Soal Unas Dikeluhkan


JAKARTA – Pelaksanaan ujian nasional (unas) SMA/MA/SMK berlangsung serentak di seluruh Indonesia, kemarin. Kendati dinilai relatif lancar, namun bukan berarti pelaksanaan ujian itu tidak menuai kendala. Dibeberapa daerah, sempat beredar kunci jawaban soal palsu. Selain itu, siswa juga mengeluhkan bobot soal unas yang dianggap cukup sulit.

Direktur Pembinaan SMA Sungkowo kemarin meninjau pelaksanaan unas di beberapa sekolah. Yaitu, SMAN 44, SMAN 71, SMAN 81, dan SMA Muhammadiyah, Jakarta Timur. Menurutnya, pelaksanaan unas di sekolah-sekolah itu relatif tidak ada masalah. Siswa datang tepat waktu dan tidak ditemukan adanya kecurangan. “Pengawas juga amat teliti. Mulai pengambilan soal di sub rayon hingga memasukan lembar jawaban soal ke dalam amplop diawasi dengan ketat,” ujarnya setelah meninjau ujian.

Di sub rayon 02, Jakarta Pusat, pelaksanaan unas juga mendapat pengawalan yang ketat dari tim pemantau independen (TPI) dari Universitas Indonesia (UI). Sekretaris TPI dari UI yang membawahi sub rayon 02 Suminta Singgih mengatakan, pengawas belum menemukan indikasi pelanggaran pada ujian pertama kemarin. “Sampai saat ini belum. Nggak tahu besok-besok, kan masih beberapa hari lagi. Tapi, mudah-mudahan tidak ada kecurangan,” ujarnya.

Kendati belum ditemukan kecurangan, beberapa kasek mulai resah terkait beredarnya kunci jawaban palsu. Kasek SMAN 24 Idan Sudati mengatakan, saat ini sudah banyak beredar kunci jawaban palsu di masyarakat. “Yang laporan anak-anak sendiri. Ada oknum yang jual soal plus jawaban. Saya pesan ke mereka jangan sampai percaya karena bisa merugikan mereka,” terangnya.

Idan patut mewaspadai munculnya kunci jawaban palsu. Pasalnya, tahun lalu 24 anak didiknya tak lulus unas lantaran mempercayai jawaban palsu yang beredar. “Saya tidak ingin hal itu terulang. Anak-anak kami bekali dengan persiapan yang matang agar mereka percaya diri,” ungkapnya.

Tak hanya Idan, Kordinator Unas SMAN 35 Saryono juga mengantisipasi persoalan itu. “Sejak awal kami sudah mengantisipasi persoalan ini. Mudah-mudahan kalau ada kunci jawaban palsu yang beredar, anak-anak melapor,” ungkapnya. Sebab, pihaknya manargetkan kelulusan unas anak didiknya tahun ini mencapai seratus persen.

Kendati relatif lancar, cukup banyak siswa yang mengeluhkan bobot soal unas tahun ini. Sebagaimana diketahui, materi ujian kemarin adalah bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Iqlima Utami, siswa SMAN 35 mengeluh ihwal rumitnya jawaban soal unas. “Ada dua jawaban yang sama-sama benar. Tapi, kita harus pilih yang paling benar. Pokoknya membingungkan, karena jawabannya hampir mirip,” cetus siswa jurusan IPS itu. Hal senada juga diungkapkan Fajar Setiawan, siswa jurusan IPA. “Memang rata-rata soalnya sama seperti di try out. Tapi, jawabannya banyak yang mirip. Susah, membingungkan,” cetusnya diamini teman-temannya.

Ketika ditanya ihwal sulitnya soal unas, Direktur Pembinaan SMA Sungkowo mengatakan bila pihaknya belum membaca materi soal unas. Namun, menurutnya sulitnya soal unas dinilai hal yang wajar. Sebab, tujuan Depdiknas memang meningkatkan standar kualitas unas. “Dari tahun ke tahun bobot soal unas wajarnya semakin sulit,” terangnya.

Kendati demikian, target kelulusan diharapkan tetap naik. Tahun lalu, kata dia, tingkat kelulusan unas mencapai 90 persen. Tahun ini, pihaknya menargetkan tingkat kelulusan mencapai 94 persen. “Namun, tetap saja kelulusan itu harus didapatkan dengan jujur,” pesan Sungkowo. Sebab, tingginya tingkat kelulusan unas tidak akan berarti tanpa kejujuran.

Terpisah, kordinator pengawas dan tim pemantau independen (TPI) nasional Haris Supratno mengatakan, berdasarkan laporan berbagai kordinator PTN diberbagai provinsi, pelaksaan unas kemarin relatif aman. “Sementara ini kami belum menemukan indikasi kecurangan. Semoga tetap seperti itu,” ujarnya.

Haris menilai kedewasaan sekolah dalam menghadapi unas kali ini cukup terlihat. Ini dibuktikan dengan keterbukaan sekolah menerima pengawas. “Sekolah-sekolah cukup terbuka dan terkesan tidak ada yang ditutup-tutupi,” ujarnya. Jika hal itu dipertahankan, maka kredibilitas hasil unas untuk dipakai masuk PTN bisa segera tercapai. “Karena memang itulah alasan kenapa BSNP menunjuk PTN mengawasi unas. Yaitu, agar kredibilitas unas dipercaya PTN,” ungkapnya. (kit/jpnn)

Posted in Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
April 2009
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,145 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: