Hingga kini, sebagian besar orang Indonesia masih berpikir ala teknologi gerobak, walaupun alat-alat yang digunakan sudah teknologi komputer dan satelit. Seorang tukang gerobak berpikir dalam kecepatan sapi dan peralatan kayu, lambat tetapi kuat dan liat. Karena itu, sungguh tahan banting dalam segala keadaan. Jalan berbatu ayo, jalan mulus ayo, cuaca panas ayo, cuaca hujan ayo. Tentu dalam jarak yang relatif dekat. Tetapi, ambil sebagai contoh, pesawat Fokker-27 TNI itu, kecepatannya hampir 700 km/jam. Itu berarti dalam satu detik sudah menenpuh jarak sekitar 200 meter. Bayangkan apa yang terjadi jika penggunanya lengah selama lima menit. Pesawat itu sudah terbang sejauh 6 km. Itu berarti, dalam kecepatan gerobak diperlukan waktu 1 jam. Dengan perkataan lain, memang sungguh betul bahwa faktor manusia harus diutak-atik.
Apa yang harus diubah? Cara berpikirnya. Manusia Indonesia harus mulai meninggalkan kerangka berpikir ‘ala tukang gerobak’ secara total. Manusia Indonesia harus menggunakan kerangka berpikir kecepatan roket (minimal sepeda motor). Tepat waktu, konsentrasi tinggi, taat aturan menjadi kunci standar. Selain itu, ada tiga sifat manusia baru yang juga harus mengiringi kerangka berpikir baru itu, yaitu: kompetensi, dedikasi dan sinergi.
Namun demikian, ada satu faktor lagi yang hingga kini masih di luar jangkauan kemampuan manusia yaitu, keberadaan pusat kutub magnet Bumi. Asia Tenggara merupakan wilayah yang paling dekat dengan pusat kutup magnet bumi. Itu berarti medan magnet bumi di wilayah ini terkuat di seantero dunia. Wilayah Asia Tenggara dimasukkan sebagai daerah Southeast-Asian Anomaly. Ada daerah lain yang juga termasuk daerah anomali medan magnet bumi, yaitu samudera Atlantik bagian selatan (dekat dengan Amerika Latin). Daerah itu berada paling jauh dari pusat magnet bumi. Di wilayah itu kuat medan magnet bumi paling lemah. Daerah itu disebut daerah South Atlantic Anomaly (SAA).
Medan magnet yang kuat di wilayah Asia Tenggara berpengaruh pada besar pada komunikasi dan cuaca. Frekuensi gelombang elektromagnet yang digunakan dalam komunikasi jarak jauh terganggu oleh keberadaan medan magnet bumi yang kuat. Bahkan, dapat mengalami putus hubungan sama sekali. Bisa jadi, gangguan komunikasi dalam berbagai kecelakaan pesawat terbang juga disebabkan oleh perilaku medan magnet bumi ini. Demikian juga cuaca, keadaan cuaca yang mudah berubah juga dapat disebabkan oleh karena medan magnet bumi yang kuat itu. Terutama di lapisan atas atmofer (lintasan yang dilalui pesawat terbang).
Ada baiknya, para ilmuwan kembali mendalami hubungan antara kuat medan magnet bumi dengan gelombang elektromagnet yang dignakan dalam komunikasi. Mungkin pada ‘band’ tertentu yang gangguan medan magnet bumi itu sangat kuat atau sangat lemah. Dengan temuan itu, maka dapat dipilih frekuensi gelembang elektromagnet tertentu yang cocok untuk wilayah Asia Tenggara, khususnya untuk pesawat penerbangan domestik. NASA telah mengembangkan teknologi komunikasi yang ‘bebas’ gangguan medan magnet bumi pesawat ulang-aliknya. Temuan mereka tentu dapat kita pelajari untuk penerbangan domestik di nusantara.
Gangguan cuaca bagi kecelakaan pesawat terbang jarang didengar di negara-negara Malaysia, Singapura, Thailand, atau Filipina karena luas wilayah relatif sangat sempit dibandingkan jarak penerbangan di Indonesia. Karena panjang jarak tempuhnya, maka bukan suatu hal yang mengherankan kalau selama satu trip penerbangan telah mengalami perubahan cuaca yang sangat signifikan di Indonesia. Berangkat dari Jakarta, misalnya dalam cuaca pagi yang sungguh cerah. Tetapi, lima jam kemudian, ketika akan mendarat di Jayapura menghadapi cuaca yang sangat buruk. Hal semacam ini sangat sering terjadi. Pembaca yang ’mondar-mandir’ dengan pesawat terbang tentu sering mengalaminya.
Inilah salah satu penyebab lain kecelakaan pesawat terbang yang belum banyak diungkap, yaitu medan magnet bumi yang paling kuat di dunia berada di wilayah Asia Tenggara. Penyebab ini masih di luar jangkauan kemampuan manusia. Tetapi, kalau kerangka berpikir ala tukang gerobak telah diganti dengan cara berpikir pilot pesawat ulang alik dan didukung oleh kompetensi, dedikasi dan sinergi para pelakunya, rasanya kesulitan ini dapat diatasi. Semoga! **

Posted in Monitoring Weather, Tokoh & Pristiwa
One comment on “Pusat Magnet Bumi di Asia Tenggara
  1. salafisend says:

    dapet kode ni gak:

    pecahin codex:
    ksuslsm od;s, frmsm yrhslmus ysijof

    artinya apa???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
April 2009
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,065 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: