Di Sorong, ”Bibir Manado” Makin Bersaing dengan Gadis asal Jawa


Tetap Idaman meski Makin Banyak Pesaing dari Jawa

Papua dan Papua Barat termasuk ”pasar utama” trafficking gadis-gadis asal Sulawesi Utara. Sorong merupakan salah satu kotanya. Tapi, belakangan, pamor mereka di kota itu mulai tersaingi oleh gadis-gadis asal Jawa Barat.

———-

SEBAGAI pintu gerbang Papua, letak Sorong memang strategis. Hampir semua kapal putih milik PT Pelni yang masuk ke Papua mesti singgah dulu di Sorong. Karena kondisi geografis yang strategis itulah, kehidupan malam di sana pun tumbuh begitu suburnya.

Sorong sebenarnya terbilang kota kecil. Meski demikian, dunia gemerlap malam di sana cukup menggeliat. Jumlah minibar menjamur. Misalnya, di kawasan Kampung Baru, kawasan pusat kota. Di sana ada belasan bar yang siap memuaskan tamu-tamu. Misalnya, Monalisa, Star Light, Bonsai, dan Bumi Beringin.

Karena begitu banyaknya bar di Sorong, persaingan untuk menjaring tamu pun semakin ketat. Agar tetap eksis, salah satu cara yang ditempuh setiap bar adalah terus mendatangkan ”stok” pramuria baru yang cantik, muda, dan -tentunya- seksi.

Untuk memenuhi kebutuhan itu, hampir semua bar mempekerjakan pramuria asal Manado. Umumnya pramuria yang didatangkan dari Manado ke Sorong menumpang kapal putih yang ditempuh satu hari satu malam.

Beberapa tahun lalu, pamor pramuria asal Manado berada jauh di atas. Makin lama, makin banyak persaingan. Kini mulai banyak gadis yang didatangkan dari Jawa, seperti dari Subang, Indramayu, Bandung, Jakarta, Semarang, dan lain-lain.

Meski demikian, tidak berarti pramuria asal Manado tak lagi laku. Apalagi, kata beberapa pemilik bar, mendatangkan dari Manado biayanya lebih murah. Ongkos transportasi dari Jawa jauh lebih mahal. Misalnya, yang diungkapkan pemilik salah satu bar, sebut saja Andi. Sampai saat ini, ”jualan” andalannya masih gadis asal Sulut. Kata dia, di antara 17 pramuria yang dipekerjakan di barnya, hampir semua didatangkan dari Manado.

”Cewek-cewek ini didatangkan dari Manado dengan bantuan jasa agen kami di sana (Manado, Red),” tutur Andi kepada Radar Sorong (Jawa Pos Group).

Untuk mendatangkan gadis-gadis itu, Andi mengaku menanggung seluruh biaya tiket. ”Ada yang diberi uang tiket pesawat Rp 1,3 juta. Ada yang hanya diberi uang tiket kapal laut Rp 500 ribu. Perbedaan itu bergantung pada berapa lama mereka mau dikontrak,” ungkapnya.

Seperti halnya bar lain, Andi menjelaskan, pramuria yang didatangkan harus meneken kontrak kerja. Dalam kontrak tersebut memang hanya dicantumkan bahwa mereka akan dipekerjakan sebagai pelayan saja. Kalau mau kontrak lama, baru dapat tiket pesawat.

Andi mengaku gadis-gadis Manado lebih mudah didatangkan. ”Mungkin karena bisnis ini menjanjikan pendapatan yang sangat besar buat mereka, sehingga mereka sendiri yang berebut untuk datang ke sini, sehingga untuk menemukan mereka yang mau ke Sorong gampang sekali,” cerita Andi.

Seberapa menggiurkan yang diperoleh pramuria asal Manado itu jika bekerja di Sorong? Dari melayani tamu berkaraoke setiap malam, biasanya gaji setiap bulan yang diperoleh pramuria bisa lebih dari Rp 3 juta.

Selain mendapat gaji dasar sebagai pelayan bar, menurut Andi, pramuria mendapat bonus dari jumlah minuman yang terjual. ”Untuk mendapat penjualan minuman yang banyak, mereka harus menjadi teman minum tamu yang datang,” tegasnya.

Bagaimana dengan layanan plus? Andi tak membantah jika layanan plus juga ada di bar miliknya. Yakni, pengunjung mengajak pramuria untuk berkencan di luar yang kerap diistilahkan dengan BL alias booking luar.

”Tapi, itu bergantung pribadi masing-masing. Kalau dia (pramuria, Red) mau, ya kami memberikan izin,” ujarnya. ”Biasanya tarif untuk booking luar yang diberikan tamu berkisar Rp 500 ribu tiap cewek yang di-booking. Bergantung ceweknya,” katanya.

Pemilik bar lain, sebut saja Mita, mengaku sampai sekarang juga masih mengandalkan gadis-gadis asal Manado untuk menjadi pramuria di tempatnya. Dari delapan pramuria yang dia pekerjakan, semua asal Manado. Pramuria itu berusia 18-25 tahun. Agar pramuria yang melayani para tamu di bar tempatnya selalu fresh, setiap bulan Mita selalu mencari stok baru di Manado.

Dalam dunia tempat hiburan malam, stok pramuria di bar diakuinya sangat memengaruhi tingkat pengunjung. Meski persaingan antarpramuria kini semakin ketat, menurut Mita, sampai saat ini pengunjung yang datang ke bar yang dikelolanya masih banyak yang suka pada pramuria asal Manado.

”Su tahu to, kalo Manado de pu (dia punya, Red, dialek Papua) ‘goyangan’ trada (tidak ada, Red) yang lawan,” ujar salah seorang pengunjung di bar milik Mita yang asli Papua kepada koran ini.

Beda dengan Andi, Mita mengaku, mendatangkan gadis asal Manado tidak lagi sebebas dulu. Pascakasus trafficking asal Manado yang terungkap di Sorong beberapa waktu lalu, Mita menyatakan bahwa pengamanan di Manado kini semakin ketat. Di pelabuhan kerap digelar sweeping terhadap setiap perempuan yang dicurigai akan dibawa oleh para mucikari ke luar daerah.

Meski pengamanan lebih ketat, Mita mengaku punya cara agar tetap lancar mendatangkan pramuria dari Manado. Yakni, tidak memberangkatkan para pramuria itu secara rombongan.

”Mereka diberi uang untuk membeli tiket masing-masing. Setelah membeli tiket, mereka datang sendiri-sendiri ke pelabuhan dan menyebar seperti penumpang lainnya di kapal,” beber Mita. (ika/boy/jus/jpnn/kum)

Posted in Tokoh & Pristiwa
4 comments on “Di Sorong, ”Bibir Manado” Makin Bersaing dengan Gadis asal Jawa
  1. Karna cewek bar asal manado pepe basah kalo cewek asal jawa labih enak di cuki

  2. Kalo bisa jagn bawa perempuan asal manado lagi karna bikin kotor kota sorong aja

  3. risu banjar says:

    kawanku dari jawa barat kerja di discotik M 4 bulan trus pindah ke sebelahnya tapi katanya ngga betah. ga boleh keluar (kecuali off) kayak dipenjara, ga bisa liat matahari. sedih banget katanya

  4. risu says:

    kata kawanku yg jadi pramuria di salah satu diskotik di sorong kalo mau booking luar harus ada uang tender 500ribu-750ribu (mungkin utk pengganti BL) belum termasuk utk booking cewenya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
April 2009
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,031 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: