Soal UN Salah Distribusi, Siswa Menuggu Sejam


KUPANG–MI: Siswa peserta ujian nasional (UN) di SMU Negeri 4 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (20/4), harus menunggu sekitar satu jam dari jadwal pelaksanaan UN, karena kesalahan Dinas Pendidikan Kota Kupang dalam mendistribusi soal ujian.

“Seharusnya soal UN untuk hari pertama adalah Bahasa Indonesia, namun yang didistribusikan justru soal Bahasa Inggris. Kami dari pengawas serta para siswa peserta UN harus menunggu sekitar sejam baru memulai ujian,” kata Yonas, salah seorang guru pengawas di SMU Negeri 4 Kupang, Senin.

Ia menjelaskan, kesalahan pendistribusian soal ujian itu hanya untuk lima kelas di SMU tersebut, sehingga para pengawas serta peserta UN pada ruang kelas tersebut harus menunggu selama sekitar satu jam baru melaksanakan ujian setelah soal Bahasa Indonesia tiba. “Ini sesuatu yang buruk, karena sempat mengganggu konsentrasi siswa. Kami harapkan, agar masalah ini jangan sampai terulang lagi,” katanya.

Tahun ini, tercatat lebih dari 17.000 siswa yang menyebar di berbagai SMU/SMK dalam Kota Kupang mengikuti UN yang dilaksanakan secara serentak, Senin.

Selain kesalahan dalam pendistribusian soal ujian, ada juga siswa peserta UN di SMU Negeri 4 Kupang, masuk dalam kategori “peserta UN bersyarat” karena belum melunasi iuran sumbangan pembinaan pendidikan (SPP). Morin Penuan, salah seorang siswa peserta UN di SMU Negeri 4 Kupang, masuk dalam kategori tersebut, karena belum melunasi SPP selama lima bulan. Siswa ini harus berurusan dengan panitia UN dan dinyatakan sebagai peserta UN bersyarat setelah mendapat surat keterangan dari panitia UN di sekolah tersebut.

Wakil Kepala SMU Negeri 4 Kupang Bidang Kesiswaan, Kana mengatakan, ada empat siswa di sekolahnya yang masuk dalam daftar peserta UN bersyarat, karena belum melunasi SPP hingga tibanya hari pelaksanaan UN. Ia menambahkan, sebanyak 369 peserta UN di SMU tersebut sudah diimbau untuk melunasi SPP-nya sebelum pelaksanaan UN, namun empat orang siswa itu lalai dalam menjalankan kewajibannya, sehingga harus berurusan dengan panitia UN di sekolah tersebut.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, SPP merupakan salah satu faktor utama bagi setiap siswa untuk mengikuti UN, meski pemerintah sudah berulang kali mengimbau sekolah untuk tidak boleh memungut SPP dari peserta didik. (Ant/OL-04)

Posted in Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
April 2009
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,204 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: