Putus Sekolah Capai 9 Persen


Siswa PAUD Kota Pawai Hardiknas

MADIUN – Anak usia sekolah di Kabupaten Madiun masih ada yang belum merampungkan jenjang pendidikannya. Yakni, lulusan SD yang tidak meneruskan ke jenjang SLTP alias putus sekolah. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun Sumardi mengatakan, penyebab anak putus sekolah karena terganjal masalah biaya. Sehingga, mereka terpaksa membantu orang tua bekerja. Seperti, menjadi butuh tani, kuli bangunan dan lainnya. ”Kebanyakan anak putus sekolah berasal dari daerah atas (lereng gunung, Red),” ujarnya, kemarin (2/5).

Menurutnya, persentase anak usia sekolah yang tidak meneruskan ke jenjang SLTP sebanyak 9 persen. Untuk mengatasi masalah tersebut, katanya, melakukan pendekatan agar ikut pendidikan non formal. ”Ini dilakukan agar mereka tetap bisa bekerja,” tambahnya, usai upacara peringatan Hardiknas di Stadion Pangeran Timoer, Caruban.

Selain itu, upaya yang dilakukan untuk menyukseskan pendidikan sembilan tahun adalah dengan sekolah gratis. Yakni, siswa dibebaskan dari pungutan biaya operasional pendidikan, termasuk buku. ”Biaya sekolah benar-benar dicukupi pemerintah. Bagi siswa SD dan SLTP mendapat BOS sedangkan siswa SMA dan SMK menerima BKSM,” papar Sumardi.

BOS tahun ini mengalami peningkatan. Bagi siswa SD menerima sebesar Rp 396 ribu setahun per siswa. Sedangkan, bagi siswa SMP mendapat Rp 564 ribu setahun per siswa. Total penerimaan per tahun jenjang SD senilai lebih dari Rp 13, 2 miliar. Untuk jenjang SMP lebih dari Rp 7, 64 miliar. ”Penyalurannya langsung masuk ke rekening sekolah,” terang Sumardi.

Bagaimana pengawasan penggunaan dana BOS? Sumardi menegaskan, hal itu dilakukan dewan pengawas dan komite sekolah. Dengan pengawasan tersebut diharapkannya, dana BOS tepat sasaran. ” Bila ada pelanggaran akan ditindak tegas,” katanya.

Dengan sekolah gratis, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan sekolah menerima sumbangan dari seseorang. Sebab, itu diperbolehkan dalam SE Mendiknas yang mengatur hal tersebut. ”Itu boleh saja, dan karena pendidikan tanggung jawab semua orang,” jelasnya.

Di bagian lain, Sumardi mengatakan salah satu agenda peningkatan pendidikan dengan pengembangan fisik sekolah. Di tahun ini, direncakan ada bebeberapa sekolah yang akan direhab. Jenjang SD ada 256 lokasi dipugar. Sedangkan SMP, ada 10 tempat dan SMA berkisar 1-2 sekolah. Sumber dananya, dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2009 lebih dari Rp 20 miliar. Selain pemugaran sekolah, lanjutnya, akan diadakan merger untuk jenjang SD. Di tahun ini, direncanakan ada 11 sekolah yang akan digabung dengan sekolah lain. Diantaranya, di Kecamatan Balerejo SD Negeri 1 babadan 1, SD Kedungrejo 1 dan SD Balerejo 1. ”Sekolah digabung SD lain yang berdekatan. Ini, untuk efisensi anggaran dan pembelajaran,” jelasnya.

Dikatakan, alasan memerger sekolah tersebut karena jumlah siswanya kurang dari 100 anak. Sedangkan, idealnya paling tidak dalam satu SD ada 180 siswa. Sedangkan, bagi guru akan digabung ke sekolah yang terdekat dengan tempat bekerja sebelumnya,” tambahnya.

Sementara itu, peringatan Hari Pendidikan di Kabupaten Madiun memperlihatkan kreasi siswa. Yakni, tampilnya tari massal berjudul Semut Sewu. Selain itu, juga digelarnya pameran hasil karya para siswa dan tenaga kependidikan. Seperti, makanan dan jamu tradisional.

Di Kota Madiun, juga dilakukan peringatan Hardiknas. Salah satunya, oleh Himpaudi. Siswa dari 66 PAUD mengikuti pawai peringatan Hardiknas dengan rute sepanjang Jalan Abdurahman Saleh, Mastrip dan Jalan Suhud Nosingo. Siswa PAUD berpawai sambil membawa spanduk yang berisi kata mutiara. ”Tidak hanya pawai, seluruh kata-kata mutiara itu akan dinilai dan dilombakan,” ujar Eny Kusrini, Ketua Himpaudi Kota.

Menurut Eny Kusrini, kegiatan ini tidak hanya diperuntukan bagi siswa. Tapi juga seluruh elemen sekolah PAUD se-Kota Madiun. Sebab juga diadakan kompetisi yang dikuti orang tua dan guru PAUD. Seperti lomba mendongeng dan berkreasi membuat alat permainan edukatif (APE). ”Hardiknas tidak hanya diperingati tapi kita juga harus dibuktikan dengan kreativitas guru dan orang tua demi perkembangan dunia pendidikan,” katanya.

Dalam momentum Hardiknas, Rini juga mengingatkan masih banyak sekolah PAUD dalam kondisi memprihatinkan. Hamipr 50 persen, sekolah PAUD diselengarakan dengan kondisi terbatas, yakni di gedung pertemuan RT atau di teras rumah. ”Kami akui sejak awal PAUD dibentuk untuk pendidikan non formal. Tapi selama hampir tiga tahun ini, dunia PAUD terus berkembangan. Terbukti, banyak lulusan PAUD yang diterima di sekolah dasar. Sehingga kualitas lembaga PAUD harus diperhatikan,” paparnya.

Rini juga menuturkan, tingginya minat orang tua menyekolahkan siswanya di PAUD tidak diimbangi dengan jumlah tenaga pendidik. Menurutnya, 250 guru PAUD belum maksimal dalam memberikan materi bagi siswa. ”Seharusnya satu kelas di isi 15 siswa dengan dua guru. Kedua guru berperan sebagai guru kelas dan guru pendamping bagi siswa. Tapi kenyataanya, masih banyak sekolah yang menggunkana satu guru untuk satu kelas,” ujarnya.

Rini juga menyoroti masih rendahnya kesejahteraan pendidik PAUD. Karena hampir separo guru Paud gajinya hanya Rp 50 ribu hingga Rp100 ribu perbulan. Bahkan banyak juga guru yang tidak dibayar. ”Minimnya honor ini membuat profesi sebagai pengajar PAUD kurang diminati. Melihat kondisi ini kami berharap pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan pendidik ataupun lembaga PAUD,” paparnya.

Semantara itu, Hardiknas juga diperingati SMA Negeri 4 Kota. Namun peringatanya dijadikan satu dengan hari Kartini. Seperti yang dilakukan guru beserta siswa SMA Negeri 4 Kota Madiun yang menggelar pemilihan putri Kartini, karoke dan lomba memasak bagi bapak guru. ”Peringatan hari Kartini sengaja kami adakan bersamaan dengan Hardiknas,” ujar Didik Muryati, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.

Suasana peringatan hari Kartini semakin ramai saat belasan guru pria menjadi peserta lomba masak nasi goreng. Peserta diwajibkan memilih bahan dan membuat bumbu sendiri tanpa bantuan orang lain. ”Kami ingin laki-laki terutama bapak guru bisa merasakan pekerjaan rumah tangga yang biasanya dilakoni istri di rumah,” katanya.(fik/aan/irw)

s:jawapos.co.id

Posted in Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
May 2009
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,145 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: