Enam Pelajar Indonesia Sabet Medali IYIPO


JAKARTA– : Para pelajar Indonesia kembali unjuk gigi dalam ajang kompetisi internasional.

Setelah tahun lalu hanya mendapatkan dua medali, tahun ini prestasi pelajar Indonesia mengalami peningkatan dengan meraih empat medali yakni, satu medali emas dan tiga medali perak pada ajang International Young Inventor Project Olympiad (IYIPO) ke-3 di Tbilisi, Georgia, 14 – 16 Mei.

“Ada enam pelajar dari PASIAD Bilingual Boarding School (Sekolah Mitra Kerja Pasiad) yang kami kirim, yakni satu pelajar untuk kategori biologi, satu tim (dua pelajar) untuk kategori biologi, satu tim (dua pelajar) untuk kategori matematika, dan satu pelajar untuk kategori fisika. Semuanya mendapat medali pada ajang olimpiade peneliti muda tahunan ini,” ujar pimpinan rombongan PASIAD Bilingual Boarding School Ahmad Ramadhoni saat dihubungi Media Indonesia usai menerima kedatangan peserta IYIPO di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Minggu (24/5).

Adapun, untuk satu medali emas dipersembahkan Ridho Assidicky (Sragen Boarding Bilingual School) untuk kategori biologi, dan tiga medali perak dipersembahkan oleh Putut dan Huda (keduanya dari SMA Semesta Semarang) untuk kategori biologi, Muhammad Royan (Sragen Boarding Bilingual School) dan Rahmat Hidayah (SMA Pribadi Depok School) untuk kategori matematika, dan Muhammad Masruh Baldawi (SMP Negeri 2 Watumalang, Wonosobo) untuk kategori fisika.

Yang lebih mengejutkan, tambah Ahmad, proyek biologi Ridho Assidicky yang mengangkat tema Potential Ornamental Plants as Noise Reducing Factors atau ‘Potensi Tanaman Ornamental Sebagai Peredam Kebisingan’, berhasil mengalahkan proyek-proyek para peserta dari negara maju lainnya untuk kategori biologi pada ajang tahunan yang diikuti 50 proyek dari 21 negara tersebut.

“Sederhana penelitiannya, yakni bertujuan untuk mengetahui daya redam spesies tanaman sebagai alternatif peredam kebisingan, yang selama ini sering ditemui di kota-kota besar di Indonesia. Namun, hasilnya membanggakan, karena berhasil mengalahkan peserta dari Jerman, Turki dan Rumania. Ini bukti anak-anak Indonesia tidak kalah dalam hal pengetahuan dan tekhnologi,” ungkap Ahmad.

Melihat prestasi yang diukir para pelajar yang tergabung dalam PASIAD Bilingual Boarding School tersebut, Direktur Pembinaan SMA Depdiknas Sungkowo Mudjimanu mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi yang ditoreh anak bangsa. “Apalagi, ajang ini merupakan ajang proyek, yang sangat besar kemungkinannya untuk bisa dikembangkan dan diaplikasikan lebih jauh dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sungkowo. (Dik/OL-02) -MI-

Posted in Pendidikan, Prestasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
May 2009
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,213 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: