Sekolah Takut Ambil Resiko


Hanya Berlakukan Uang Pendaftaran
KOTAMOBAGU—Penerimaan siswa baru biasanya jadi kesempatan pihak sekolah meraup keuntungan. Dari uang pendaftaran hingga rupa-rupa seragam dan emblemnya. Padahal, dengan adanya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Permendiknas 19/2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan seharusnya biaya tambahan, apalagi pungli, tak dibenarkan lagi. Dalam Permendiknas tersebut di poin 9 huruf J soal kode etik sekolah/madrasah yang mengatur guru dan tenaga kependidikan, memasukkan larangan bagi guru dan tenaga kependidikan, baik secara perorangan maupun kolektif, untuk menjual buku pelajaran, seragam/bahan pakaian sekolah/madrasah, dan/atau perangkat sekolah lainnya baik secara langsung maupun tidak langsung kepada peserta didik. “Tapi ada saja yang nekat memungut biaya bimbingan belajar dan baju batik tanpa musyawarah. Aksi itu pun sudah sejak 2007 lalu,” ungkap sejumlah orang tua siswa.
Wakil Kepala SMA 1 Kotamobagu Urusan Kurikulum, Murdiyanto SPd mengaku pihaknya tidak akan memberlakukan lagi anggaran beli buku dan baju. Katanya, hanya 2007 masih dianggarkan, tetapi 2008 dan tahun ini sudah tidak lagi. ‘’Kalau uang pendaftaran masih ada, tetapi besaran ditentukan Diknas Kotamobagu. Pihak sekolah takut menabrak aturan,’’ kata Murdiyanto, kemarin.
Mardiyanto menambahkan, daya tampung siswa baru kelas X sebanyak 320 orang. Rencananya 8 kelas, masing-masing kelas 40 orang. “Bisa saja ada ketambahan tetapi tidak begitu besar,’’ ungkapnya.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Kotamobagu Hardi Mokoginta SPd menambahkan, uang pendaftaran 2009 belum ada edaran, tetapi pada 2008 lalu biaya pendaftaran awal Rp25 ribu, sedangkan pendaftaran masuk Rp600 ribu. “Bisa saja pertengahan Juni ini uang pendaftaran sudah ada. Biaya baju dan buku tidak ada,’’ ungkap Hardi.
Wakil Kepala Urusan Sarana Prasarana SMP Negeri 1 Kotamobagu, Hasmi Abarang SPd mengungkapkan, daya tampung siswa baru kelas VII sebanyak 35 orang per kelas. Rencananya akan dibikin 8 kelas. “Siswa baru tidak dianjurkan beli buku dan seragam. Hanya pada 2008 lalu ada biaya batik senilai Rp35 ribu per siswa. Itupun tidak ada unsur paksaan tetapi kesepakatan bersama antara orang tua siswa dengan pihak sekolah,’’ kata Hasmi, diiyakan Pelaksana Kepala SMP Negeri 1 Kotamobagu Yusdi Mokodongan SPd.
Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Kotamobagu Drs Hamri Manoppo menegaskan, tidak ada biaya seragam dan buku bagi siswa baru. “Jelas diatur dalam Kepmendiknas. Kalau ada yang memungut biaya di luar aturan pasti akan diberi sanksi,’’ tegas Hamri, didampingi Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah Drs Ardi Dilapanga dan Kasie Kurikulum Ariono Potabuga, SPd.
Hal yang sama diutarakan Kadis Pendidikan Bolmong Dra Hj Ulfa Paputungan. Menurutnya, tidak ada edaran memungut biaya pendidikan karena jelas dalam Permendiknas. “Kepsek jangan sekali-kali langgar aturan,” katanya. (ald)

Advertisements
Posted in Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
June 2009
M T W T F S S
« May   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 475,273 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: