Ajarkan Siswa Berempati


SURABAYA – Model pembelajaran di luar kelas (outbond) bagi siswa inklusi memberikan makna khusus. Yakni, tidak hanya untuk belajar sambil bermain, tetapi juga memupuk empati siswa terhadap sesama. 71348large

Program itu kemarin (25/5) dilakukan SD Inklusif Galuh Handayani yang mengajak 85 siswanya belajar di luar kelas. Di pendapa Taman Flora, para siswa diberi permainan menangkap kupu-kupu. Dua siswa berperan sebagai bunga yang bisa menangkap kupu-kupu. Siswa yang menjadi kupu-kupu harus berlarian ke sana kemari agar tidak ditangkap oleh bunga. Siswa yang lain bersorak-sorai menyemangati temannya yang menjadi kupu-kupu dan bunga.

”Di sekolah kami kan ada siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus. Makanya, kami ingin mereka bisa berinteraksi satu sama lain lewat kegiatan outbond ini,” ujar Kepala SD Inklusif Galuh Handayani Ika Diana Arisanti.

Selama di sekolah, para siswa memang bisa berinteraksi. Namun, kedekatan tersebut terjalin ketika siswa tidak sedang belajar, melainkan saat bermain sambil belajar. Untuk itulah, berbagai permainan dalam outbond menuntut kerja sama antarsiswa.

Misalnya, mereka berjalan dari pendapa ke area flying fox. Siswa berbaris layaknya kereta api. (sha/ari)

Posted in Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
May 2009
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,145 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: