Sikap PTN Memprihatinkan


BANDAR LAMPUNG (Lampost): Sikap perguruan tinggi negeri yang meragukan kredibilitas dan akuntabilitas penyelenggara dan peserta UN sangat memprihatinkan. Pasalnya, PTN terlibat pelaksanaan UN, mulai sebagai pemantau independen hingga pemindaian atau scanning jawaban.

Sekretaris Forum Martabat Guru Indonesia (FMGI) Gino Vanollie mengatakan pemerintah mengeluarakan dana yang tidak sedikit untuk membiayai TPI. Namun, di lapangan para guru melihat TPI tidak banyak membawa manfaat. “Faktanya di lapangan kecurangan UN tetap marak terjadi,” kata dia di Bandar Lampung, Kamis (30-4).

Gino mengatakan ke depan keterlibatan PT dalam pelaksanaan UN perlu dievaluasi kembali sehingga pemerintah tidak perlu menghabiskan banyak dana untuk sesuatu yang tidak berguna atau sia-sia.

“Seharusnya PTN tidak menerapkan standar ganda, mau mengambil proyek sebagai TPI, tapi tidak bersedia mengakui hasil UN sebagai salah satu komponen masuk PTN,” kata dia.

Menurut Gino, sikap PTN termasuk Unila yang meragukan hasil UN, tapi terlibat di dalamnya adalah naif. Seharusnya, jika Unila menolak hasil UN, mereka juga tidak boleh terlibat di dalamnya. “Jangan mau proyeknya, tetapi tidak mau memakai hasilnya,” kata dia.

Sebelumnya, Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Sugeng P. Harianto mengatakan baru menggunakan ujian nasional sebagai salah satu persyaratan masuk PTN mulai tahun 2012.

“Kami akan melihat lebih dahulu pelaksanaan UN selama tiga tahun ini,” kata Sugeng di sela-sela peninjauan langsung ujian nasional di MAN 2 Bandar Lampung, Senin (20-4).

Dia mengatakan selama tiga tahun ini pihaknya terus memantau pelaksanaan ujian nasional dan hasilnya. Pihaknya juga akan memantau mahasiswa baru dari Unila dengan nilai UN tinggi apakah berkolerasi dengan indeks prestasi atau tidak. “Jika nanti terbukti anak yang nilai UN-nya tinggi ternyata IPK rendah, kami akan evaluasi kembali,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Departemen Pendidikan Nasional (Kapuspendik Diknas) Dr. Burhanudin Thola mengatakan mulai tahun ini PTN diharapkan menggunakan hasil UN sebagai salah satu indikator masuk PTN. Sebab, Depdiknas secara bertahap terus meningkatkan kualitas pelaksanaan ujian nasional dengan pengawasan yang ketat. Hal tersebut untuk menghindari kemungkinan kecurangan yang mungkin terjadi.

“PTN bisa memasukkan UN sebagai salah satu pertimbangan masuk PTN sehingga mereka tidak perlu lagi menggelar seleksi nasional masuk perguruan tinggi (SNMPTN),” kata Burhanudin di sela-sela kunjungan ke MAN 2 Bandar Lampung, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, laporan kecurangan pelaksanaan UN masih terus diterima Lampung Post dengan berbagai modus. Para siswa mengaku mendapatkan bantuan guru dengan berbagai cara seperti pesan berantai hingga mengirimkan pesan pendek (sandek) kepada siswa.

Menyikapi adanya intimidasi terhadap saksi korban di SMKN 1 Talang Padang, FMGI telah menurunkan tim untuk menginvestigasi dan melakukan pendampingan terhadap guru (saksi korban) yang melihat kecurangan tersebut. “Kami meminta kasus kecurangan ini diusut tuntas dan Bupati serta Wakil Bupati harus melindungi saksi korban karena guru tersebut telah berbuat jujur,” kata Gino. n UNI/S-1

Posted in Pendidikan, PTN dan PTS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
May 2009
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,204 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: