Tiga SMPN Baru Dibuka


Untuk Kurangi Lulusan SD yang Putus Sekolah

SURABAYA – Banyaknya lulusan SD yang tidak tertampung di SMP membuat Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya harus mencari solusi. Salah satu upaya mereka adalah membuka tiga SMP negeri baru. Diharapkan, tiga sekolah itu mampu menampung luberan lulusan SD yang tidak mendapatkan tempat layak karena keterbatasan ruang belajar.

Sekolah yang bakal dibuka pada tahun ajaran ini adalah SMPN 43, SMPN 44, dan SMPN 45. Menurut Kepala Dispendik Surabaya Sahudi, ada beberapa pertimbangan perlunya pembukaan tiga SMPN tersebut. Di antaranya, jumlah lulusan SD di Surabaya berkisar 42 ribu setiap tahun. Padahal, daya tampung SMP negeri dan swasta hanya sekitar 32 ribu. Sementara itu, SMP yang kurang layak bisa menampung 5 ribu-7 ribu siswa.

“Nah, masih tiga ribu siswa yang dicarikan tempat, termasuk tiga SMPN baru itu nanti,” ungkapnya.

Setiap lokal SMPN baru tersebut akan mampu menampung 114 siswa dalam tiga kelas. Artinya, setiap kelas berisi 38 siswa. Dengan penambahan tiga SMPN baru itu, 342 siswa yang dimungkinkan putus sekolah karena tidak tertampung akan terserap. Tinggal 2,6 ribu siswa yang harus dicarikan jalan keluar.

“Memang, ada juga siswa yang meneruskan sekolah di luar kota atau masuk pesantren,” terang mantan kepala SMAN 15 Surabaya tersebut.

SMPN 43 akan berlokasi di Kecamatan Bubutan, SMPN 44 di Kecamatan Mulyorejo, dan SMPN 45 di Kecamatan Semampir. Pada tahun pertama ini, SMP-SMP tersebut masih mendompleng di lokal-lokal SD yang ditunjuk. “Tentu saja, arahnya nanti masuk pagi semua,” ungkap Sahudi.

Ada dua konsep yang bakal dipakai untuk pendirian SMP baru tersebut. Untuk SMPN 43 dan 44, konsepnya “menggusur” siswa di SD yang ditempati. Kebijakan itu menggunakan pertimbangan bahwa jumlah siswa SD di situ memang sedikit. Di tahun berikutnya, SD tersebut tidak akan menerima murid baru lagi. Sehingga, lahan mereka bisa dipakai untuk SMP.

Konsep kedua adalah sekolah satu atap. Konsep itu diterapkan khusus untuk SMPN 45 yang menempati SDN Sidotopo 6. Nanti, di tempat tersebut ada sekolah mulai TK hingga SMP. Sekolah itu bakal dibangun tahun depan. “Target selesainya, kami tidak tahu. Yang jelas, sekolah tersebut sudah diajukan untuk dibangun tahun depan,” ujarnya.

Sementara itu, tenaga pengajar bakal diambilkan dari guru negeri yang diperbantukan (DPK). Tahun ini, banyak guru DPK yang dikembalikan ke sekolah induk, menyusul tutupnya sekolah-sekolah swasta. “Guru tidak tetap di SD yang ditempati juga bisa mengajar jika kemampuan mereka memadai,” tegas Sahudi. (sha/ari)

Posted in Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
May 2009
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,031 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: