Cek Pelanggaran Unas, Tim Irjen Terjun ke Daerah


JAKARTA – Banyaknya pelanggaran dalam ujian nasional (unas) membuat berbagai pihak menyuarakan tuntutan agar ujian tersebut dievaluasi menyeluruh. Bahkan, ada yang menuntut agar unas ditiadakan. Merespons tuntutan itu, Depdiknas menegaskan tidak bakal meniadakan unas. Sebab, pelaksanaan unas sudah diamanatkan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005.

Sekjen Depdiknas Dodi Nandika mengakui, memang masih banyak pelanggaran dalam pelaksanaan unas. “Namun, ujian itu tetap akan dilanjutkan. Kami sudah mengevaluasi berbagai pelanggaran itu dan akan menyelidikinya lebih lanjut,” ujar Dodi kemarin (2/5).

Sebagaimana diketahui, berbagai persoalan krusial mencuat dalam pelaksanaan unas SMA maupun SMP. Contohnya adalah pungutan liar yang diberlakukan salah satu SMP di Bandung dan mendapatkan legalitas dari kepala dinas setempat. Termasuk statemen wali kota Bekasi yang menyatakan akan memecat kepala sekolah jika tidak berhasil meluluskan anak didiknya dalam pelaksanaan unas. Persoalan lainnya, soal maupun kunci jawaban marak beredar di berbagai daerah.

Dodi mengatakan, Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP) sudah mengevaluasi berbagai persoalan itu. Yang pasti, lanjut dia, kasus pungutan unas di Bandung tidak diperbolehkan. “Apalagi jika diamini kepala dinasnya. Pasti akan kami tindak lanjuti,” tandasnya.

Sebab, pendanaan unas sudah diambilkan dari APBN. Besar anggaran yang dikeluarkan untuk unas mencapai Rp 500 miliar. “Karena itu, tidak boleh ada pungutan untuk unas dalam bentuk apa pun,” imbuhnya.

Khusus kasus di Bekasi, pihaknya juga menyayangkan hal tersebut. Sebab, kelulusan unas tidak bisa dipaksakan. Jika seorang kepala sekolah dipaksa harus ditargetkan ini dan itu, dikhawatirkan bakal muncul kecurangan. “Itu justru malah nggak baik,” tuturnya.

Untuk menindaklanjuti pelanggaran unas di berbagai daerah, Depdiknas akan menerjunkan tim irjen. “Irjen akan membantu menyelidiki pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. Semua akan dievaluasi,” papar Dodi. Upaya itu dilakukan agar pelanggaran serupa tidak terjadi pada saat pelaksanaan ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN).

Ketua BSNP Prof Eddy Mungin Wibowo mengatakan, pihaknya akan berupaya agar pelaksanaan UASBN lebih baik. “Karena UASBN menyangkut anak-anak SD. Masak dari SD akan diajari curang?” ucap Mungin.

Karena itu, persiapan UASBN akan dilakukan sebaik-baiknya. Saat ini soal UASBN sudah selesai dicetak. “Penjagaan soal UASBN juga akan diperketat,” terangnya. Mungin mengimbau pihak sekolah agar tidak menghalalkan berbagai cara untuk meluluskan anak didiknya. Sebab, tutur dia, UASBN bukan satu-satunya faktor penentu kelulusan siswa. (kit/kim)
sumber:jawapos.co.id

Posted in Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
May 2009
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,065 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: