Beri Penghargaan 100 Siswa-Guru Berprestasi


MALANG – Sedikitnya 31 pelajar pingsan saat mengikuti upacara Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional) di halaman Balai Kota Malang kemarin. Untungnya, barisan Usar (Urban Search and Rescue) dan personel PMI Kota Malang bertindak cepat. Mereka langsung membawa korban pingsan berteduh di bawah pohon rindang.

Salah satu personel Usar mengatakan, banyaknya peserta upacara yang pingsan kemungkinan besar karena belum sarapan. Ditambah sengatan matahari yang panas membuat peserta lemas dan jatuh pingsan. Umumnya, siswa-siswi yang pingsan ini baris di jalan raya depan balai kota sehingga akses matahari langsung terasa. Sedangkan barisan peserta di lokasi teduh aman-aman saja.

Kendati korban pingsan mencapai puluhan siswa, upacara yang dipimpin Wawali Bambang Priyo Utomo tersebut tetap berlangsung. Dalam kesempatan itu, Pemkot Malang memberikan penghargaan kepada seratus siswa dan guru berprestasi. Penghargaan itu dikhususkan untuk guru dan siswa yang berhasil mengukir prestasi di tingkat regional sampai nasional. Dari seratus penerima itu, hanya sekitar 50 yang diundang mengikuti upacara. “Ini menunjukkan bahwa Kota Malang tak pernah berhenti berprestasi,” kata Bambang.

Menurut Bambang, prestasi ini akan terus bertambah. Sebab, dalam waktu dekat, Kota Malang me-launching boarding school atau sekolah berasrama. Boarding school tersebut berada di kawasan SMAN 10 atas pendanaan Sampoerna Foundation. “Boarding school ini nanti khusus menampung siswa tidak mampu tapi berprestasi. Selain bisa sekolah gratis, mereka juga diasramakan tanpa biaya,” ungkapnya.

Kahumas Pemkot Malang Subkhan menambahkan, peringatan Hardiknas ini dilanjutkan dengan pergelaran wayang kulit kontemporer di halaman Kantor Diknas Kota Malang tadi malam. Wayang kulit kontemporer tersebut menghadirkan dalang Ki Ardi Purbo Andono.

Sementara itu, 50 siswa SMP Islam Sabilillah menggelar aksi simpatik. Mereka membagi-bagikan bunga dan menggelar orasi di bawah jembatan penyeberangan Jalan Letjen S. Parman. Para siswa juga berorasi mengajak masyarakat untuk sadar pendidikan.

Fauzan Rizki -salah satu siswa- berorasi meneriakkan berbagai slogan peduli pendidikan. Layaknya aksi mahasiswa, dia juga menenteng megaphone sembari memimpin teman-temannya untuk aksi. “Pendidikan adalah kunci pembangunan bangsa,” teriaknya disambut yel yel yang lain.

Sejumlah siswa yang lain juga tak kalah keras berteriak. Para siswa itu juga membawa poster bertulisan jika ingin jadi pengusaha ya sekolah; pendidikan nomor wahid; sekolah jangan malas kalau mau pintar. Mereka yang baru selesai ujian nasional (UN) tersebut juga membagi-bagikan bunga kepada para pengendara yang melintas.

Humas SMP Islam Sabillah Taufikurrahman mengatakan, aksi tersebut juga mengajak masyarakat untuk mengerti dunia pendidikan. Menurut dia, tidak semua pendidikan bisa digratiskan. Sebab, masih ada banyak hal yang tidak bisa digratiskan begitu saja. Dengan demikian, dia juga menolak istilah pendidikan gratis, terutama untuk pendidikan swasta. “Menurut kami, istilah pendidikan gratis itu kurang mendidik masyarakat,” ungkapnya.

Di Jalan Veteran, sejumlah elemen mahasiswa juga turun ke jalan. Ada tiga kelompok terpisah yang beraksi di Jl Veteran. Mereka dari HMI Komisariat Universitas Brawijaya (UB); Aliansi Mahasiswa Anti-BHP (AMAB) dari ITN, Unmer, dan UB; serta dari Komunitas Mahasiswa Merdeka (Komma) Malang. Meski mengusung tema yang sama, elemen mahasiswa ini tidak berada dalam satu barisan. Terpisah menyuarakan aksinya sendiri-sendiri.

Aksi tersebut mendapat penjagaan ketata dari aparat kepolisian. Maklum, ada informasi, para mahasiswa akan menyegel pintu gerbang Kantor Diknas Kota Malang. Namun, hingga aksi berakhir, penyegelan tidak terjadi.

Dalam aksinya, mereka mendesak pemerintah menyediakan pendidikan gratis yang berkualitas untuk rakyat. Mereka menilai pendidikan yang ada saat ini masih banyak yang bernuansa bisnis dan mengabaikan kepentingan masyarakat yang tidak mampu.

Di tempat terpisah, BEM FH Unmer juga menggelar aksi penggalangan dana. Kemarin sore, mereka turun di perempatan Jl Dieng. “Hasilnya akan kami serahkan di SMK PGRI Pakisaji (sekolah satu atap) 8 Mei nanti,” ujar Mega Tri Yulita, salah satu peserta aksi. Menurut dia, aksi tersebut sebagai bentuk kegiatan riil mahasiswa untuk memperingati Hardiknas. (nen/lid/yn)

s:jawapos.co.id

Posted in Pendidikan, Prestasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
May 2009
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,031 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: