Membangkitkan Bahasa Indonesia


Menyongsong Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), masyarakat Indonesia sebaiknya turut merefleksikan kebangkitan…
nasional melalui kebangkitan bahasa Indonesia di seantero Nusantara ini, juga di tingkat regional dan internasional.

Departemen Pendidikan Nasional(Depdiknas) dalam , hal ini terus berupaya membangun karakter generasi cinta Tanah Air dengan mengembangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar pengajaran dan bahasa komunikasi keseharian bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan.

Demikian dipaparkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Depdiknas Dodi Nandika, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Pemilahan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional bukanlah suatu kebetulan, tapi karena bahasa inilah yang dinilai dapat memersatukan semua suku yang ada dalam tubuh bangsa indonesia,” tegas Dodi.

Disamping itu,bahasa Indonesia berpotensi menjadi bahasa regional, sebab, bahasa mayoritas penduduk ASEAN dari satu rumpun. Kondisi ini tentu menjadikan bahasa Indonesia berpeluang menjadi bahasa regional di kawasan Asia Tenggara. Apalagi negara-negara di dunia umumnya telah bersatu dalam kesatuan regional untuk menghadapi persaingan global yang begitu bebas dan cepat,seperti terjadi di Eropa.

Dalam kehendak negara-negara ASEAN untuk bersatu kebudayaan melalui bahasa, tentunya bahasa Indonesia sangat berpeluang menjadi bahasa regional ASEAN di masa depan.

“Hal ini selaras dengan tiga pilar yang terkandung dalam ASEAN Charter yang menyatakan ASEAN sebagai identitas budaya, ekonomi, dan perrtahanan,”tegas Dodi

Menurut Dodi, konferensi para Menteri Pendidikan yang tergabung dalam Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) di Bangkok pada Februari 2008, telah melahirkan kebijakan penggunaan bahasa ibu (mother tongue) sebagai bahasa pengantar (bridge language) dalam pengajaran pendidikan.

Oleh karenanya, kata Dodi, dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan,Depdiknas berkomitmen melahirkan kebijakan penting, yakni melestarikan bahasa Indonesia sebagai bagian budaya bangsa agar tidak kehilangan jati diri dan menggaungkan bahasa Indonesia sebagai bahasa regional.

Langkah itu, menurut Dodi, sebagai upaya mempertahankan bahasa ibu sebagai simbol peradaban bangsa dan upaya tersebut dapat dimulai dari dunia pendidikan. Tanpa kesadaran dan kebanggaan terhadap bahasa Indonesia dalam pergaulan internasionaL, sulit bahasa Indonesia akan dihormati warga non-Indonesia.

“Apalagi siswa-siswi kita saat ini banyak yang berprestasi di tingkat internasional.mereka bisa membanggakan bahasa Indonesia , dalam forum-forum internasional. Dengan demikian kebesaran dan keunikan kebudayaan Indonesia terisolasi secara elegan,” kata Dodi.(S-25) -Media Indonesia-

Posted in Bahasa Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives
Categories
June 2009
M T W T F S S
« May   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
SEO MONITOR
Blog Stats
  • 470,065 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 5 other followers

%d bloggers like this: