Terpilih, 21 Pelajar ke Luar Negeri


SURABAYA – Seleksi program pengiriman pelajar ke luar negeri (LN) akhirnya selesai. Setelah melalui serangkaian tes, terpilih 21 siswa. Mereka nanti menjadi duta Kota Surabaya ke beberapa negara tujuan. Yakni, Australia, Korea, dan Tiongkok.

Sebagian besar siswa terpilih itu adalah pelajar dari sekolah negeri. Hanya dua yang dari sekolah swasta. Yakni, dari SMP Al Hikmah dan SMA Petra 2. Di antara jumlah itu nanti, sembilan siswa dikirim ke Australia, enam pelajar ke Korea, dan enam siswa lainnya ke Tiongkok.

Program pengiriman pelajar itu merupakan hasil kerja sama Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya dengan Bagian Kerja Sama Pemkot Surabaya. Seleksi program tersebut berlangsung relatif ketat. Sebab, pemkot tidak ingin selepas pulang dari negara tujuan itu mereka tidak mendapatkan apa-apa. Pada tahun sebelumnya, Wali Kota Bambang D.H. sempat kecewa atas program tersebut.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Dikmenjur) Dispendik Surabaya Ruddy Winarko menyatakan, pihaknya akan memberikan pelatihan terapan bahasa kepada siswa-siswi yang terpilih tersebut. Pelatihan bahasa Inggris diberikan kepada siswa yang akan ke Australia dan Korea. Siswa yang ke Tiongkok mendapat pelatihan bahasa Mandarin. ”Di sini masih sulit mencari kursus bahasa Korea, sehingga mereka kami kursuskan bahasa Inggris,” ujar Ruddy.

Selain pendalaman bahasa, lanjut dia, pihaknya akan memberikan latihan pre-departure. Yaitu, latihan sebelum keberangkatan untuk menyiapkan mental siswa. Latihan itu bermacam-macam. Mulai etika makan di negara yang akan mereka kunjungi, sopan santun, budaya, serta etika berbicara. ”Tahun-tahun sebelumnya, kami selalu diundang makan malam oleh konsulat. Jangan sampai nanti siswa kita tidak tahu etikanya,” tegas Ruddy.

Untuk kemampuan budaya seperti tari, menyanyi, dan membatik, Dispendik meminta siswa memperdalam di rumah masing-masing. Setiap ada pertemuan pre-departure, orang-orang dari Dispendik maupun bagian kerja sama akan melihat kemajuan mereka. ”Selain itu, mereka diajari menyanyikan satu lagu yang berasal dari wilayah yang dikunjungi,” ungkapnya.

Ruddy menjelaskan, saat ini jadwal keberangkatan mereka ke negara tujuan masih belum jelas. Jika nanti jadwal tersebut sudah pasti, pihaknya segera mengurus administrasi. Mulai visa, paspor, dan beberapa hal lain. ”Saya kurang tahu berangkat kapan. Mungkin akhir Mei,” katanya.

Untuk membiayai program tersebut, pemkot telah mengalokasikan dana Rp 1,29 miliar. Rinciannya, Rp 28,2 juta untuk proses administrasi seleksi; Rp 393,09 juta untuk biaya pengiriman pelajar SMA; Rp 433,91 juta biaya pengiriman pelajar SMK; dan Rp 412,89 juta biaya pengiriman pelajar SMP. (sha/hud)

sumber:jawapos.com

Posted in Pendidikan, Prestasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
April 2009
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 469,901 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: