Diknas Siapkan Sanksi


Bagi Sekolah yang Pasang Tarif Pendaftaran Tak Wajar

MALANG – Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Malang me-warning SMPN-SMAN agar tidak menarik biaya yang terlalu tinggi saat musim penerimaan siswa baru nanti. Diknas tidak membenarkan jika ada siswa yang pandai dan lolos seleksi tetapi tidak diterima hanya gara-gara siswa tersebut tidak mampu membayar iuran sekolah.

Kabid Dikmen Diknas Kota Malang Sugiharto mengatakan, untuk pendaftaran di semua SMPN dan SMAN di Kota Malang semua gratis. Karena penerimaan siswa baru dilakukan dengan sistem online.”Tidak ada biaya untuk pendaftaran, semua gratis,” ujar Sugiharto.

Sedangkan untuk tarikan kepada para wali siswa Diknas juga meminta agar sekolah menarik dengan angka yang wajar, tidak mengada-ada. Itupun harus dimusyawarahkan terlebih dahulu kepada para wali siswa secara terbuka. Jika kemudian ditemukan ada siswa yang tidak mampu, sekolah juga wajib membantu. Menurut dia, apabila nanti ditemukan ada sekolah yang memungut biaya dengan ukuran yang tidak wajar, maka Diknas akan memberikan sanksi. Apalagi, saat ini pemerintah sudah mengampanyekan pendidikan gratis.

Menurut Sugiharto, untuk sekolah rintisan berstandar internasional (RSBI) Diknas memang membolehkan menarik bantuan dari wali siswa. Karena sekolah tersebut memang membutuhkan beberapa kelengkapan belajar yang lebih. Namun itupun juga harus dengan kesepakatan dan transparansi penggunaan anggaran. Dengan begitu, diharapkan tidak ada yang merasa keberatan.

Sementara, ditanya jadwal pasti penerimaan siswa baru SMPN-SMAN di Kota Malang, Sugiharto masih belum bisa memastikan. Hanya, penerimaan siswa baru itu lazim dibuka bulan Juni, setelah pengumuman ujian nasional (UN).

Tidak hanya di SMPN dan SMAN, di seluruh SDN di Kota Malang, kecuali SD RSBI, Diknas juga melarang keras jika ada tarikan yang memberatkan wali siswa. Karena di SD sudah ada dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang jumlahnya dinilai sudah sangat besar. “Menurut saya kalau SD sudah bisa gratis,” ujar Suwarjana, Kasi Kurikulum Dikdas Diknas Kota Malang.

Menurut Suwarjana, saat ini bantuan pemerintah sudah sangat besar untuk dunia pendidikan. Diharapkan para kepala sekolah bisa arif bijaksana dalam mengelola pendidikan di sekolah.

Namun, Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Malang masih belum yakin dengan warning Diknas tersebut. Karena dari pendataan yang dilakukan FMPP, masih banyak ditemukan jenis pungutan di sekolah-sekolah dengan berbagai dalih. “Masih banyak masyarakat yang mengeluhkan biaya pendidikan yang mahal,” ujar Susiawati, koordinator FMPP.

Dia mencontohkan iuran yang sering dikeluhkan orang tua siswa itu antara lain SPP/iuran komite, uang OSIS, ektrakulikuler, ujian, daftar ulang, study tour, biaya tes, buku ajar, iuran paguyuban, infaq, foto kopi, perpustakaan, bangunan, insidental, perpisahan, seragam dan lain-lain. “Apalagi banyak orang tua siswa yang merasa tidak dilibatkan untuk membahas iuran-iuran itu,” terangnya.(lid/abm)
s:jawapos.co.id

Posted in Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
May 2009
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,065 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: