1.282 Dosen Dilibatkan Mengawasi UN 2009 yang Diikuti 180.976 Siswa


Medan (SIB)
Ujian Nasional (UN) SMA/MA di Sumut yang dilaksanakan Senin (20/4) sampai Jum’at (24/4) akan diawasi 1.282 dosen dari Unimed, USU, Kopertis, Kopertais, Politeknik Negeri Medan (Polmed) dan IAIN Sumut. Ujian UN dilaksanakan di 1.339 sekolah di seluruh Sumut (30 kabupaten/kota). Kota Medan merupakan kota yang memiliki sekolah paling banyak menyelenggarakan UN yakni 228 sekolah. Sedangkan Pakpak Bharat paling sedikit hanya 4 sekolah. Peserta UN di Sumut sebanyak 180.976 orang terdiri dari 106.013 siswa SMA 20.039 siswa MA 20.039 dan 54.924 siswa SMK.
“Unimed ditunjuk oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sebagai pengawas dan pemindai UN SMA/MA 2009 dan pemantau independen SMP, Madrasah Tsanawiyah dan SMK,” kata Rektor Unimed Prof H Syawal Gultom MPd sebagai Penanggungjawab Pengawas UN 2009 didampingi Purek II Drs Chairul Azmi MPd, di kampus Unimed, Rabu (15/4).
Dikatakan, dalam pelaksanaan UN ini ada 3 komponen yang terkait yakni Dinas Pendidikan sebagai Penyelenggara, Perguruan Tinggi (PT) sebagai pengawas dan pihak Kepolisian sebagai Pengamanan. Yang diawasi oleh PT adalah seluruh aspek penyelenggaraan UN mulai dari penerimaan master soal, percetakan, distribusinya sampai pelaksanaan ujian serta terakhir pemindaian.
“Lembar jawaban ujian (LJU) UN akan discanning atau difoto untuk kemudian dimasukkan ke dalam file. Unimed tidak menentukan lulus atau tidaknya peserta UN. Waktu pemindaian di Unimed sekitar seminggu dan hasil scanning itu dikirim ke BSNP. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran atau kecurigaan Unimed melakukan perbaikan nilai,” kata Prof Syawal.
Menurutnya, tahun ini ada perubahan, kalau tahun lalu dosen dari PT hanya sebagai pemantau, tahun ini sebagai pengawas. Oleh karena itu diminta kepada dosen-dosen pengawas agar mengingatkan peserta UN untuk mengisi LJU secara benar baik penulisan nama dan nomor ujian.
Dijelaskan Prof Syawal, kalau pemantau tugasnya hanya sebatas untuk mencatat dan melaporkan. Sedangkan pengawas boleh melakukan eksekusi. Kalau ada penyimpangan berhak memberhentikan penyimpangan itu, namun harus bekerjasama dengan penyelenggara UN di sekolah. Seluruh dokumen UN adalah rahasia negara. Kalau membocorkan rahasia negara berarti pidana.
Prof Syawal menambahkan, materi soal UN yang diperoleh dari Jakarta sudah didistribusikan ke daerah-daerah oleh Dinas Pendidikan (Diknas) Sumut dikawal oleh Polisi, termasuk naskah ujian ke Kabupaten Nias dan Mandailing Natal (Madina) sudah dikirimkan.
Menyangkut tindakan terhadap pelaku penyimpangan UN tetap akan dikoordinasikan dengan pihak Kepolisian dan diharapkan tidak ada bocoran soal. Gacok diperkirakan sulit bermain, karena beda sistem ujiannya dengan PT. Para siswa tentu tidak akan mau jadi korban.
Dosen diikutkan sebagai pengawas kata rektor, bukan karena tidak percaya kepada guru-guru, tetapi akan semakin banyak mengawasi akan lebih baik. Ini bagian dari akuntabilitas. Sebab Permendiknas mengatakan, UN diselenggarakan secara akuntabel, kredibel dan transparan, maka perlu ada pengawas dari luar sekolah. (M5/f)

Posted in Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
April 2009
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,204 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: