Kualitas Pendidikan di Kalsel Tergolong masih Rendah


BANJARMASIN–MI: Seorang pengamat pendidikan di Kalimantan Selatan (Kalsel) H Rustam Effendi berpendapat, kualitas pendidikan di provinsinya selama ini tampaknya masih rendah.

Sebagai salah satu contoh dari kualitas pendidikan dimaksud, masih banyak lulusan asal Kalsel yang mau melanjutkan studi ke perguruan tinggi terkenal pada beberapa kota di Pulau Jawa, kalah bersaing, tuturnya di Banjarmasin, Sabtu (2/5).

Oleh karena itu, menurut mantan Dekan Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin tersebut, dalam memaknai Hari Pendidikan Nasional Tahun 2009, salah satunya meningkatkan kualitas pendidikan.

“Dengan peningkatan kualitas pendidikan, maka lulusan sekolah dari Kalsel mampu bersaing dengan sekolah lain ketika sama-sama mau memasuki perguruan tinggi terkenal, seperti yang ada di Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jakarta,” tandasnya menjawab Antara Banjarmasin.

Menurut dia, kualitas pendidikan tersebut juga tidak terlepas dari kualitas proses pembelajaran yang harus ditunjang kelengkapan fasilitas yang juga betul-betul berkualitas, bukan cuma sekedar untuk memenuhi keberadaan fasilitas itu sendiri.

“Pasalnya selama ini ada gejala pemenuhan kelengkapan fasilitas pembelajaran terkesan seadanya, tanpa memperhatikan kualitas dari fasilitas tersebut, sehingga fungsi dan pemanfaatan tidak bisa maksimal,” tutur mantan aktivis pemuda mahasiswa itu.

Selain itu, masalah kesejahteraan guru juga perlu menjadi perhatian bersama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. “Sebab kalau tingkat kesejahteraan guru cuma seperti selama ini, mungkin sulit untuk bisa meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya.

Mengenai tunjangan profesi yang dilakukan melalui sistem sertifikasi, dia berpendapat, hal tersebut tampaknya belum memberikan jaminan atas kesejahteraan guru.

Persoalannya belum semua atau masih banyak guru belum memiliki kualifikasi dengan sistem sertifikasi tersebut, disamping pembayaran tunjang profesinya yang tersendat-sendat.

“Sebagai contoh di kalangan dosen di Kalsel hingga saat ini belum menerima tunjangan profesi tersebut. Padahal seperti diri saya sudah memiliki sertifikasi sejak Januari lalu,” demikian Rustam Effendi. (Ant/OL-02)

Posted in Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
May 2009
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,142 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: